alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Akan Diperiksa Kasus Masker, Wabup Karangasem Mendadak Sakit

AMLAPURA – Setelah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kejaksaan Negeri Karangasem akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa terkait kasus dugaan korupsi masker scuba tahun 2020 lalu. Hanya saja, pemeriksaan yang harusnya dijadwalkan pada Jumat (14/1/2022) itu batal dilakukan karena Artha Dipa mendadak sakit.

 

Pantauan radarbali.id di Kejari Karangasem pada Jumat, 1 Januarai 2022, sesuai surat pemanggilan yang dilayangkan tim penyidik Kejari Karangasem terhadap Artha Dipa itu dijadwalkan pada pukul 09.00 Jumat pagi. Namun hingga pukul 10.00 tidak ada tanda-tanda Wakil Bupati dua periode itu datang memenuhi panggilan Kejari Karangasem.

Baca Juga:  Perhatian Mas-Dipa Terhadap Infrastruktur Jalan di Karangasem Rendah

 

Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra pun memberikan keterangan bahwa Artha Dipa batal hadir menjalani pemeriksaan. Padahal pemeriksaan terhadap Artha Dipa itu pertama kali selama penanganan kasus ini hingga menghasilkan 7 tersangka.

 

“Batal hadir. Kami dapat informasi tadi pagi (Jumat) bahwa Wakil Bupati sakit. Berhalangan hadir,” ujarnya.

 

Pemanggilan terhadap Artha Dipa ini kata Semara Putra, mengingat saat pengadaan masker tersebut dirinya menjadi Wakil Bupati Karangasem di pengujung kepemimpinan periode pertama Mas Sumatri.

 

“Beliau (Artha Dipa) ini kan sebagai wakil bupati. Apakah pernah diajak rapat, diskusi soal pengadaan masker scuba ini,” tuturnya. 

 

Disinggung apakah ada peran Artha Dipa saat pengadaan masker tersebut, Jaksa asal Bangli ini masih akan mendengar keterangan dari hasil pemeriksaan yang akan dijadwalkan kembali.

Baca Juga:  Mantan Bupati Karangasem Mas Sumatri Kembali Diperiksa Kejaksaan

 

“Makanya itu ingin kami gali. Intinya keterangan sekecil apapun akan kami jadikan sebagai bahan untuk mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

 

Tim penyidik Kejari Karangasem pun akan kembali mengagendakan pemeriksan terhadap orang nomor 2 di Karangasem itu. Nantinya tim penyidik akan menggali informasi seputar pengetahuan tentang pengadaan masker di tahun 2020 yang menelan anggaran senilai Rp2,9 miliar tersebut.

“Kami akan lakukan pemanggilan ulang,” tandas Semara Putra.


AMLAPURA – Setelah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kejaksaan Negeri Karangasem akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa terkait kasus dugaan korupsi masker scuba tahun 2020 lalu. Hanya saja, pemeriksaan yang harusnya dijadwalkan pada Jumat (14/1/2022) itu batal dilakukan karena Artha Dipa mendadak sakit.

 

Pantauan radarbali.id di Kejari Karangasem pada Jumat, 1 Januarai 2022, sesuai surat pemanggilan yang dilayangkan tim penyidik Kejari Karangasem terhadap Artha Dipa itu dijadwalkan pada pukul 09.00 Jumat pagi. Namun hingga pukul 10.00 tidak ada tanda-tanda Wakil Bupati dua periode itu datang memenuhi panggilan Kejari Karangasem.

Baca Juga:  Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Masker, Jaksa Periksa Belasan Saksi

 

Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra pun memberikan keterangan bahwa Artha Dipa batal hadir menjalani pemeriksaan. Padahal pemeriksaan terhadap Artha Dipa itu pertama kali selama penanganan kasus ini hingga menghasilkan 7 tersangka.

 

“Batal hadir. Kami dapat informasi tadi pagi (Jumat) bahwa Wakil Bupati sakit. Berhalangan hadir,” ujarnya.

 

Pemanggilan terhadap Artha Dipa ini kata Semara Putra, mengingat saat pengadaan masker tersebut dirinya menjadi Wakil Bupati Karangasem di pengujung kepemimpinan periode pertama Mas Sumatri.

 

“Beliau (Artha Dipa) ini kan sebagai wakil bupati. Apakah pernah diajak rapat, diskusi soal pengadaan masker scuba ini,” tuturnya. 

 

Disinggung apakah ada peran Artha Dipa saat pengadaan masker tersebut, Jaksa asal Bangli ini masih akan mendengar keterangan dari hasil pemeriksaan yang akan dijadwalkan kembali.

Baca Juga:  Bobol Data ATM BNI, Dua WNA Bulgaria Diciduk

 

“Makanya itu ingin kami gali. Intinya keterangan sekecil apapun akan kami jadikan sebagai bahan untuk mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

 

Tim penyidik Kejari Karangasem pun akan kembali mengagendakan pemeriksan terhadap orang nomor 2 di Karangasem itu. Nantinya tim penyidik akan menggali informasi seputar pengetahuan tentang pengadaan masker di tahun 2020 yang menelan anggaran senilai Rp2,9 miliar tersebut.

“Kami akan lakukan pemanggilan ulang,” tandas Semara Putra.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/