alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Jasad Tak Kunjung Muncul ke Permukaan, Keluarga Tempuh Cara Niskala

PENCARIAN terhadap I Made Sadra, korban hilang saat mandi di Pantai Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (14/8) memasuki hari kelima.

 

Sayangnya, meski sudah memasuki hari kelima, petani berusia 65 tahun asal Banjar Sema, Desa Pering, Blahbatuh, ini juga tak kunjung ditemukan.

 

MARCELL PAMPURS, Gianyar

 

UPAYA pencarian korban hilang terduga terseret di Pantai Pering, Blahbatuh, Gianyar pada Senin (9/8) lalu masih menyisakan misteri.

- Advertisement -

 

Meski tim gabungan terus turun ke tengah laut untuk melakukan pencarian korban, namun hingga Sabtu petang, upaya petugas juga tak kunjung membuahkan hasil. 

 

“Hingga hari kelima ini, tim gabungan belum berhasil menemukan korban,”terang Kasat Polaif Polres Gianyar, Iptu Wayan Antariksawan, dikonfirmasi Sabtu (14/8/).

 

Menurutnya, pencarian dilakukan di sekitar bibir pantai hingga beberapa kilo meter ke laut lepas. 

 

 

Kata Iptu Wayan Antariksawan, biasanya orang yang sudah tenggelam di laut, tubuhnya akan muncul ke permukaan tiga hari kemudian.

 

Namun, terhadap korban ini belum menemukan titik terang. Penyisiran dilakukan dari arah barat, yakni arah pantai Sanur Denpasar Selatan.

Baca Juga:  TEGANG! Perampok dan Polisi Kejar-kejaran, TSK Tumbang Setelah Didor

 

Menurutnya, sesuai aturan darurat kebencanaan, pencarian akan dihentikan jika waktu pencarian sudak mencapai satu Minggu. 

 

Sehingga dia berharap korban bisa segera ditemukan.

 

Sementara itu, selain melakukan pencarian secara skala, keluarga korban juga melakukan upaya dengan menempuh cara niskala.

 

Keluarga menghaturkan sesajen di sekitaran tempat yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

 

Diberitakan sebelumnya, hilangnya korban bermula saat pria yang kesehariannya sebagai petani pergi ke sawah di sebelah utara Bypass Prof IB Mantra, Wilayah Desa Pering, pada Senin (9/8) pagi.

 

Namun hingga pukul 11.00 Wita dia tak kunjung kembali ke rumah. 

 

Pihak keluarga serta beberapa orang warga telah berusaha mencari korban.

 

Kecurigaan korban hanyut oleh gelombang pantai pun muncul ketika ditemukan pakaian korban berada di pinggir pantai, di bawah pohon kelapa.

 

Pakaian yang ditemukan itu berupa kaos lengan pendek berwarna abu-abu dan celana training hitam dengan list putih yang dipakai korban sebelumnya. 

Baca Juga:  Perkara Kakak Pukul Adik Dihentikan, Tersangka Langsung Dibebaskan

 

Pihak keluarga korban lalu melakukan pencarian ke Pantai Pering dengan menyusuri dari Pantai Keramas sampai Pantai Saba.

 

Sekitar kurang lebih pada pukul 15.00 Wita, salah satu keluarga sempat melihat sesosok  tubuh yang diduga korban saat tergulung gelombang besar di Perairan Pantai Pering, berjarak sekitar 10 meter. 

 

“Menurut keterangan, saat tergulung ombak, tidak ada yang bisa menjangkaunya, karena gelombang cukup tinggi mencapai 1,5 meter,” terang Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali, Selasa (10/8) lalu.

 

Namun pihak keluarga tidak berani mengevakuasi dari dekat.

 

Selasa (10/8/2021), tim SAR dikerahkan.

 

Saat ini tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di seputaran lokasi dengan menggunakan 2 unit rubber boat. Basarnas Bali mengerahkan 7 orang rescuer.

 

Sedangkan dari unsur SAR lainnya yang terlibat diantaranya  BPBD Gianyar, Balawista, Polair Polres Gianyar, Polsek Blahbatuh.

