alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Alasan TPPU, Harta Mendiang Tri Nugraha Tak Dikembalikan ke Keluarga

DENPASAR- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Ade T. Sutiawarman memastikan harta Tri yang sudah disita bakal dilelang.

Menurutnya, Kejati Bali sudah melakukan permintaan proses pelelangan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas-berkas pelelangan. KPKNL sendiri disebut tengah melakukan proses penilaian.

Harta Tri Nugraha yang disita penyidik jumlahnya mencapai puluhan dengan nilai miliaran rupiah. Harta tersebut berupa benda bergerak seperti motor dan mobil, hingga benda tak bergerak seperti tanah. Sejumlah tanah yang disita berada di Bali dan luar Bali. Jika ditotal luas tanah mencapai hektaran.

Ditanya alasan Kejati Bali berani melelang harta almarhum Tri, sementara tidak ada putusan dari pengadilan, Sutiawarman menyebut lelang dilakukan karena harus ada penyelesaian kasus.

Sebab, barang-barang sudah disita oleh jaksa penyidik. Selain itu juga ada pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) yang dikenakan.

Baca Juga:  Empat Pembobol Data Nasabah Bank Asal Bulgaria Minta Pengacara Gratis

“Setelah kami tunggu sekian lama, atas petunjuk dari Jakarta (Kejagung), akhirnya kami lakukan proses lelang sesuai SOP di internal Kejagung,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di Kejagung RI itu.

Menurut Sutiawarman, hingga saat ini belum ada perlawanan dari pihak keluarga Tri Nugraha. Ia menduga adanya dugaan tindak pidana pencucian uang menjadi alasan keluarga enggan meminta hartanya.

Kembali ditanya untuk kasus TPPU semestinya lebih dulu ada pembuktian pidana pokok seperti gratifikasi, Sutiawarman hanya memberikan jawaban diplomatis.

“Barangkali dia (keluarga mendiang Tri) tidak bisa membuktikan dari mana harta itu. Karena itu, harta yang sudah disita tidak dikembalikan pada keluarga,” ucapnya.

Sutiawarman menyebut jaksa penyidik sudah yakin dalam melakukan penyitaan, bahwa harta Tri yang disita diduga kuat hasil gratifikasi dan TPPU. “Kalau ada pihak keluarga yang merasa (keberatan), ya silakan (melakukan gugatan),” tukasnya.

Baca Juga:  Wow, Badung Buatkan Gedung Kejati Bali Rp 19,4 Miliar

Ia kembali menegaskan, lelang dilakukan sesuai mekanisme dari internal Kejagung dan petunjuk dari Kementerian Keuangan.

“Terhadap barang-barang hasil TPPU, perlakuannya seperti ini (dilelang). Jadi, bukan keinginan kami, tapi memang petunjuknya seperti itu,” pungkasnya sambil berseloroh wartawan juga boleh ikut lelang.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan aset bergerak dan tidak bergerak milik Tri disita Kejati Bali sejak pertengahan 2020. Aset yang telah disita berupa 12 motor dan mobil, serta 11 bidang tanah dan bangunan. 

Untuk aset bergerak disimpan di Rupbasan Denpasar, sedangkan aset tidak bergerak seperti tanah dan gedung masih di bawah pengawasan Kejati Bali.

Sementara sebelas aset tanah beserta bangunan di antaranya ada di Bali dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kendaraan mewah yang disita antara lain mobil jenis Jeep Wrangler, Mazda, motor Kawasaki Ninja dan motor Husqvarna. 


DENPASAR- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Ade T. Sutiawarman memastikan harta Tri yang sudah disita bakal dilelang.

Menurutnya, Kejati Bali sudah melakukan permintaan proses pelelangan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas-berkas pelelangan. KPKNL sendiri disebut tengah melakukan proses penilaian.

Harta Tri Nugraha yang disita penyidik jumlahnya mencapai puluhan dengan nilai miliaran rupiah. Harta tersebut berupa benda bergerak seperti motor dan mobil, hingga benda tak bergerak seperti tanah. Sejumlah tanah yang disita berada di Bali dan luar Bali. Jika ditotal luas tanah mencapai hektaran.

Ditanya alasan Kejati Bali berani melelang harta almarhum Tri, sementara tidak ada putusan dari pengadilan, Sutiawarman menyebut lelang dilakukan karena harus ada penyelesaian kasus.

Sebab, barang-barang sudah disita oleh jaksa penyidik. Selain itu juga ada pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) yang dikenakan.

Baca Juga:  64 WN Tiongkok Penipu Lintas Negara Masuk Bali Lewat Bandara Juanda

“Setelah kami tunggu sekian lama, atas petunjuk dari Jakarta (Kejagung), akhirnya kami lakukan proses lelang sesuai SOP di internal Kejagung,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di Kejagung RI itu.

Menurut Sutiawarman, hingga saat ini belum ada perlawanan dari pihak keluarga Tri Nugraha. Ia menduga adanya dugaan tindak pidana pencucian uang menjadi alasan keluarga enggan meminta hartanya.

Kembali ditanya untuk kasus TPPU semestinya lebih dulu ada pembuktian pidana pokok seperti gratifikasi, Sutiawarman hanya memberikan jawaban diplomatis.

“Barangkali dia (keluarga mendiang Tri) tidak bisa membuktikan dari mana harta itu. Karena itu, harta yang sudah disita tidak dikembalikan pada keluarga,” ucapnya.

Sutiawarman menyebut jaksa penyidik sudah yakin dalam melakukan penyitaan, bahwa harta Tri yang disita diduga kuat hasil gratifikasi dan TPPU. “Kalau ada pihak keluarga yang merasa (keberatan), ya silakan (melakukan gugatan),” tukasnya.

Baca Juga:  [BREAKING NEWS] Eks Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka Jadi Tersangka

Ia kembali menegaskan, lelang dilakukan sesuai mekanisme dari internal Kejagung dan petunjuk dari Kementerian Keuangan.

“Terhadap barang-barang hasil TPPU, perlakuannya seperti ini (dilelang). Jadi, bukan keinginan kami, tapi memang petunjuknya seperti itu,” pungkasnya sambil berseloroh wartawan juga boleh ikut lelang.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan aset bergerak dan tidak bergerak milik Tri disita Kejati Bali sejak pertengahan 2020. Aset yang telah disita berupa 12 motor dan mobil, serta 11 bidang tanah dan bangunan. 

Untuk aset bergerak disimpan di Rupbasan Denpasar, sedangkan aset tidak bergerak seperti tanah dan gedung masih di bawah pengawasan Kejati Bali.

Sementara sebelas aset tanah beserta bangunan di antaranya ada di Bali dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kendaraan mewah yang disita antara lain mobil jenis Jeep Wrangler, Mazda, motor Kawasaki Ninja dan motor Husqvarna. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/