alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Tragis, Tertimbun Bekas Batu Bata, Tukang Gali Sumur Tewas Mengenaskan

NEGARA – Datangnya musibah tak ada yang bisa menebak. Nasib apes itu pula yang menimpa Gede Sudana, 51.

Tukang gali sumur ini tewas tertimbun material tanah yang runtuh saat menutup sumur di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Negara, kemarin (14/5).

Petugas dari Pos Pertolongan dan Pencarian Jembrana membutuhkan waktu tiga jam lebih untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur.

Menurut infomasi, korban yang berprofesi sebagai tukang sumur ini akan menutup sumur karena akan renovasi rumah pemilik I Gusti Kade Santika, 60.

Saat itu, sekitar pukul 15.00 wita, korban bekerja dengan istrinya, Ni Ketut Sudiarti, sudah mengangkat batu bata pinggiran sumur sekitar 5 meter.

“Sisa sedikit batanya, mungkin satu meteran,” ujar I Gusti Ngurah Budi Arnaya, 45, saksi saat kejadian.

Baca Juga:  Pinjamkan Alamat untuk Terima Paket Ekstasi, Syok Dituntut 13 Tahun

Apesnya, saat akan menyelesaikan bata sekitar satu meter tersebut, tanah dari bekas batu bata yang sudah diangkat runtuh.

Runtuhan tanah menimbun tubuh korban di dasar sumur yang sebagian sudah ditimbun tanah dan kerikil. Korban tertimbun dalam sumur yang sebelumnya sekitar 20 meter.

“Kalau sumurnya dalam, sebagian sudah ditimbun. Mungkin sisanya sekitar 10 meter,” ujar I Gusti Ngurah Budi Arnaya.

Karena banyak tanah yang menimbun korban, proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih.

Korban yang berasal dari Banjar Berawan Salak, Desa Banyubiru, berhasil dievakuasi dari dasar sumur sekitar pukul 18.00 wita dalam kondisi meninggal dunia.

“Proses evakuasi lama karena banyak tanah yang menimbun tubuh korban,” kata koodinator pos pencarian dan pertolongan Jembrana Komang Sudiarsa.

Baca Juga:  Selain Libatkan 40 Personel per Hari, Tim Juga Ikuti Arahan Paranormal

Petugas medis dari Puskesmas I Negara langsung melakukan pemeriksaan. Tim Inafis Polres Jembrana juga melakukan identifikasi. “Korban meninggal dunia,” tandasnya. 



NEGARA – Datangnya musibah tak ada yang bisa menebak. Nasib apes itu pula yang menimpa Gede Sudana, 51.

Tukang gali sumur ini tewas tertimbun material tanah yang runtuh saat menutup sumur di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Negara, kemarin (14/5).

Petugas dari Pos Pertolongan dan Pencarian Jembrana membutuhkan waktu tiga jam lebih untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur.

Menurut infomasi, korban yang berprofesi sebagai tukang sumur ini akan menutup sumur karena akan renovasi rumah pemilik I Gusti Kade Santika, 60.

Saat itu, sekitar pukul 15.00 wita, korban bekerja dengan istrinya, Ni Ketut Sudiarti, sudah mengangkat batu bata pinggiran sumur sekitar 5 meter.

“Sisa sedikit batanya, mungkin satu meteran,” ujar I Gusti Ngurah Budi Arnaya, 45, saksi saat kejadian.

Baca Juga:  Pinjamkan Alamat untuk Terima Paket Ekstasi, Syok Dituntut 13 Tahun

Apesnya, saat akan menyelesaikan bata sekitar satu meter tersebut, tanah dari bekas batu bata yang sudah diangkat runtuh.

Runtuhan tanah menimbun tubuh korban di dasar sumur yang sebagian sudah ditimbun tanah dan kerikil. Korban tertimbun dalam sumur yang sebelumnya sekitar 20 meter.

“Kalau sumurnya dalam, sebagian sudah ditimbun. Mungkin sisanya sekitar 10 meter,” ujar I Gusti Ngurah Budi Arnaya.

Karena banyak tanah yang menimbun korban, proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih.

Korban yang berasal dari Banjar Berawan Salak, Desa Banyubiru, berhasil dievakuasi dari dasar sumur sekitar pukul 18.00 wita dalam kondisi meninggal dunia.

“Proses evakuasi lama karena banyak tanah yang menimbun tubuh korban,” kata koodinator pos pencarian dan pertolongan Jembrana Komang Sudiarsa.

Baca Juga:  Hilang 7 Hari, Turunkan Paranormal, Pekak Dople Ditemukan Tewas

Petugas medis dari Puskesmas I Negara langsung melakukan pemeriksaan. Tim Inafis Polres Jembrana juga melakukan identifikasi. “Korban meninggal dunia,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/