28.7 C
Denpasar
Monday, May 29, 2023

Periksa 20 Saksi Lebih, Pembunuhan Janda Putu Sekar Masih Misterius

SINGARAJA – Kasus tewasnya Putu Sekar, janda asal Desa Depeha, Kubutambahan yang diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan, pada Juli 2020 lalu hingga kini masih misterius.

Meski sudah melakukan penyelidikan, namun hingga saat ini, polisi juga tak kunjung berhasil mengungkap tewasnya janda berusia 50 tahun ini.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Selasa (15/9) menjelaskan, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan.

“Kasus ini masih kami tangani,”tegas Sumarjaya.

Bahkan menurutnya, selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menurunkan anjing pelacak. Hingga saat ini, ada sekitar 20 saksi lebih yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Sayangnya, meski sudah puluhan saksi termasuk saksi dari keluarga korban, namun hingga saat ini, belum ada satupun keterangan saksi yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap siapa pelaku dari pembunuh Putu Sekar.

Baca Juga:  Geger! Datang Sehat, Karyawan Hotel Ditemukan Tewas di Dasar Kolam

“Jadi kendalanya tidak ada saksi melihat, mendengar, maupun yang mengetahui kejadian. Sehingga itu yang menjadi hambatan dan kendala polisi mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, janda desa Putu Sekar warga Dusun Dauh Pura Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuhnya bersimbah darah pada Senin (13/7) lalu.

Saat itu, dari keterangan polisi, jasad Putu Sekar ditemukan pertama kali oleh kakaknya Desak Made Liarni, 51 di toko miliknya dengan kondisi bersimbah darah.

Diduga Sekar tewas setelah menjadi korban pembunuhan sadis dan aksi perampokan



SINGARAJA – Kasus tewasnya Putu Sekar, janda asal Desa Depeha, Kubutambahan yang diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan, pada Juli 2020 lalu hingga kini masih misterius.

Meski sudah melakukan penyelidikan, namun hingga saat ini, polisi juga tak kunjung berhasil mengungkap tewasnya janda berusia 50 tahun ini.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Selasa (15/9) menjelaskan, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan.

“Kasus ini masih kami tangani,”tegas Sumarjaya.

Bahkan menurutnya, selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menurunkan anjing pelacak. Hingga saat ini, ada sekitar 20 saksi lebih yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Sayangnya, meski sudah puluhan saksi termasuk saksi dari keluarga korban, namun hingga saat ini, belum ada satupun keterangan saksi yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap siapa pelaku dari pembunuh Putu Sekar.

Baca Juga:  Pelaku Tunggal Sudah Bunuh Diri, Kasus Korban Pembunuhan Dicor Semen, Antiklimaks

“Jadi kendalanya tidak ada saksi melihat, mendengar, maupun yang mengetahui kejadian. Sehingga itu yang menjadi hambatan dan kendala polisi mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, janda desa Putu Sekar warga Dusun Dauh Pura Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuhnya bersimbah darah pada Senin (13/7) lalu.

Saat itu, dari keterangan polisi, jasad Putu Sekar ditemukan pertama kali oleh kakaknya Desak Made Liarni, 51 di toko miliknya dengan kondisi bersimbah darah.

Diduga Sekar tewas setelah menjadi korban pembunuhan sadis dan aksi perampokan


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru