alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Anak Terpidana Penipuan Bantah Ayahnya Ditangkap, tapi Serahkan Diri

GIANYAR – Terpidana kasus penipuan I Wayan Sujena, 64, asal Banjar Teges, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dikabarkan ditangkap Jumat malam (4/2) lalu. Namun, anak terpidana I Wayan Sujena, I Made Widiarta mengaku ayahnya bukan ditangkap, melainkan menyerahkan diri ke petugas.

Diketahui, dalam perkara penipuan, I Wayan Sujena sempat tidak ditahan. Sebab, pria beristri tiga yang tinggal di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali itu menjalani penyembuhan sakit saraf kejepit. Usai sembuh Sujena lantas menyerahkan diri ke petugas.

 

Putusan Pengadilan Nomor 568/Pid.B/2021/PN.Dps tanggal 9 September 2021, memvonis Sujena dengan hukuman 1 tahun penjara.

 

Putra Sujena, I Made Widiarta menegaskan, ayahnya bukan ditangkap ataupun ingin menghindari putusan.

 

“Bapak datang baik-baik ke Polsek Payangan malam itu. Menyerahkan diri setelah kondisinya pulih. Jadi bukan dicegat di tengah jalan,” tegas I Made Widiarta, didampingi Penasihat Hukum I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Minggu (13/2).

Baca Juga:  [BREAKING NEWS] Eks Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka Jadi Tersangka

 

Menurut Widiarta, penyerahan diri dilakukan pada Jumat malam (4/2). Dari Polsek, kemudian terpidana diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilakukan pengamanan. 

 

JPU beserta Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Bali kemudian membawa Terpidana I Wayan Sujena ke Lapas Kerobokan untuk melaksanakan putusan pidana penjara selama satu tahun atas perbuatan penipuan yang dilakukan.

 

Terkait pengakuan bahwa Sujena menyerahkan diri, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bali, A Luga Harlianto menyatakan Sujena diamankan di jalan atau luar rumah.

 

“Sesuai data lapangan, yang bersangkutan diamankan di luar rumah oleh Polsek Payangan. Lalu dibawa ke Polsek Payangan, lalu diserahkan ke kami, selanjutnya dibawa ke Lapas Kerobokan. Tidak ada tuh yang bersangkutan menyerahkan diri. Malahan saat di Polsek Payangan, yang bersangkutan mau cepat-cepat dibawa ke Lapas. Kami harap Sujena berbicara jujur dengan keluarganya,” ujar Luga via telepon. 

Baca Juga:  PT Tolak Banding Eks Ketua Kadin Bali, Hukuman Alit Naik Jadi 3 Tahun

 

Terkait surat panggilan yang dibawa oleh pelapor untuk diberitahukan ke Sujena, menurut Luga hal tersebut tidak masalah. Sebab hal tersebut sebagai bentuk bahwa pelapor tidak memiliki dendam pada yang bersangkutan. Bahkan, hal itu akan mempercepat proses yang bersangkutan mau memenuhi panggilan.

 

“Mungkin keluarga tidak tahu bagaimana sulitnya kami memanggil Sujena ini. Kami harapkan sekali lagi, agar Sujena berkata jujur supaya tidak terjadi miskomunikasi, agar tidak gaduh,” pungkasnya.



GIANYAR – Terpidana kasus penipuan I Wayan Sujena, 64, asal Banjar Teges, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dikabarkan ditangkap Jumat malam (4/2) lalu. Namun, anak terpidana I Wayan Sujena, I Made Widiarta mengaku ayahnya bukan ditangkap, melainkan menyerahkan diri ke petugas.

Diketahui, dalam perkara penipuan, I Wayan Sujena sempat tidak ditahan. Sebab, pria beristri tiga yang tinggal di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali itu menjalani penyembuhan sakit saraf kejepit. Usai sembuh Sujena lantas menyerahkan diri ke petugas.

 

Putusan Pengadilan Nomor 568/Pid.B/2021/PN.Dps tanggal 9 September 2021, memvonis Sujena dengan hukuman 1 tahun penjara.

 

Putra Sujena, I Made Widiarta menegaskan, ayahnya bukan ditangkap ataupun ingin menghindari putusan.

 

“Bapak datang baik-baik ke Polsek Payangan malam itu. Menyerahkan diri setelah kondisinya pulih. Jadi bukan dicegat di tengah jalan,” tegas I Made Widiarta, didampingi Penasihat Hukum I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Minggu (13/2).

Baca Juga:  Periksa 8 Saksi untuk 3 TSK, Penyidik Kejati Bali Telusuri Aliran Dana

 

Menurut Widiarta, penyerahan diri dilakukan pada Jumat malam (4/2). Dari Polsek, kemudian terpidana diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilakukan pengamanan. 

 

JPU beserta Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Bali kemudian membawa Terpidana I Wayan Sujena ke Lapas Kerobokan untuk melaksanakan putusan pidana penjara selama satu tahun atas perbuatan penipuan yang dilakukan.

 

Terkait pengakuan bahwa Sujena menyerahkan diri, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bali, A Luga Harlianto menyatakan Sujena diamankan di jalan atau luar rumah.

 

“Sesuai data lapangan, yang bersangkutan diamankan di luar rumah oleh Polsek Payangan. Lalu dibawa ke Polsek Payangan, lalu diserahkan ke kami, selanjutnya dibawa ke Lapas Kerobokan. Tidak ada tuh yang bersangkutan menyerahkan diri. Malahan saat di Polsek Payangan, yang bersangkutan mau cepat-cepat dibawa ke Lapas. Kami harap Sujena berbicara jujur dengan keluarganya,” ujar Luga via telepon. 

Baca Juga:  Bobol Toko di Denpasar, Residivis Babak Belur Digebuki Massa

 

Terkait surat panggilan yang dibawa oleh pelapor untuk diberitahukan ke Sujena, menurut Luga hal tersebut tidak masalah. Sebab hal tersebut sebagai bentuk bahwa pelapor tidak memiliki dendam pada yang bersangkutan. Bahkan, hal itu akan mempercepat proses yang bersangkutan mau memenuhi panggilan.

 

“Mungkin keluarga tidak tahu bagaimana sulitnya kami memanggil Sujena ini. Kami harapkan sekali lagi, agar Sujena berkata jujur supaya tidak terjadi miskomunikasi, agar tidak gaduh,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/