Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kalah Digugat Pemilik Tanah, Kantor Perbekel Penglatan Pindah ke Pasar

15 Januari 2022, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Kalah Digugat Pemilik Tanah, Kantor Perbekel Penglatan Pindah ke Pasar

Aparat Desa Penglatan saat melakukan pindahan barang (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA – Layanan publik administrasi pemerintahan dan kependukan di Kantor Perbekel Penglatan dipindah.

Untuk sementara waktu, aparat desa di Penglatan akan berkantor di Gedung Serba Guna yang terletak di atas Pasar Desa Penglatan.

Mulai Senin (17/1) pekan depan, seluruh kegiatan perkantoran akan berlangsung secara penuh dari gedung serbaguna itu.

Baca juga: Ini, Kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara

Sejak beberapa hari terakhir, aparat desa mulai mengosongkan kantor perbekel.

Menyusul sengketa perdata yang telah berlangsung sejak tahun 2017 silam. Dalam sengketa perdata itu, pengadilan menyatakan bahwa lahan yang digunakan untuk kantor desa, adalah hak milik dari keluarga Nengah Koyan dan ahli warisnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, pada Jumat (14/1) staf desa mulai memindahkan mebel dan perangkat elektronik.

Berkas-berkas yang menjadi arsip di kantor desa juga ikut dipindahkan. Sehingga aktivitas desa dapat kembali berjalan dengan normal. Setidaknya mereka butuh waktu selama 3 hari untuk melakukan proses perpindahan.

Perbekel Penglatan Nyoman Budarsa mengatakan masalah sengketa perdata itu sudah klir. “Sudah tuntas. Happy ending. Semua para tokoh sudah legowo. Kami menghormati proses hukum yang sudah berjalan,” kata Budarsa.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Desa Penglatan, Kadek Setiawan mengatakan, pemerintah daerah telah memfasilitasi keinginan masyarakat.

Selama ini masyarakat dan para tokoh telah berusaha mempertahankan nilai sejarah yang terkandung dalam gedung tersebut.

Namun karena putusan pengadilan telah bersifat final dan mengikat, pihaknya akhirnya harus legowo angkat kaki dari gedung itu.

Ia meminta agar pemerintah juga tetap berpegang pada komitmen. Yakni menyediakan dana untuk pengadaan lahan dan pembangunan gedung baru untuk kantor Perbekel Penglatan.

Konon pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp 700 juta untuk pembelian tanah kantor perbekel.

“Kami sudah survey dan ada lokasi yang ideal. Cukup luas. Kami sudah komunikasi langsung dengan pemilik. Dari pemilik juga siap melepas untuk kepentingan umum,” kata Setiawan.

Ia pun berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pada pihak desa. Sehingga proses pengadaan tanah dapat dilakukan. Selain itu ia mendesak agar pemerintah memastikan proses pembangunan segera dilakukan setelah pengadaan lahan tuntas.

“Kami harap bisa secepatnya dicairkan BKK. Untuk sementara kita layani di gedung serba guna di pasar desa itu dulu. Bagaimana pun situasinya kami siap melayani masyarakat,” kata Setiawan. 

(rb/eps/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia