alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dua Turki Pasang Skimming di ATM, Pihak Bank Mandiri Bilang Begini

DENPASAR – Nasabah bank perlu hati-hati. Apalagi, pencurian data nasabah atau skimming kerap terjadi di ATM. Seperti yang dilakukaan dua warga negara Turki, Can Yigit, 33, dan Musa Balca, 34, yang diamankan Polda Bali terkait skimming di ATM Bank Mandiri di Supermarket Bogaswaha di Jalan Raya Lukluk Sempidi Mengwi, Kabupaten Badung.

 

Humas Bank Mandiri Derry Detan yang dikonfirmasi, Senin (13/12), membenarkan bahwa yang menjadi korban aksi skimming itu adalah pihak Bank Mandiri. Ia pun mengaku sudah menanyakan ke bagian unit yang menangani.

 

“Saya sempat tanyakan ke unit terkait atau unit yang menangani. Lalu dijawab bahwa sudah ditangani polisi” jawabnya.

Derry Detan sempat berdalih bahwa masalah tersebut sudah diserahkan penuh kepada pihak berwajib. Lalu disinggung mengenai bagaimana sistem pengamanan ke depan agar nasabah merasa nyaman dia belum bisa memberi tahu. Pihaknya masih menunggu dari pihak pusat.

“Nantinya dari pusat yang beberikan statment. Kalau sudah ada stetmen dari pusat maka akan dikabari ke rekan-rekan media,” kata dia.

 

Secara terpisah, Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Ary Satriyan menjelaskan, setelah meringkus kedua pelaku polisi saat ini sedang melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainya karena kedua pelaku ini merupakan sindikat.

Baca Juga:  Mengantuk, Tabrak Truk di Jalur Lambat, Emak-Emak Terluka Parah

 

“Ada, tapi masih lidik,” tuturnya.

Sementara sistem keamanan di ATM Bank Mandiri tersebut, Ary Satriyan mengatakan, sebenarnya pihak bank sudah mempunyai anti-skimming sehingga pihak bank dapat mengetahuinya dan dan melaporkan bila ada ATM yang bermasalah. Sedangkan dugaan, apakah ada keterlibatan orang dalam pihak bank tidak ada.

“Sementara dugaan orang dalam tidak ada. Dan di ATM sebenarnya sudah ada anti skimingnya, makanya pihak bank yang mengetahui dan melaporkan bila ada ATM yang bermasalah,” ungkap mantan Direktur Reserse Narkoba Polda DI Yogyakarta ini. Terungkapnya kasus Skimming ini berawal pada Sabtu (20/11).

Pihak Bank mendapat laporan adanya gangguan dari team patroli bank yang terjadi di mesin ATM Bank Mandiri yang berlokasi di Supermarket Bogaswaha di Jalan Raya Lukluk Sempidi Mengwi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata gembok pengunci rangka atau box mesin ATM dalam keadaan rusak.

Di dalam casing atau box mesin ATM tersebut didapatkan sebuah alat berwarna putih berupa router telah terpasang dalam modem mesin ATM. Selanjutnya dilakukan pengecekan CCTV dan diketahui bahwa pada hari Jumat (19/11) sekitar 01.30, terlihat dua orang mengendarai sepeda motor datang ke ATM. Terlihat pelaku masuk ke ATM.

Baca Juga:  Diperiksa, KPK RI Ungkap Peranan Saksi Dugaan Suap DID Tabanan

Kemudian membongkar gembok box atau casing pada mesin ATM menggunakan kunci pas. Selanjutnya ia memasang router dengan disambungkan pada modem mesin ATM. Kemudian pada pukul 05.00 Wita, terlihat pelaku berbadan kecil masuk memasang alat hiden camera pada bagian atas keypad pin mesin ATM.

Lalu, sekitar pukul 10.58, lelaki turki kembali datang ke ATM mengambil hiden camera yang dipasang di mesin ATM itu. Pihak Bank Mandiri kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Selanjutnya Team Resmob Dit Reskrimum melakukan penyanggongan di seputaran Jalan Raya Lukluk dan hasilnya hari Senin (22/11) sekita pukul 01.30, melihat kedua pelaku dengan ciri – ciri seperti yang terekam di CCTV melintas area lokasi dan sempat menoleh ke arah ATM.

Selanjutnya dilakukan pengejaran dan berhasil membekuk kedua pelaku. Selain meringkus kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 21 kartu warna gold bertuliskan VIP berisi PIN, 201 buah kartu warna gold bertuliskan VIP tidak berisi PIN, 195 kartu warna putih tidak berisi PIN, satu buah magnetic cardrider dan uang tunai Rp 2 juta. 


