alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Dikenal Banyak Kasus, Sempat Sembunyi di Lemari Saat Digerebek Polisi

PERNAH mendekam di balik jeruji besi seperti tak membuat I Made Murdana alias MM alias Jeruk, 48, jera.

Sebaliknya, pria bertubuh gempal dan bertato ini kembali berulah.

Bedanya kali ini, Murdana bukan ditangkap karena melakukan penganiayaan. Melainkan, ia ditangkap bersama belasan pemuda karena memprovokasi warga dan membawa senjata tajam jenis celurit saat malam pengerupukan, pada Sabtu (13/3) lalu.

Lalu siapa sebenarnya Jeruk?

 

MADE DWIJA PUTRA, Denpasar  

 

Sebagai mantan anggota salah satu ormas di Bali, nama Jeruk sempat melambung dan menggegerkan warga.

Namanya sempat mendadak tenar gara-gara menganiaya salah seorang pecalang bernama, I Putu Sunartawan, 55, di Balai Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, sekitar September 2017 silam.

Selain menampar korban (pecalang), saat itu, Jeruk juga menikam korban dibagian pinggang kanan Sunartawan hingga jatuh tersungkur.

Baca Juga:  Ternyata, Ini Asal-Usul Sajam yang Ditemukan Dekat Jasad Korban di TKP

Usai melakukan penganiayaan, Jeruk kabur.  Setelah dua hari kabur, Jeruk akhirnya dibekuk . Penangkapan Jeruk, itu setelah polisi dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat menggerebek rumah Jeruk di Jalan Raganata, Banjar Liligundi, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

Menariknya, dari penuturan Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra kala itu, Jeruk ditangkap saat sembunyi di dalam lemari.

Bahkan kata Iptu Aan, Jeruk memang dikenal banyak kasus. “Banyak kasus dia,”tandas Iptu Aan saat itu.

Kini setelah bebas dari kasus, ia kembali ditangkap.

Jeruk ditangkap polisi karena memiliki sebilah celurit dan diduga memprovokasi sejumlah pemuda saat malam pengerupukan pada Sabtu (13/3) di Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara agar mengarak ogoh-ogoh. 

Baca Juga:  Sebelum Tewas Ditebas, Korban Dikeroyok, Dipukuli dan Dilempari Batu

“Pelaku diamankan karena dia memprovokasi orang yang bukan warga di sana,” kata Kombes Jansen, Senin (15/3).

Kata Kombespol Jansen, ada 18 orang yang diamankan polisi. “Kami amankan ke Polsek Denpasar Barat. Selain itu juga ada 13 sepeda motor ikut diamankan,” imbuh Jansen. 

Saat diamankan, polisi memeriksa barang bawaan para pelaku. Ditemukan sebilah celurit dari pelaku. Sementara itu remaja lain ikut diinterogasi. Mereka mengaku mengarak ogoh-ogoh karena disuruh oleh pelaku Jeruk. 

Selanjutnya, belasan remaja itu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara Jeruk masih ditahan atas kepemilikan senjata tajam dan memprovokasi belasan remaja.

 “Pelaku kami tahan dan tetap diproses,” tukas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

- Advertisement -

- Advertisement -

PERNAH mendekam di balik jeruji besi seperti tak membuat I Made Murdana alias MM alias Jeruk, 48, jera.

Sebaliknya, pria bertubuh gempal dan bertato ini kembali berulah.

Bedanya kali ini, Murdana bukan ditangkap karena melakukan penganiayaan. Melainkan, ia ditangkap bersama belasan pemuda karena memprovokasi warga dan membawa senjata tajam jenis celurit saat malam pengerupukan, pada Sabtu (13/3) lalu.


Lalu siapa sebenarnya Jeruk?

 

MADE DWIJA PUTRA, Denpasar  

 

Sebagai mantan anggota salah satu ormas di Bali, nama Jeruk sempat melambung dan menggegerkan warga.

Namanya sempat mendadak tenar gara-gara menganiaya salah seorang pecalang bernama, I Putu Sunartawan, 55, di Balai Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, sekitar September 2017 silam.

Selain menampar korban (pecalang), saat itu, Jeruk juga menikam korban dibagian pinggang kanan Sunartawan hingga jatuh tersungkur.

Baca Juga:  Sebelum Tewas Ditebas, Korban Dikeroyok, Dipukuli dan Dilempari Batu

Usai melakukan penganiayaan, Jeruk kabur.  Setelah dua hari kabur, Jeruk akhirnya dibekuk . Penangkapan Jeruk, itu setelah polisi dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat menggerebek rumah Jeruk di Jalan Raganata, Banjar Liligundi, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

Menariknya, dari penuturan Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra kala itu, Jeruk ditangkap saat sembunyi di dalam lemari.

Bahkan kata Iptu Aan, Jeruk memang dikenal banyak kasus. “Banyak kasus dia,”tandas Iptu Aan saat itu.

Kini setelah bebas dari kasus, ia kembali ditangkap.

Jeruk ditangkap polisi karena memiliki sebilah celurit dan diduga memprovokasi sejumlah pemuda saat malam pengerupukan pada Sabtu (13/3) di Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara agar mengarak ogoh-ogoh. 

Baca Juga:  Terbukti Pungli, Kelian Dinas Buahan Hanya Divonis Setahun

“Pelaku diamankan karena dia memprovokasi orang yang bukan warga di sana,” kata Kombes Jansen, Senin (15/3).

Kata Kombespol Jansen, ada 18 orang yang diamankan polisi. “Kami amankan ke Polsek Denpasar Barat. Selain itu juga ada 13 sepeda motor ikut diamankan,” imbuh Jansen. 

Saat diamankan, polisi memeriksa barang bawaan para pelaku. Ditemukan sebilah celurit dari pelaku. Sementara itu remaja lain ikut diinterogasi. Mereka mengaku mengarak ogoh-ogoh karena disuruh oleh pelaku Jeruk. 

Selanjutnya, belasan remaja itu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara Jeruk masih ditahan atas kepemilikan senjata tajam dan memprovokasi belasan remaja.

 “Pelaku kami tahan dan tetap diproses,” tukas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/