alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Dilaporkan Hilang, Tewas dengan Cara Tragis, Polisi Ungkap Fakta Pilu

BANGLI – Seorang karyawan swasta asal Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, bernama I Ketut Silib, 48, dilaporkan sempat dikabarkan hilang beberapa hari.

Kerabatnya juga sempat minta bantuan netizen di media sosial untuk mencari keberadaan I Ketut Silib.

Ternyata, Rabu (13/5) pukul 16.00, Silib ditemukan tewas di bawah pohon bambu di Banjar/Desa Blancan, Kecamatan Kintamani.

Menurut Kasubaghumas Polres Bangli AKP Sulhadi, I Ketut Silib tewas karena bunuh diri. Kasus bunuh diri itu diduga karena masalah adat.

“Motif, diduga tekanan mental karena ada permasalahan adat,” ujar AKP Sulhadi kemarin. Dari hasil penelusuran kepolisian, korban bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan kiri menggunakan pisau cutter.

“Kemudian gantung diri pada pohon bambu,” tegasnya. AKP Sulhadi membeberkan, penemuan jasad Silib itu di bawah pohon bambu milik I Nengah Arjana.

Jasad korban ditemukan berawal dari kecurigaan pemilik lahan bambu. “Saksi melihat motor Vario DK 3027 LZ di pinggir jalan sedang parkir.

Karena curiga, saksi mencari pemilik motor disekitar TKP. Selanjutnya saksi melihat dari atas jurang ada seseorang tergantung di pohon bambu,” ujarnya.

Selanjutnya saksi memberitahukan hal tersebut kepada saksi lainnya. Kemudian kasus itu dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Dari hasil pemeriksaan luar petugas medis, terdapat jeratan di leher. Bahkan, ditemukan luka sayatan di urat nadi.

“Atas permintaan pihak keluarga, saat ini jasad korban dibawa ke RS Sanglah untuk diotopsi,” jelasnya. Di tubuh korban, ditemukan tas yang dibawa.

Di dalam tas terdapat 6 lembar surat pesan terahir dari korban. Juga ditemukan sebuah pisau cutter. Termasuk ditemukan uang tunai Rp 440.000 serta 5 lembar mata uang Malaysia.

Polisi juga mengamankan tali helm yang dipakai untuk gantung diri. “Petugas Polres mendatangi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara, red).

Menghubungi pihak keluarga korban dan mengantar jenazah ke RS sanglah untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Silib sempat dikabarkan hilang sejak Selasa lalu (12/5) pukul 13.00. Dia awalnya pamitan untuk memfoto copy data.

Namun Silib tak kunjung pulang ke rumahnya. Terakhir, saat hilang, dia mengenakan baju kaos biru elektik dan celana pendek hitam. 



BANGLI – Seorang karyawan swasta asal Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, bernama I Ketut Silib, 48, dilaporkan sempat dikabarkan hilang beberapa hari.

Kerabatnya juga sempat minta bantuan netizen di media sosial untuk mencari keberadaan I Ketut Silib.

Ternyata, Rabu (13/5) pukul 16.00, Silib ditemukan tewas di bawah pohon bambu di Banjar/Desa Blancan, Kecamatan Kintamani.

Menurut Kasubaghumas Polres Bangli AKP Sulhadi, I Ketut Silib tewas karena bunuh diri. Kasus bunuh diri itu diduga karena masalah adat.

“Motif, diduga tekanan mental karena ada permasalahan adat,” ujar AKP Sulhadi kemarin. Dari hasil penelusuran kepolisian, korban bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan kiri menggunakan pisau cutter.

“Kemudian gantung diri pada pohon bambu,” tegasnya. AKP Sulhadi membeberkan, penemuan jasad Silib itu di bawah pohon bambu milik I Nengah Arjana.

Jasad korban ditemukan berawal dari kecurigaan pemilik lahan bambu. “Saksi melihat motor Vario DK 3027 LZ di pinggir jalan sedang parkir.

Karena curiga, saksi mencari pemilik motor disekitar TKP. Selanjutnya saksi melihat dari atas jurang ada seseorang tergantung di pohon bambu,” ujarnya.

Selanjutnya saksi memberitahukan hal tersebut kepada saksi lainnya. Kemudian kasus itu dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Dari hasil pemeriksaan luar petugas medis, terdapat jeratan di leher. Bahkan, ditemukan luka sayatan di urat nadi.

“Atas permintaan pihak keluarga, saat ini jasad korban dibawa ke RS Sanglah untuk diotopsi,” jelasnya. Di tubuh korban, ditemukan tas yang dibawa.

Di dalam tas terdapat 6 lembar surat pesan terahir dari korban. Juga ditemukan sebuah pisau cutter. Termasuk ditemukan uang tunai Rp 440.000 serta 5 lembar mata uang Malaysia.

Polisi juga mengamankan tali helm yang dipakai untuk gantung diri. “Petugas Polres mendatangi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara, red).

Menghubungi pihak keluarga korban dan mengantar jenazah ke RS sanglah untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Silib sempat dikabarkan hilang sejak Selasa lalu (12/5) pukul 13.00. Dia awalnya pamitan untuk memfoto copy data.

Namun Silib tak kunjung pulang ke rumahnya. Terakhir, saat hilang, dia mengenakan baju kaos biru elektik dan celana pendek hitam. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/