DENPASAR – Nasabah bank perlu hati-hati. Apalagi, pencurian data nasabah atau skimming kerap terjadi di ATM. Seperti yang dilakukaan dua warga negara Turki, Can Yigit, 33, dan Musa Balca, 34, yang diamankan Polda Bali terkait skimming di ATM Bank Mandiri di Supermarket Bogaswaha di Jalan Raya Lukluk Sempidi Mengwi, Kabupaten Badung.

 

Humas Bank Mandiri Derry Detan yang dikonfirmasi, Senin (13/12), membenarkan bahwa yang menjadi korban aksi skimming itu adalah pihak Bank Mandiri. Ia pun mengaku sudah menanyakan ke bagian unit yang menangani.

 

“Saya sempat tanyakan ke unit terkait atau unit yang menangani. Lalu dijawab bahwa sudah ditangani polisi” jawabnya.

Derry Detan sempat berdalih bahwa masalah tersebut sudah diserahkan penuh kepada pihak berwajib. Lalu disinggung mengenai bagaimana sistem pengamanan ke depan agar nasabah merasa nyaman dia belum bisa memberi tahu. Pihaknya masih menunggu dari pihak pusat.

“Nantinya dari pusat yang beberikan statment. Kalau sudah ada stetmen dari pusat maka akan dikabari ke rekan-rekan media,” kata dia.

 

Secara terpisah, Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Ary Satriyan menjelaskan, setelah meringkus kedua pelaku polisi saat ini sedang melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainya karena kedua pelaku ini merupakan sindikat.

Baca Juga:  Mengantuk, Tabrak Truk di Jalur Lambat, Emak-Emak Terluka Parah

 

“Ada, tapi masih lidik,” tuturnya.

Sementara sistem keamanan di ATM Bank Mandiri tersebut, Ary Satriyan mengatakan, sebenarnya pihak bank sudah mempunyai anti-skimming sehingga pihak bank dapat mengetahuinya dan dan melaporkan bila ada ATM yang bermasalah. Sedangkan dugaan, apakah ada keterlibatan orang dalam pihak bank tidak ada.

“Sementara dugaan orang dalam tidak ada. Dan di ATM sebenarnya sudah ada anti skimingnya, makanya pihak bank yang mengetahui dan melaporkan bila ada ATM yang bermasalah,” ungkap mantan Direktur Reserse Narkoba Polda DI Yogyakarta ini. Terungkapnya kasus Skimming ini berawal pada Sabtu (20/11).

Pihak Bank mendapat laporan adanya gangguan dari team patroli bank yang terjadi di mesin ATM Bank Mandiri yang berlokasi di Supermarket Bogaswaha di Jalan Raya Lukluk Sempidi Mengwi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata gembok pengunci rangka atau box mesin ATM dalam keadaan rusak.

Di dalam casing atau box mesin ATM tersebut didapatkan sebuah alat berwarna putih berupa router telah terpasang dalam modem mesin ATM. Selanjutnya dilakukan pengecekan CCTV dan diketahui bahwa pada hari Jumat (19/11) sekitar 01.30, terlihat dua orang mengendarai sepeda motor datang ke ATM. Terlihat pelaku masuk ke ATM.

Baca Juga:  Saat Beraksi Baklanova Khrystyna Pakai Rambut Palsu

Kemudian membongkar gembok box atau casing pada mesin ATM menggunakan kunci pas. Selanjutnya ia memasang router dengan disambungkan pada modem mesin ATM. Kemudian pada pukul 05.00 Wita, terlihat pelaku berbadan kecil masuk memasang alat hiden camera pada bagian atas keypad pin mesin ATM.

Lalu, sekitar pukul 10.58, lelaki turki kembali datang ke ATM mengambil hiden camera yang dipasang di mesin ATM itu. Pihak Bank Mandiri kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Selanjutnya Team Resmob Dit Reskrimum melakukan penyanggongan di seputaran Jalan Raya Lukluk dan hasilnya hari Senin (22/11) sekita pukul 01.30, melihat kedua pelaku dengan ciri – ciri seperti yang terekam di CCTV melintas area lokasi dan sempat menoleh ke arah ATM.

Selanjutnya dilakukan pengejaran dan berhasil membekuk kedua pelaku. Selain meringkus kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 21 kartu warna gold bertuliskan VIP berisi PIN, 201 buah kartu warna gold bertuliskan VIP tidak berisi PIN, 195 kartu warna putih tidak berisi PIN, satu buah magnetic cardrider dan uang tunai Rp 2 juta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/