26.5 C
Denpasar
Thursday, March 30, 2023

Yakin Ditipu, Manajemen BPR Lestari Disebut Ngarang-ngarang Opini

DENPASAR,radarbali.id – Pernyataan manajemen BPR Lestari yang disiarkan lewat hak jawab malah menjadi bahan tertawaan sedikitnya 52 nasabah korban kejahatan perbankan. Pasalnya, pihak nasabah memastikan Mabes Polri akan melakukan gelar perkara atas laporan Khie Sin, 64. Oleh sebab itu klarifikasi dan hak jawab manajemen BPR Lestari disebut ngae-ngae alias mengarang opini.

Kepada Jawa Pos Radar Bali dan radarbali.id, Matheus Ramses R, mengungkapkan bahwa klien banyak mengalami kerugian lantaran banyak hilangnya uang yang tidak teridentifikasi. “Bahkan kliennya Khie Sin sudah bertanya ke wanita bernama Tuti Sri Andayani selaku Direksi Bisnis BPR Lestari melalui via pesan WhatsApp tetapi sampai hari inipun belum juga ada jawaban,” tutur Matheus selaku kuasa hukum, di Denpasar, Selasa 14 Maret 2023.

Dikatakan, Khie Sin sudah membayar pinjamannya dengan kode 3900 (untuk pembayaran angsuran pinjaman atau Auto Debet) sesuai dengan aturan yang jelas dan tertulis di Rekening Koran. Tetapi pembayaran ke kode 3900, dialihkan oleh manajemen tanpa sepengatahuan korban ke bunga pinjaman dengan kode 3910 (untuk pembayaran bunga pinjaman). Tentu saja pinjaman Khie Sin tidak terpotong sehingga tidak ada penurunan utangnya. “Oleh sebab itu saya merasa ditipu,” sambung Khie Sin.

Baca Juga:  Vila Toraja Bambu di Pecatu Terbakar, Pemilik Rugi Miliaran Rupiah

Direspon. Apa yang disampaikan oleh pihak manajemen BPR terkait berita tanggal 13  Maret 2023 atas jawaban yang disampaikan sangat tidak berdasarkan fakta yang ada.

Terkait SP3 yang disampaikan oleh pihak BPR terhadap kliennya, dia menegaskan kliennya tidak menerima informasi atau surat atau pemberitahuan terkait berita acara dikeluarkannya SP3 oleh Polda Bali. “Yang menjadi pertanyaan kami, apakah Dumas bisa di SP3 oleh Polda Bali,” tambahnya.

Dikatakan, Khie Sin membuat pengaduan dalam bentuk dumas di polda bali itu benar. Da kliennya baru dipanggil satu kali oleh pihak Polda, dan seiring berjalannya waktu, tidak dipanggil-panggil lagi terkait Dumas yang di Polda Bali. “Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum membuat laporan ditingkat yang lebih atas yaitu Mabes Polri,” pungkas pengacara adalah Maluku ini.

Dan kalau memang dumas dihentikan lalu berita acara penghentian mana? Dan Kgie Sin tidak menerima hasil berita aca penghentian Dumasnya oleh polda ball. Dan Sekalipun dihentikan, masi ada upaya hukum, baik terkait SP3 dan penghentian terkait Dumas di polda bali. Dan, SP3 bisa dibuka kembali dan bisa diajukan untuk digelar kembali, dikarnakan tidak memenuhi rasa keadilan, yang bermatabat bagi pencari keadilan.

Baca Juga:  Riil, Kurir Residivis Narkoba Ini Dikenal Lihai Menghindar dari Polisi

Selaku kuasa hukum dengan Surat Kuasa Khusus yang diberikan, yaitu untuk membela kepentingan klien kami sesuai dengan Konstitusi, UU dan Hukum, serta mengajukan upaya hukum baik secara Pidana, Perdata, dan Hak Asasi Manusia.

Kalau memang BPR Lestari memeliki SP3 terkait Dumas yg dilaporkan oleh kliennya di Polda Bali, maka perlihatkan bukti SP3 yang dikeluarkan oleh Polda Bali. “Laporan di Polda Dumas Perdata dan di Mabes Polri Tindak Pidana. Jadi jangan salah,” tutupnya. Teekait dengan ini, Tuti Sri Andayani selaku Direksi Bisnis BPR Lestari tidak menerima panggilan telepon. Pun melalui via pesan WhatsApp tidak direspon.

