alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Rekam Aksi Tenggak Miras, ABG di Klungkung Ancam Pemabuk dengan Pisau

SEMARAPURA – Di tengah mewabahnya corona virus disease (Covid-19), masih saja ada masyarakat yang nekat berkumpul sembari menenggak minuman keras (miras).

Bahkan, kumpul-kumpul sembari menegak miras itu berakhir dengan peristiwa pengancaman menggunakan senjata tajam, seperti yang terjadi di Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Senin (13/4) malam lalu.

Peristiwa pengancaman dengan senjata tajam itu bermula ketika Gede Darma Cahyadinata, 24, dan Wayan Sugiarta, 34, asal Banjar Tangkas,

Desa Gelgel berkumpul dan menenggak miras bersama dua orang rekan lainnya di pinggir jalan depan rumah seorang warga, Banjar Tangkas, Desa Gelgel.

Tiba-tiba Kadek W, 16 asal, Banjar Tangkas, Desa Gelgel melintas dengan mengendarai sepeda gayung.

Baca Juga:  DUH GUSTI! Korban Babak Belur Dihajar Massa, Pelaku Tak Diproses Hukum

Salah seorang teman Cahyadinata dan Sugiarta kemudian melihat Kadek W melintas sembari merekam mereka menggunakan telepon genggam.

Kadek W yang pada saat itu langsung ditegur berkilah dan akhirnya terjadi percekcokan. Kadek W yang merasa kesal, menantang mereka.

Untung saja warga berhasil merelai dan Kadek W pergi dari lokasi. Namun sayang, Kadek W kembali lagi ke lokasi dengan membawa senjata tajam berupa pisau dan mengejar Cahyadinata serta Sugiarta.

Merasa terancam, keduanya langsung berlari menjauhi Kadek W. Pasalnya korban dan pelaku merupakan teman sesama satu banjar dan dalam pergaulan sehari-hari tidak pernah ada masalah.

Saat kejadian pelaku maupun korban dalam pengaruh minuman beralkohol. Kasubaghumas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Laporkan AWK ke Polda, Ngurah Harta Tegaskan Tidak Ada Intrik Politik

Pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut telah dibawa ke Polres Klungkung untuk dimintai keterangannya. “Pelaku dan korban sepakat damai,” ujar AKP Gede Ardana. 



SEMARAPURA – Di tengah mewabahnya corona virus disease (Covid-19), masih saja ada masyarakat yang nekat berkumpul sembari menenggak minuman keras (miras).

Bahkan, kumpul-kumpul sembari menegak miras itu berakhir dengan peristiwa pengancaman menggunakan senjata tajam, seperti yang terjadi di Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Senin (13/4) malam lalu.

Peristiwa pengancaman dengan senjata tajam itu bermula ketika Gede Darma Cahyadinata, 24, dan Wayan Sugiarta, 34, asal Banjar Tangkas,

Desa Gelgel berkumpul dan menenggak miras bersama dua orang rekan lainnya di pinggir jalan depan rumah seorang warga, Banjar Tangkas, Desa Gelgel.

Tiba-tiba Kadek W, 16 asal, Banjar Tangkas, Desa Gelgel melintas dengan mengendarai sepeda gayung.

Baca Juga:  Nekat Beroperasi, Buruh Angkut Pasir di Zona Merah Tertimpa Galian C

Salah seorang teman Cahyadinata dan Sugiarta kemudian melihat Kadek W melintas sembari merekam mereka menggunakan telepon genggam.

Kadek W yang pada saat itu langsung ditegur berkilah dan akhirnya terjadi percekcokan. Kadek W yang merasa kesal, menantang mereka.

Untung saja warga berhasil merelai dan Kadek W pergi dari lokasi. Namun sayang, Kadek W kembali lagi ke lokasi dengan membawa senjata tajam berupa pisau dan mengejar Cahyadinata serta Sugiarta.

Merasa terancam, keduanya langsung berlari menjauhi Kadek W. Pasalnya korban dan pelaku merupakan teman sesama satu banjar dan dalam pergaulan sehari-hari tidak pernah ada masalah.

Saat kejadian pelaku maupun korban dalam pengaruh minuman beralkohol. Kasubaghumas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Satu Korban Pemancing di Pantai Mimba Diaben

Pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut telah dibawa ke Polres Klungkung untuk dimintai keterangannya. “Pelaku dan korban sepakat damai,” ujar AKP Gede Ardana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/