- Advertisement -

PENCARIAN terhadap I Made Sadra, korban hilang saat mandi di Pantai Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (14/8) memasuki hari kelima.

 

Sayangnya, meski sudah memasuki hari kelima, petani berusia 65 tahun asal Banjar Sema, Desa Pering, Blahbatuh, ini juga tak kunjung ditemukan.


 

MARCELL PAMPURS, Gianyar

 

UPAYA pencarian korban hilang terduga terseret di Pantai Pering, Blahbatuh, Gianyar pada Senin (9/8) lalu masih menyisakan misteri.

 

Meski tim gabungan terus turun ke tengah laut untuk melakukan pencarian korban, namun hingga Sabtu petang, upaya petugas juga tak kunjung membuahkan hasil. 

 

“Hingga hari kelima ini, tim gabungan belum berhasil menemukan korban,”terang Kasat Polaif Polres Gianyar, Iptu Wayan Antariksawan, dikonfirmasi Sabtu (14/8/).

 

Menurutnya, pencarian dilakukan di sekitar bibir pantai hingga beberapa kilo meter ke laut lepas. 

 

 

Kata Iptu Wayan Antariksawan, biasanya orang yang sudah tenggelam di laut, tubuhnya akan muncul ke permukaan tiga hari kemudian.

 

Namun, terhadap korban ini belum menemukan titik terang. Penyisiran dilakukan dari arah barat, yakni arah pantai Sanur Denpasar Selatan.

Baca Juga:  TEGANG! Perampok dan Polisi Kejar-kejaran, TSK Tumbang Setelah Didor

 

Menurutnya, sesuai aturan darurat kebencanaan, pencarian akan dihentikan jika waktu pencarian sudak mencapai satu Minggu. 

 

Sehingga dia berharap korban bisa segera ditemukan.

 

Sementara itu, selain melakukan pencarian secara skala, keluarga korban juga melakukan upaya dengan menempuh cara niskala.

 

Keluarga menghaturkan sesajen di sekitaran tempat yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

 

Diberitakan sebelumnya, hilangnya korban bermula saat pria yang kesehariannya sebagai petani pergi ke sawah di sebelah utara Bypass Prof IB Mantra, Wilayah Desa Pering, pada Senin (9/8) pagi.

 

Namun hingga pukul 11.00 Wita dia tak kunjung kembali ke rumah. 

 

Pihak keluarga serta beberapa orang warga telah berusaha mencari korban.

 

Kecurigaan korban hanyut oleh gelombang pantai pun muncul ketika ditemukan pakaian korban berada di pinggir pantai, di bawah pohon kelapa.

 

Pakaian yang ditemukan itu berupa kaos lengan pendek berwarna abu-abu dan celana training hitam dengan list putih yang dipakai korban sebelumnya. 

Baca Juga:  Petani di Badung Punya Cara Unik Membasmi Hama Tikus

 

Pihak keluarga korban lalu melakukan pencarian ke Pantai Pering dengan menyusuri dari Pantai Keramas sampai Pantai Saba.

 

Sekitar kurang lebih pada pukul 15.00 Wita, salah satu keluarga sempat melihat sesosok  tubuh yang diduga korban saat tergulung gelombang besar di Perairan Pantai Pering, berjarak sekitar 10 meter. 

 

“Menurut keterangan, saat tergulung ombak, tidak ada yang bisa menjangkaunya, karena gelombang cukup tinggi mencapai 1,5 meter,” terang Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali, Selasa (10/8) lalu.

 

Namun pihak keluarga tidak berani mengevakuasi dari dekat.

 

Selasa (10/8/2021), tim SAR dikerahkan.

 

Saat ini tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di seputaran lokasi dengan menggunakan 2 unit rubber boat. Basarnas Bali mengerahkan 7 orang rescuer.

 

Sedangkan dari unsur SAR lainnya yang terlibat diantaranya  BPBD Gianyar, Balawista, Polair Polres Gianyar, Polsek Blahbatuh.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/