Seperti berita sebelumnya, Direktur Utama Bank BPR Lestari Pribadi Budiono dilaporkan ke Mabes Polri oleh salah satu dari 25 orang nasabah, yakni Khie Sin, 64. Laporan dengan nomor LP/B/0612/X/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 25 Oktober 2022 itu dilakukan atas dugaan tindak pidana kejahatan perbankan yang merugikan pelapor miliaran rupiah. (dre/rid)



DENPASAR,radarbali.id – Pernyataan manajemen BPR Lestari yang disiarkan lewat hak jawab malah menjadi bahan tertawaan sedikitnya 52 nasabah korban kejahatan perbankan. Pasalnya, pihak nasabah memastikan Mabes Polri akan melakukan gelar perkara atas laporan Khie Sin, 64. Oleh sebab itu klarifikasi dan hak jawab manajemen BPR Lestari disebut ngae-ngae alias mengarang opini.

Kepada Jawa Pos Radar Bali dan radarbali.id, Matheus Ramses R, mengungkapkan bahwa klien banyak mengalami kerugian lantaran banyak hilangnya uang yang tidak teridentifikasi. “Bahkan kliennya Khie Sin sudah bertanya ke wanita bernama Tuti Sri Andayani selaku Direksi Bisnis BPR Lestari melalui via pesan WhatsApp tetapi sampai hari inipun belum juga ada jawaban,” tutur Matheus selaku kuasa hukum, di Denpasar, Selasa 14 Maret 2023.

Dikatakan, Khie Sin sudah membayar pinjamannya dengan kode 3900 (untuk pembayaran angsuran pinjaman atau Auto Debet) sesuai dengan aturan yang jelas dan tertulis di Rekening Koran. Tetapi pembayaran ke kode 3900, dialihkan oleh manajemen tanpa sepengatahuan korban ke bunga pinjaman dengan kode 3910 (untuk pembayaran bunga pinjaman). Tentu saja pinjaman Khie Sin tidak terpotong sehingga tidak ada penurunan utangnya. “Oleh sebab itu saya merasa ditipu,” sambung Khie Sin.

Baca Juga:  TERBARU! Semalam di Kantor Polisi, Dokter Residen Gadungan Akhirnya..

Direspon. Apa yang disampaikan oleh pihak manajemen BPR terkait berita tanggal 13  Maret 2023 atas jawaban yang disampaikan sangat tidak berdasarkan fakta yang ada.

Terkait SP3 yang disampaikan oleh pihak BPR terhadap kliennya, dia menegaskan kliennya tidak menerima informasi atau surat atau pemberitahuan terkait berita acara dikeluarkannya SP3 oleh Polda Bali. “Yang menjadi pertanyaan kami, apakah Dumas bisa di SP3 oleh Polda Bali,” tambahnya.

Dikatakan, Khie Sin membuat pengaduan dalam bentuk dumas di polda bali itu benar. Da kliennya baru dipanggil satu kali oleh pihak Polda, dan seiring berjalannya waktu, tidak dipanggil-panggil lagi terkait Dumas yang di Polda Bali. “Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum membuat laporan ditingkat yang lebih atas yaitu Mabes Polri,” pungkas pengacara adalah Maluku ini.

Dan kalau memang dumas dihentikan lalu berita acara penghentian mana? Dan Kgie Sin tidak menerima hasil berita aca penghentian Dumasnya oleh polda ball. Dan Sekalipun dihentikan, masi ada upaya hukum, baik terkait SP3 dan penghentian terkait Dumas di polda bali. Dan, SP3 bisa dibuka kembali dan bisa diajukan untuk digelar kembali, dikarnakan tidak memenuhi rasa keadilan, yang bermatabat bagi pencari keadilan.

Baca Juga:  BPN Terapkan Program HT-Elektronik, BPR Lestari Pionir di Indonesia

Selaku kuasa hukum dengan Surat Kuasa Khusus yang diberikan, yaitu untuk membela kepentingan klien kami sesuai dengan Konstitusi, UU dan Hukum, serta mengajukan upaya hukum baik secara Pidana, Perdata, dan Hak Asasi Manusia.

Kalau memang BPR Lestari memeliki SP3 terkait Dumas yg dilaporkan oleh kliennya di Polda Bali, maka perlihatkan bukti SP3 yang dikeluarkan oleh Polda Bali. “Laporan di Polda Dumas Perdata dan di Mabes Polri Tindak Pidana. Jadi jangan salah,” tutupnya. Teekait dengan ini, Tuti Sri Andayani selaku Direksi Bisnis BPR Lestari tidak menerima panggilan telepon. Pun melalui via pesan WhatsApp tidak direspon.

Seperti berita sebelumnya, Direktur Utama Bank BPR Lestari Pribadi Budiono dilaporkan ke Mabes Polri oleh salah satu dari 25 orang nasabah, yakni Khie Sin, 64. Laporan dengan nomor LP/B/0612/X/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 25 Oktober 2022 itu dilakukan atas dugaan tindak pidana kejahatan perbankan yang merugikan pelapor miliaran rupiah. (dre/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru