alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

NEKAT! Rampas Senjata Api Polisi, Anggota Geng Motor Dongki Didor

DENPASAR – Sial dialami oleh seorang anggota geng motor Dongki bernama Imamuel Pratama. Ia nekat melakukan aksi jambret.

Sayang, yang dia jambret adalah senjata api milik oknum anggota polisi. Ia terpaksa ditembak anggota Polsek Denpasar Selatan karena ulahnya, di salah satu tempat tongkrongan, di kawasan Densel, Jumat (12/4) dini hari lalu.

Menurut informasi, kejadian ini berawal dari anggota Reskrim yang melakukan kegiatan patroli. Saat melintas di Jalan Kertha Petasikan, polisi mendapati keempat orang ini sedang nongkrong.

Sehingga polisi yang melakukan patroli itu memberikan imbauan. Imbauan itu justru tidak diterima. Bahkan, Imanuel Pratama mengeluarkan pedang yang dibawanya.

Melihat hal yang membahayakan tersebut, polisi kemudian melakukan tembakan peringatan. Namun warga Yang Batu, Denpasar Timur

yang merupakan residivis ini justru berusaha merampas senjata milik anggota polisi yang melakukan tembakan peringatan itu. 

Karena berusaha melawan polisi walaupun Kartu Tanda Anggota sudah diperlihatkan, berapa anggota lain yang ada di lokasi terpaksa menembak kakinya untuk melumpuhkannya.

“Ia ditembak persis di paha kanan dan harus dioperasi. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara,” ungkap seorang petugas. 

Direktur Utama RS Bali Mandara dr. Bagus Dharmayasa membenarkan pihaknya merawat pasien luka tembak. Namun ia menyarankan untuk konfirmasi kepada pihak kepolisian.

“Biar tidak salah dan lebih jelas, hubungi pihak kepolisian untuk memberikan keterangan,” pintanya. Sayang Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya belum bisa dikonfirmasi. 



DENPASAR – Sial dialami oleh seorang anggota geng motor Dongki bernama Imamuel Pratama. Ia nekat melakukan aksi jambret.

Sayang, yang dia jambret adalah senjata api milik oknum anggota polisi. Ia terpaksa ditembak anggota Polsek Denpasar Selatan karena ulahnya, di salah satu tempat tongkrongan, di kawasan Densel, Jumat (12/4) dini hari lalu.

Menurut informasi, kejadian ini berawal dari anggota Reskrim yang melakukan kegiatan patroli. Saat melintas di Jalan Kertha Petasikan, polisi mendapati keempat orang ini sedang nongkrong.

Sehingga polisi yang melakukan patroli itu memberikan imbauan. Imbauan itu justru tidak diterima. Bahkan, Imanuel Pratama mengeluarkan pedang yang dibawanya.

Melihat hal yang membahayakan tersebut, polisi kemudian melakukan tembakan peringatan. Namun warga Yang Batu, Denpasar Timur

yang merupakan residivis ini justru berusaha merampas senjata milik anggota polisi yang melakukan tembakan peringatan itu. 

Karena berusaha melawan polisi walaupun Kartu Tanda Anggota sudah diperlihatkan, berapa anggota lain yang ada di lokasi terpaksa menembak kakinya untuk melumpuhkannya.

“Ia ditembak persis di paha kanan dan harus dioperasi. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara,” ungkap seorang petugas. 

Direktur Utama RS Bali Mandara dr. Bagus Dharmayasa membenarkan pihaknya merawat pasien luka tembak. Namun ia menyarankan untuk konfirmasi kepada pihak kepolisian.

“Biar tidak salah dan lebih jelas, hubungi pihak kepolisian untuk memberikan keterangan,” pintanya. Sayang Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya belum bisa dikonfirmasi. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/