alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Bikin Merinding, Ini Pesan Kadus Bukian Sebelum Tewas Gantung Diri

GIANYAR-Kasus bunuh diri yang dilakukan Kepala Dusun (Kadus) Bukian I Made Yudana, 48, bukan saja membuat gempar warga Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali.

 

Namun akibat aksi (gantung diri) ini juga meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan keluarga korban.

 

Banyak keluarga, kerabat, dan kolega korban shock dan kaget dengan kepergian korban yang begitu cepat dan tidak wajar. Apalagi sebelum mengakhiri hidup, ia sempat menuliskan sederet pesan di akun facebook (FB) miliknya.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ada tiga paragraf dalam pesan yang ditulis mendiang sebelum tewas gantung diri di status akun media sosial FB miliknya

 

Pesan pertama, korban meminta maaf kepada kerabat dan keluarganya (istri, anak, dan cucu)

 

Selanjutnya di paragraf kedua, selain meminta permohonan maaf ke staf, korban juga berpesan kepada keluarga agar jasadnya diantarkan ke kuburan (setra)

 

Terakhir di paragraf ketiga, korban menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Mekel (Perbekel Bukian)

 

“Pak Mekel, tiyang (Saya) minta maaf dengan kejadian ini. Tiyang tak akan diam yang bikin tyang begini. Tolong anak tyang kasih pekerjaan,” tulis Yudana dalam statusnya.

 

“Titip salam sama bapak bupati (Bupati Gianyar). Sudah banyak sekali membantu. Begitu juga DPR (Dewan Perwakilan Rakyat, red) ada yang terus gugul tyang (saya ganggu, red). Tyang nunas (Saya minta tolong). Suksema (Terima Kasih). DPR ajak kedua (dua Dewan, red) tyang titip anak tyang. Jangan sampai tidak kerja, tidak sekolah,” tulisnya lagi.

 

Namun, status itu telah dihapus.

 

Setelah tulisan status tersebut, korban diduga mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan seutas tali di area persawahan di kawasan Bukian, Payangan, Gianyar.

 

Atas kasus ini, Kapolsek Payangan, AKP Made Tama saat dikonfirmasi menegaskan bahwa korban tewas murni akibat bunuh diri.

 



GIANYAR-Kasus bunuh diri yang dilakukan Kepala Dusun (Kadus) Bukian I Made Yudana, 48, bukan saja membuat gempar warga Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali.

 

Namun akibat aksi (gantung diri) ini juga meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan keluarga korban.

 

Banyak keluarga, kerabat, dan kolega korban shock dan kaget dengan kepergian korban yang begitu cepat dan tidak wajar. Apalagi sebelum mengakhiri hidup, ia sempat menuliskan sederet pesan di akun facebook (FB) miliknya.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ada tiga paragraf dalam pesan yang ditulis mendiang sebelum tewas gantung diri di status akun media sosial FB miliknya

 

Pesan pertama, korban meminta maaf kepada kerabat dan keluarganya (istri, anak, dan cucu)

 

Selanjutnya di paragraf kedua, selain meminta permohonan maaf ke staf, korban juga berpesan kepada keluarga agar jasadnya diantarkan ke kuburan (setra)

 

Terakhir di paragraf ketiga, korban menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Mekel (Perbekel Bukian)

 

“Pak Mekel, tiyang (Saya) minta maaf dengan kejadian ini. Tiyang tak akan diam yang bikin tyang begini. Tolong anak tyang kasih pekerjaan,” tulis Yudana dalam statusnya.

 

“Titip salam sama bapak bupati (Bupati Gianyar). Sudah banyak sekali membantu. Begitu juga DPR (Dewan Perwakilan Rakyat, red) ada yang terus gugul tyang (saya ganggu, red). Tyang nunas (Saya minta tolong). Suksema (Terima Kasih). DPR ajak kedua (dua Dewan, red) tyang titip anak tyang. Jangan sampai tidak kerja, tidak sekolah,” tulisnya lagi.

 

Namun, status itu telah dihapus.

 

Setelah tulisan status tersebut, korban diduga mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan seutas tali di area persawahan di kawasan Bukian, Payangan, Gianyar.

 

Atas kasus ini, Kapolsek Payangan, AKP Made Tama saat dikonfirmasi menegaskan bahwa korban tewas murni akibat bunuh diri.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/