29.8 C
Denpasar
Friday, March 31, 2023

Jadi Tersangka, Rektor Unud Prof. Antara Sindir Kejati Bali, Begini Serangan Baliknya

DENPASAR,radarbali.id – Kasus dugaan korupsi atau penyelewengan dana SPI (sumbangan pengembangan institusi) yang menyeret Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara M.Eng, bukan hanya proses hukum. Namun mulai terjadi perang opini.

Sehari setelah berstatus tersangka korupsi, Rektor Unud Prof. Antara kembali angkat bicara. Guru besar ini memilih catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rp 6.129.540.000, diduga menyentil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Bahasanya seperti ini, “Mohon berhati hati dengan opini bahwa di Unud ada Korupsi Ratusan Miliar.  Suksma“.

Kepada Jawa Pos Radar Bali dan radarbali.id melalui pesan WhatsApp, Guru Besar Unud ini memohon support kepada rekan-rekannya. Berharap, kasus ini terselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan ini, ia ingin pertegas lagi bahwa seluruh dana SPI masuk ke kas Negara. Ini dengan sangat mudah ditemukan jejak digitalnya di bagian Keuangan Unud.

Baca Juga:  Polisi Buru Perekam dan Penyebar Video Wik Wik Siswa Tampaksiring

Kemudian penggunaan dana SPI ini sesuai demgam mekanisme pengusulan DIPA, dan harus seijin Kementrian Keuangan RI. “Mohon berhati hati dengan opini bahwa di Unud ada Korupsi Ratusan Miliar. Suksma,” timpal lelaki yang hobi bersepeda ini.

Ia juga mengatakan, sedang mendiskusikan dengan tim hukum terkait langkah ke depan untuk melakukan perlawanan atau pembelaan.

Senada disampaikan kuasa hukumnya Agus Sujoko. Dikatakan, sesuai keterangan Prof Antara bahwa seluruh dana masuk ke kas negara sesuai dengan prosedur . Pihaknya saat ini masih pelajari dugaan yang di tuduhkan ke Prof Antara. “Apalagi mengenai dugaan adanya uang sebesar Rp 105 M sehingga butuh data yang valid, dan saat ini sedang kami kumpulkan,” terangnya.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Dana SPI Unud, Penyidik Incar Tersangka Pemegang Kebijakan, Rektorat Bungkam 

Untuk langkah hukum tentu akan ditempuh untuk menegakan hukum. “Jangan sampai kita menegakan hukum dengan dengan cara melawan hukum,” kilah pengacara bertubuh tambun ini. (dre/rid)



DENPASAR,radarbali.id – Kasus dugaan korupsi atau penyelewengan dana SPI (sumbangan pengembangan institusi) yang menyeret Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara M.Eng, bukan hanya proses hukum. Namun mulai terjadi perang opini.

Sehari setelah berstatus tersangka korupsi, Rektor Unud Prof. Antara kembali angkat bicara. Guru besar ini memilih catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rp 6.129.540.000, diduga menyentil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Bahasanya seperti ini, “Mohon berhati hati dengan opini bahwa di Unud ada Korupsi Ratusan Miliar.  Suksma“.

Kepada Jawa Pos Radar Bali dan radarbali.id melalui pesan WhatsApp, Guru Besar Unud ini memohon support kepada rekan-rekannya. Berharap, kasus ini terselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan ini, ia ingin pertegas lagi bahwa seluruh dana SPI masuk ke kas Negara. Ini dengan sangat mudah ditemukan jejak digitalnya di bagian Keuangan Unud.

Baca Juga:  Proyek Ambisius PLTS Di Bali Gagal, Prof Dwi: Itu Proyek Tanpa Kajian

Kemudian penggunaan dana SPI ini sesuai demgam mekanisme pengusulan DIPA, dan harus seijin Kementrian Keuangan RI. “Mohon berhati hati dengan opini bahwa di Unud ada Korupsi Ratusan Miliar. Suksma,” timpal lelaki yang hobi bersepeda ini.

Ia juga mengatakan, sedang mendiskusikan dengan tim hukum terkait langkah ke depan untuk melakukan perlawanan atau pembelaan.

Senada disampaikan kuasa hukumnya Agus Sujoko. Dikatakan, sesuai keterangan Prof Antara bahwa seluruh dana masuk ke kas negara sesuai dengan prosedur . Pihaknya saat ini masih pelajari dugaan yang di tuduhkan ke Prof Antara. “Apalagi mengenai dugaan adanya uang sebesar Rp 105 M sehingga butuh data yang valid, dan saat ini sedang kami kumpulkan,” terangnya.

Baca Juga:  Prof Bakta jadi Tersangka Berawal dari Sengketa Tanah Unud Vs Warga

Untuk langkah hukum tentu akan ditempuh untuk menegakan hukum. “Jangan sampai kita menegakan hukum dengan dengan cara melawan hukum,” kilah pengacara bertubuh tambun ini. (dre/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru