Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Persetubuhan Anak di Pemogan, Denpasar

Kenal Lewat WhatsApp, Diajak ke Kos kemudian Gadis 13 Tahun Disetubuhi

15 Januari 2022, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Kenal Lewat WhatsApp, Diajak ke Kos kemudian Gadis 13 Tahun Disetubuhi

Ilustrasi, persetubuhan terhadap anak. (Dok Jawapos.com)

Share this      

Persetubuhan anak di Pemogan, Denpasar, akhirnya terkuak. Pelaku dan korban berkenalan lewat WhatsApp. Kemudian diajak ke kos dan disetubuhi.

 

ANDRE SULLA, Denpasar

Baca juga: Kajati Pastikan Aset Miliaran Mendiang Tri Nugraha Segera Dilelang

 

AGUNG, pemuda asal Jember ini akhirnya diringkus petugas dari petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar, di kosannya, Rabu (12/1). Dia ditangkap karena menyetubuhi gadis berusia 13 tahun berinisial DNA, di kos pelaku di Gang Biawak, Pemogan, Denpasar Selatan.

Informasi yang dihimpun Radarbali.id, Polresta Denpasar menerima laporan DNA yang didampingi orang tuanya, berinisial LR, 42, Selasa (11/1). Korban tinggal di Kecamatan Denpasar Timur.

Dari laporan tersebut, polisi pun bergerak dan membekuk Agung di kosnya. “Keesokannya langsung diamankan," tukas sumber di Polresta Denpasar, Jumat (14/1).

Saat diamankan di kos (TKP), Agus tidak berkutik. Namun, ia bersikeras menyatakan bahwa korban adalah pacarnya. Walaupun demikian, berpacaran dan menyetubuhi anak di bawah umur itu tindak pidana terhadap anak.


Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan, keterangan pelaku Agung masih  didalami. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar Iptu Ketut Sidia menambahkan, Agung sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dijelaskan Sudia, penangkapan terhadap Agung dilakukan pada Rabu (12/1) atau sehari setelah pihaknya memerima laporan dari orang tua LR, 42. Agung diamankan di kos yang menjadi tempat kejadian perkara itu. Dari hasil pemeriksaan, Agus menyebut DNA adalah pacarannya.

"Awalnya mereka berdua berkenalan melalui aplikasi WhatsApp," bebe Ketut Sidia.



Kemudian DNA diajak ke kos, hingga terjadi persetubuhan pada pada 15 Desember 2021 sekitar pukul 20.30 Wita. Ketut Sidia menyatakan, hubungan badan terjadi tidak dengan unsur paksaan.


"Ngakunya yang laki suka, perempuannya juga suka. Walaupun demikian dan apapun itu, yang namanya anak di bawah umur itu korban," tegas Ketut Sidia.

Atas perbuatannya, Agung dijerat dengan Pasal 81 UU RI 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(rb/dre/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia