Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Suami Penikam Istri Hingga Tewas di Sibang Kaja Cuma Dibui 7 Tahun

15 Januari 2022, 04: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Suami Penikam Istri Hingga Tewas di Sibang Kaja Cuma Dibui 7 Tahun

Terdakwa I Made Maranada alias Dek Ping (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR– Hanya karena istri pergi tanpa pamit dan pulang terlambat, I Made Maranada alias Dek Ping menjadi kalap.

Pria 35 tahun itu menikam Ni Luh Putu Russiani yang tak lain istrinya sendiri.

Sadisnya, setelah menikam Dek Ping meninggalkan istrinya bersimbah darah. Meski sempat ditolong tetangga dan mendapatkan perawatan intensif, nyawa istri Dek Ping tak tertolong.

Baca juga: Diduga Cas HP Pakai Charger Kodok, Rumah di Sukasada Ludes Terbakar

Dalam sidang Dek Ping dinyatakan bersalah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sesuai amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

“Sesuai putusan majelis hakim, terdakwa I Made Maranada divonis tujuh tahun penjara,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Imam Ramadhoni, kemarin (14/1).

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang diajukan JPU. Sebelumnya Jaksa Ramdhoni menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim. “Kami juga menerima,” tukas JPU Imam.

Dalam dakwaan diungkapkan, pada 18 Juni 2021 pukul 22.00 bertempat di rumah terdakwa di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung.

Terdakwa memarahi korban karena pergi tanpa izin dan pulang terlambat ke rumah.

Pertengkaran itu sempat terhenti. Bahkan, korban masih meminta suaminya untuk menemani pergi ke kamar mandi.

Namun seusai keluar dari kamar mandi, korban kembali diajak mengobrol oleh terdakwa di depan garasi untuk membahas pertengkaran sebelumnya.

Cek-cok pun tak terelakkan. Terdakwa yang gelap mata mengambil sebilah pisau dapur yang berada di bawah tumpukan karung.

Setelah menikam leher istrinya, terdakwa lari keluar rumah. Pisau yang digunakan untuk melukai istrinya itu ia jatuhkan ke tanah.

Di sisi lain, korban yang terkulai lemah dan bersimbah darah berusaha berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian datang menolong korban.

(rb/san/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia