alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ini Sosok Ajik Genjing, Korban Maut Bus Pariwisata Versi Sang Anak

DENPASAR – Jenazah IB Putu Adnyana, korban laka maut di depan objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) masih di kamar jenazah RS Sanglah.

Jenazah korban belum bisa dipulangkan mengingat masih dalam tahap pemeriksaan pihak kepolisian dan tim forensik. Hasilnya, jenazah pun penuh luka.

Anak korban, Gus Dwi, 24 mengenang ayahnya sebagai sosok ayah kuat dan kerap mendidik anaknya tentang nilai kerja keras semasa hidup di dunia ini.

“Pernah saya dulu diajak menemani ayah nyupir taxi. Pernah juga beliau bawakan kami durian, lalu saya diajak jualan. Beliau lah yang mengajari saya mandiri dan bekerja keras,” ungkapnya.

Begitu juga dikatakan Andhika, keluarga korban lainnya. Katanya, Ajik Genjing panggilan akrabnya, selain dikenal sebagai orang yang  bekerja keras menghidupi keluarga.

Baca Juga:  TRAGIS! Nyeberang, Diseruduk Motor, Pekak Kenyeb Tewas Bersimbah Darah

Almarhum  juga dikenal memiliki solidaritas yang tinggi. “Orangnya memang nggak bisa diam. Juga rajin dan suka menolong. Sering bolak-balik Buleleng kesini bantu-bantu acara keluarga,” tuturnya.

Kecelakaan yang menimpa IB Putu Adnyana sendiri berlangsung begitu cepat. Menuru saksi mata, kecelakaan berlangsung ketika korban baru turun dari mobil pengangkut babi.

“Korban baru berhenti dan buka pintu untuk turun. Saat menginjakkan kaki ke tanah, bus maut langsung menghantamnya. Korban meninggal di tempat kejadian,” ujar Putu Hadi, 35, saksi di TKP.

Sumber lain mengatakan korban IB Putu Adnyana, pengemudi mobil pengangkut babi ini, saat itu bersama saksi Ida Kade Suta, 56. Suta adalah warga Gelogor Indah 1 B,  Denpasar

Baca Juga:  Tertangkap Usai Kabur ke Gang Buntu,Pelajar Mewek saat Ditilang Polisi

“Jadi,  saksi bersama korban IB Putu Adnyana, datang dari Pecatu habis mengambil ternak babi dengan menggunakan mobil Daihatsu Grand Max dan hendak menuju Desa Banjar, Singaraja,” beber warga.

Saat itu mereka berhenti di depan pintu masuk GWK dan hendak membeli kopi. Saksi lalu turun terlebih dulu dan korban memarkirkan mobil. Usai parkir, IB Putu Adnyana menutup pintu mobil.

“Tiba-tiba ditabrak bus sehingga korban terseret dan meninggal dunia. Pengemudi Mobil bus pariwisata kabur,” bebernya. 



DENPASAR – Jenazah IB Putu Adnyana, korban laka maut di depan objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) masih di kamar jenazah RS Sanglah.

Jenazah korban belum bisa dipulangkan mengingat masih dalam tahap pemeriksaan pihak kepolisian dan tim forensik. Hasilnya, jenazah pun penuh luka.

Anak korban, Gus Dwi, 24 mengenang ayahnya sebagai sosok ayah kuat dan kerap mendidik anaknya tentang nilai kerja keras semasa hidup di dunia ini.

“Pernah saya dulu diajak menemani ayah nyupir taxi. Pernah juga beliau bawakan kami durian, lalu saya diajak jualan. Beliau lah yang mengajari saya mandiri dan bekerja keras,” ungkapnya.

Begitu juga dikatakan Andhika, keluarga korban lainnya. Katanya, Ajik Genjing panggilan akrabnya, selain dikenal sebagai orang yang  bekerja keras menghidupi keluarga.

Baca Juga:  HEBOH Mahasiswi di Denpasar Bunuh Diri di Kamar Kosnya

Almarhum  juga dikenal memiliki solidaritas yang tinggi. “Orangnya memang nggak bisa diam. Juga rajin dan suka menolong. Sering bolak-balik Buleleng kesini bantu-bantu acara keluarga,” tuturnya.

Kecelakaan yang menimpa IB Putu Adnyana sendiri berlangsung begitu cepat. Menuru saksi mata, kecelakaan berlangsung ketika korban baru turun dari mobil pengangkut babi.

“Korban baru berhenti dan buka pintu untuk turun. Saat menginjakkan kaki ke tanah, bus maut langsung menghantamnya. Korban meninggal di tempat kejadian,” ujar Putu Hadi, 35, saksi di TKP.

Sumber lain mengatakan korban IB Putu Adnyana, pengemudi mobil pengangkut babi ini, saat itu bersama saksi Ida Kade Suta, 56. Suta adalah warga Gelogor Indah 1 B,  Denpasar

Baca Juga:  Alit Ketek Dijebloskan ke Lapas Kerobokan, Diadili Usai Lebaran

“Jadi,  saksi bersama korban IB Putu Adnyana, datang dari Pecatu habis mengambil ternak babi dengan menggunakan mobil Daihatsu Grand Max dan hendak menuju Desa Banjar, Singaraja,” beber warga.

Saat itu mereka berhenti di depan pintu masuk GWK dan hendak membeli kopi. Saksi lalu turun terlebih dulu dan korban memarkirkan mobil. Usai parkir, IB Putu Adnyana menutup pintu mobil.

“Tiba-tiba ditabrak bus sehingga korban terseret dan meninggal dunia. Pengemudi Mobil bus pariwisata kabur,” bebernya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/