alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Ketiduran Saat Rumah Terbakar, Pemilik Nyaris Ikut Terpanggang

SINGARAJA– Sebuah rumah terbakar di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu pada Rabu (14/4) lalu. 

Tragisnya, pemilik rumah nyaris saja ikut menjadi korban karena ketiduran di salah satu kamar. 

Beruntung tetangga berhasil membangunkan korban, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut salah seorang warga setempat, Nyoman Agus Tri, insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.30 pagi. 

Saat itu warga tengah disibukkan dengan prosesi persembahyangan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Busungbiu. Tiba-tiba saja warga dibuat terkejut dengan informasi adanya kebakaran.

“Lokasinya di sebelah utara pasar. Tahu-tahu orang sudah teriak ada kebakaran. Apinya sudah besar di belakang rumah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tim Tipiter Polres Buleleng Buru Penyebar Video Mesum Siswa Tejakula

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, saat peristiwa terjadi, Made Suartiasa, 53, pemilik rumah tengah tertidur di kamar depan. 

Tiba-tiba saja api sudah membubung di bagian kamar belakang. Suartiasa kemudian dibangunkan oleh salah seorang tetangganya, Made Sukradi.

 Korban pun langsung berlari keluar rumah sekaligus meminta bantuan warga untuk memadamkan api.

Kapolsek Busungbiu AKP Nengah Budiarta mengatakan, bagian atap rumah beserta isinya ludes terbakar.

 “Saat kejadian korban ini sedang sendirian di rumah, tidur di kamar depan. Sedangkan anak dan istrinya sembahyang di pura.

Tiba-tiba dibangungkan tetangganya, karena rumahnya sudah terbakar,” kata Budiarta saat dihubungi kemarin (15/4).

Baca Juga:  Usai Mantan Sekda, Giliran Wabup Sutjidra Akui Terima Uang Sewa Rumjab

Dari hasil penyelidikan polisi, diduga kuat kebakaran terjadi karena dupa yang ditinggalkan tetap menyala usai melakukan persembahyangan.

“Dugaan sementara dupa di pelangkiran, jatuh di atas kasur sehingga memicu kebakaran,” ujar Budiarta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemilik rumah menyatakan kerugian akibat peristiwa itu mencapai Rp 300 juta.

- Advertisement -
- Advertisement -

SINGARAJA– Sebuah rumah terbakar di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu pada Rabu (14/4) lalu. 

Tragisnya, pemilik rumah nyaris saja ikut menjadi korban karena ketiduran di salah satu kamar. 

Beruntung tetangga berhasil membangunkan korban, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Menurut salah seorang warga setempat, Nyoman Agus Tri, insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.30 pagi. 

Saat itu warga tengah disibukkan dengan prosesi persembahyangan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Busungbiu. Tiba-tiba saja warga dibuat terkejut dengan informasi adanya kebakaran.

“Lokasinya di sebelah utara pasar. Tahu-tahu orang sudah teriak ada kebakaran. Apinya sudah besar di belakang rumah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Terungkap, Sempat Ngaku Disekap di Kafe, Tiga Waitress Ternyata Mabuk

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, saat peristiwa terjadi, Made Suartiasa, 53, pemilik rumah tengah tertidur di kamar depan. 

Tiba-tiba saja api sudah membubung di bagian kamar belakang. Suartiasa kemudian dibangunkan oleh salah seorang tetangganya, Made Sukradi.

 Korban pun langsung berlari keluar rumah sekaligus meminta bantuan warga untuk memadamkan api.

Kapolsek Busungbiu AKP Nengah Budiarta mengatakan, bagian atap rumah beserta isinya ludes terbakar.

 “Saat kejadian korban ini sedang sendirian di rumah, tidur di kamar depan. Sedangkan anak dan istrinya sembahyang di pura.

Tiba-tiba dibangungkan tetangganya, karena rumahnya sudah terbakar,” kata Budiarta saat dihubungi kemarin (15/4).

Baca Juga:  Aniaya Security Hotel Bandara, Bule Australia Ternyata Gila Benaran

Dari hasil penyelidikan polisi, diduga kuat kebakaran terjadi karena dupa yang ditinggalkan tetap menyala usai melakukan persembahyangan.

“Dugaan sementara dupa di pelangkiran, jatuh di atas kasur sehingga memicu kebakaran,” ujar Budiarta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemilik rumah menyatakan kerugian akibat peristiwa itu mencapai Rp 300 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/