alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Suami Penikam Istri Hingga Tewas di Sibang Kaja Cuma Dibui 7 Tahun

DENPASAR– Hanya karena istri pergi tanpa pamit dan pulang terlambat, I Made Maranada alias Dek Ping menjadi kalap.

Pria 35 tahun itu menikam Ni Luh Putu Russiani yang tak lain istrinya sendiri.

Sadisnya, setelah menikam Dek Ping meninggalkan istrinya bersimbah darah. Meski sempat ditolong tetangga dan mendapatkan perawatan intensif, nyawa istri Dek Ping tak tertolong.

Dalam sidang Dek Ping dinyatakan bersalah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sesuai amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

“Sesuai putusan majelis hakim, terdakwa I Made Maranada divonis tujuh tahun penjara,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Imam Ramadhoni, kemarin (14/1).

Baca Juga:  Nekat Terobos Lampu Merah, Tabrak Mati Korban, Dituntut 1,5 Tahun Bui

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang diajukan JPU. Sebelumnya Jaksa Ramdhoni menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim. “Kami juga menerima,” tukas JPU Imam.

Dalam dakwaan diungkapkan, pada 18 Juni 2021 pukul 22.00 bertempat di rumah terdakwa di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung.

Terdakwa memarahi korban karena pergi tanpa izin dan pulang terlambat ke rumah.

Pertengkaran itu sempat terhenti. Bahkan, korban masih meminta suaminya untuk menemani pergi ke kamar mandi.

Namun seusai keluar dari kamar mandi, korban kembali diajak mengobrol oleh terdakwa di depan garasi untuk membahas pertengkaran sebelumnya.

Baca Juga:  Pembunuh Adik Kandung karena Rebutan Warisan di Buleleng Dibui 8 Tahun

Cek-cok pun tak terelakkan. Terdakwa yang gelap mata mengambil sebilah pisau dapur yang berada di bawah tumpukan karung.

Setelah menikam leher istrinya, terdakwa lari keluar rumah. Pisau yang digunakan untuk melukai istrinya itu ia jatuhkan ke tanah.

Di sisi lain, korban yang terkulai lemah dan bersimbah darah berusaha berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian datang menolong korban.


DENPASAR– Hanya karena istri pergi tanpa pamit dan pulang terlambat, I Made Maranada alias Dek Ping menjadi kalap.

Pria 35 tahun itu menikam Ni Luh Putu Russiani yang tak lain istrinya sendiri.

Sadisnya, setelah menikam Dek Ping meninggalkan istrinya bersimbah darah. Meski sempat ditolong tetangga dan mendapatkan perawatan intensif, nyawa istri Dek Ping tak tertolong.

Dalam sidang Dek Ping dinyatakan bersalah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sesuai amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

“Sesuai putusan majelis hakim, terdakwa I Made Maranada divonis tujuh tahun penjara,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Imam Ramadhoni, kemarin (14/1).

Baca Juga:  Pembunuh Adik Kandung karena Rebutan Warisan di Buleleng Dibui 8 Tahun

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang diajukan JPU. Sebelumnya Jaksa Ramdhoni menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim. “Kami juga menerima,” tukas JPU Imam.

Dalam dakwaan diungkapkan, pada 18 Juni 2021 pukul 22.00 bertempat di rumah terdakwa di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung.

Terdakwa memarahi korban karena pergi tanpa izin dan pulang terlambat ke rumah.

Pertengkaran itu sempat terhenti. Bahkan, korban masih meminta suaminya untuk menemani pergi ke kamar mandi.

Namun seusai keluar dari kamar mandi, korban kembali diajak mengobrol oleh terdakwa di depan garasi untuk membahas pertengkaran sebelumnya.

Baca Juga:  Didakwa KDRT, Terdakwa Ini Bongkar Borok Perselingkuhan Istrinya

Cek-cok pun tak terelakkan. Terdakwa yang gelap mata mengambil sebilah pisau dapur yang berada di bawah tumpukan karung.

Setelah menikam leher istrinya, terdakwa lari keluar rumah. Pisau yang digunakan untuk melukai istrinya itu ia jatuhkan ke tanah.

Di sisi lain, korban yang terkulai lemah dan bersimbah darah berusaha berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian datang menolong korban.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/