alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Kasus Penganiayaan Jennifer Coppen di Shishi Bar, Bali

Jennifer Coppen Dianiaya karena Bela Bule Cewek yang Diganggu Sejumlah Pria

BADUNG – Baru sebulan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) disahkan DPR RI pada 12 April 2022, artis Jennifer Coppen justru dianiaya karena membela bule perempuan yang sedang menjadi korban kekerasan seksual di depan diskotek Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Bali, Kamis, 12 Mei 2022. Bule perempuan itu sedang dikerubungi sejumlah pria, kemudian diganggu dengan cara dicolek-colek dan digerayangi.

Perbuatan sejumlah pria itu membuat Jennifer Coppen yang baru selesai dugem di Shishi Bar pada Kamis dini hari, sekitar Pukul 03.30 Wita, mencoba menolong bule perempuan itu. Dia mencoba melerai. Kemudian Jennifer meminta sejumlah pria itu menghentikan aksi kekerasan seksual tersebut.

Bukannya diindahkan, seruannya itu justru menjadi petaka bagi Jennifer Coppen. Jennifer Coppen justru diniaya dengan cara ditampar pada pipi kanannya oleh salah seorang pria berbadan kekar dari kelompok pria yang mengerubungi bule cewek tersebut.

Baca Juga:  Ternyata Miras Impor Palsu Itu Dijual ke Tempat Dugem

“Dia mengaku tak tega melihat seorang bule cewek diganggu oleh sekelompok laki-laki. Wanita asing itu mabuk lalu dicolek dan digerayangi,” kata salah seorang sumber kepolisian kepada radarbali.id, Sabtu (14/5).

Tak terima dengan perbuatan lelaki yang menganiayanya, Jennifer Coppen melapor ke Polsek Kuta Utara, Kamis (12/5) siang itu.

Diketahui, Jennifer Coppen datang ke diskotek Shishi Bar bersama sejumlah temannya Rabu malam (11/5/2022) sekitar Pukul 21.00 Wita. Nah, saat akan pulang itulah dia mencoba membela bule yang sedang menjadi korban kekerasan seksual, namun berbuat penganiayaan terhadapnya.

Jennifer Coppen. (Instagram @jennifercoppenreal20)

Jennifer Coppen belum bisa dimintai keterangan terkait penganiayaan yang dialaminya. Sebab DM via akun instagramnya @jennifercoppenreal20 yang dikirim radarbali.id belum mendapat balasan. Sementara sumber lain di lingkungan Shishi Bar membenarkan kejadian itu. Dan informasi beredar, gadis itu sudah melapor ke polisi.

Baca Juga:  TRAGIS! Pulang Tamasya di Bedugul, Nekat Nyalip, ABG Tewas Digilas Bus
- Advertisement -

Aksi penganiayaan itu sebetulnya sempat ramai lantaran Jennifer memposting beberapa foto diduga terlapordi Instastory IG-nya @jennifercoppenreal20. Namun, saat itu kebanyakan followernya yang berjumlah 1,6 juta tak mengetahui secara pasti masalah apa sedang dihadapi Jennifer. Sebab, Jennifer hanya sempat menyatakan akan menyampaikan kronologi dalam waktu mendatang.

Again. Thankyou for all the non stop love and support. Soon aku bakal bikin video kronologi dan semua buktinya,” sebut Jennifer dalam curhatannya di Instastory, Kamis (12/5).

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir sudah membenarkan adanya laporan Jennifer Coppen yang dianiaya di Shishi Bar. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi korban dan saksi di lokasi kejadian. Termasuk akan mengecek CCTV.

“Kita masih melakukan penyelidikan,” singkat Iptu Mohammad Amir. (dre)

- Advertisement -

BADUNG – Baru sebulan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) disahkan DPR RI pada 12 April 2022, artis Jennifer Coppen justru dianiaya karena membela bule perempuan yang sedang menjadi korban kekerasan seksual di depan diskotek Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Bali, Kamis, 12 Mei 2022. Bule perempuan itu sedang dikerubungi sejumlah pria, kemudian diganggu dengan cara dicolek-colek dan digerayangi.

Perbuatan sejumlah pria itu membuat Jennifer Coppen yang baru selesai dugem di Shishi Bar pada Kamis dini hari, sekitar Pukul 03.30 Wita, mencoba menolong bule perempuan itu. Dia mencoba melerai. Kemudian Jennifer meminta sejumlah pria itu menghentikan aksi kekerasan seksual tersebut.

Bukannya diindahkan, seruannya itu justru menjadi petaka bagi Jennifer Coppen. Jennifer Coppen justru diniaya dengan cara ditampar pada pipi kanannya oleh salah seorang pria berbadan kekar dari kelompok pria yang mengerubungi bule cewek tersebut.

Baca Juga:  2020 Muncul 73 Kekerasan Seksual di Unud, Korban dari Beragam Fakultas

“Dia mengaku tak tega melihat seorang bule cewek diganggu oleh sekelompok laki-laki. Wanita asing itu mabuk lalu dicolek dan digerayangi,” kata salah seorang sumber kepolisian kepada radarbali.id, Sabtu (14/5).

Tak terima dengan perbuatan lelaki yang menganiayanya, Jennifer Coppen melapor ke Polsek Kuta Utara, Kamis (12/5) siang itu.

Diketahui, Jennifer Coppen datang ke diskotek Shishi Bar bersama sejumlah temannya Rabu malam (11/5/2022) sekitar Pukul 21.00 Wita. Nah, saat akan pulang itulah dia mencoba membela bule yang sedang menjadi korban kekerasan seksual, namun berbuat penganiayaan terhadapnya.

Jennifer Coppen. (Instagram @jennifercoppenreal20)

Jennifer Coppen belum bisa dimintai keterangan terkait penganiayaan yang dialaminya. Sebab DM via akun instagramnya @jennifercoppenreal20 yang dikirim radarbali.id belum mendapat balasan. Sementara sumber lain di lingkungan Shishi Bar membenarkan kejadian itu. Dan informasi beredar, gadis itu sudah melapor ke polisi.

Baca Juga:  Diganjar Dua Tahun, Bos Kuta Paradiso Lawan Tommy Winata Melawan

Aksi penganiayaan itu sebetulnya sempat ramai lantaran Jennifer memposting beberapa foto diduga terlapordi Instastory IG-nya @jennifercoppenreal20. Namun, saat itu kebanyakan followernya yang berjumlah 1,6 juta tak mengetahui secara pasti masalah apa sedang dihadapi Jennifer. Sebab, Jennifer hanya sempat menyatakan akan menyampaikan kronologi dalam waktu mendatang.

Again. Thankyou for all the non stop love and support. Soon aku bakal bikin video kronologi dan semua buktinya,” sebut Jennifer dalam curhatannya di Instastory, Kamis (12/5).

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir sudah membenarkan adanya laporan Jennifer Coppen yang dianiaya di Shishi Bar. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi korban dan saksi di lokasi kejadian. Termasuk akan mengecek CCTV.

“Kita masih melakukan penyelidikan,” singkat Iptu Mohammad Amir. (dre)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/