alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sebelum Ditemukan Ngambang di Sumur, Korban Baru 2 Hari Keluar dari RS

INSIDEN bunuh diri yang dilakukan  Kakek I Made Warna, 85, benar-benar menghebohkan warga sekitar.

Diduga karena alamai depresi berat, pekak warga Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ini, Rabu malam (14/4) nekat menceburkan diri ke sumur sedalam 17 meter.

ANDRE SULLA, Badung

USAI berhasil dievakuasi dari dasar sumur, jasad korban langsung dibawa ke RS untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara ditengah pemeriksaan medis terhadap jasad korban, polisi juga langsung meminta keterangan sejumlah saksi.

Kassubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa dikonfirmasi, Kamis (15/4) mengatakan, ada dua saksi yang dimintai keterangan.

Kedua saksi itu, yakni  Saksi I Made Mayura, 58, dan I Nyoman Nuada, 61.

Baca Juga:  Pasutri di Tabanan Kompak Bunuh Diri Makan Roti Campur Racun Tikus

Kedua saksi merupakan warga Bajar  Benehkawan, Desa Blakiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Sesuai keterangan saksi, sebelum insiden bunuh diri mendianh Warna dikatakan baru keluar dari RSUD Mangusada, Kapal, Badung, pada Selasa (13/4) karena terpapar Covid-19.

Usai keluar dari RSUD Mangusada, pihak RS menyarakan kepada korban untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya. 

I Made Mayura, 58, dan I Nyoman Nuada, 61, mengetahui bahwa Selasa itu ia sudah pilang, keduanya lalu betandang ke rumah Warna. 

Keduanya mengetuk pintu bahkan memanggil nama pekak (korban), sama sekali tidak direspon.
Singkat cerita, karena tidak menemukan korban, keduanya kemudian mencari korban di sekitar rumahnya dengan maksud akan memberikan obat, sekitar pukul 21.15. 

Setelah di cek di kawasan sumur ternyata penutup sumur dalam keadaan terbuka.

Baca Juga:  Edan! Hamil Besar, Sembunyikan Kokain di Pembalut, Ibu Ini Terancam..

“Ya I Made Mayura dan I Nyoman Nuada penasaran dan melihat ke dalam sumur menggunakan senter. Ternyata kakek ini sudah mengembang di permukaan air di dalam sumur yang kedalamannya mencapai 17 meter,” beber Iptu I Ketut Oka Bawa. 

Atas kejadian itu, kedua saksi langsung menghubungi pihak kepolisian.
Selanjutnya, dengan dibantu petugas BPBD Kecamatan Abiansemal dan tim SAR, jasad korban kemudian dievakuasi ke atas.

“Menurut keterangan keluarga korban, selain terpapar Covid, pekak ini sudah lama mengidap penyakit Depresi dan rabun mata dan lambung.”terangnya.

Sementara itu, usai melakukan evakusi, sekitar pukul 00.30, tim gabungan berhasil mengangkat jasad korban dari dasar sumur.


INSIDEN bunuh diri yang dilakukan  Kakek I Made Warna, 85, benar-benar menghebohkan warga sekitar.

Diduga karena alamai depresi berat, pekak warga Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ini, Rabu malam (14/4) nekat menceburkan diri ke sumur sedalam 17 meter.

ANDRE SULLA, Badung

USAI berhasil dievakuasi dari dasar sumur, jasad korban langsung dibawa ke RS untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara ditengah pemeriksaan medis terhadap jasad korban, polisi juga langsung meminta keterangan sejumlah saksi.

Kassubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa dikonfirmasi, Kamis (15/4) mengatakan, ada dua saksi yang dimintai keterangan.

Kedua saksi itu, yakni  Saksi I Made Mayura, 58, dan I Nyoman Nuada, 61.

Baca Juga:  Pastikan Alami Gangguan Jiwa, Penerobos Mako Brimob Polda Bali Dilepas

Kedua saksi merupakan warga Bajar  Benehkawan, Desa Blakiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Sesuai keterangan saksi, sebelum insiden bunuh diri mendianh Warna dikatakan baru keluar dari RSUD Mangusada, Kapal, Badung, pada Selasa (13/4) karena terpapar Covid-19.

Usai keluar dari RSUD Mangusada, pihak RS menyarakan kepada korban untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya. 

I Made Mayura, 58, dan I Nyoman Nuada, 61, mengetahui bahwa Selasa itu ia sudah pilang, keduanya lalu betandang ke rumah Warna. 

Keduanya mengetuk pintu bahkan memanggil nama pekak (korban), sama sekali tidak direspon.
Singkat cerita, karena tidak menemukan korban, keduanya kemudian mencari korban di sekitar rumahnya dengan maksud akan memberikan obat, sekitar pukul 21.15. 

Setelah di cek di kawasan sumur ternyata penutup sumur dalam keadaan terbuka.

Baca Juga:  Jebol Jendela Kamar, Anak Temukan Ibu Tewas Gantung Diri di Denpasar

“Ya I Made Mayura dan I Nyoman Nuada penasaran dan melihat ke dalam sumur menggunakan senter. Ternyata kakek ini sudah mengembang di permukaan air di dalam sumur yang kedalamannya mencapai 17 meter,” beber Iptu I Ketut Oka Bawa. 

Atas kejadian itu, kedua saksi langsung menghubungi pihak kepolisian.
Selanjutnya, dengan dibantu petugas BPBD Kecamatan Abiansemal dan tim SAR, jasad korban kemudian dievakuasi ke atas.

“Menurut keterangan keluarga korban, selain terpapar Covid, pekak ini sudah lama mengidap penyakit Depresi dan rabun mata dan lambung.”terangnya.

Sementara itu, usai melakukan evakusi, sekitar pukul 00.30, tim gabungan berhasil mengangkat jasad korban dari dasar sumur.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/