alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Delapan Potongan Tulang Ditemukan Berserakan di Pantai Seseh Gianyar

GIANYAR- Potongan tulang belulang ditemukan di tepi Pantai Seseh, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali pada Senin (6/9) sekitar pukul 15.00 WITA.

 

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko saat dikonfirmasi menjelaskan, temuan tulang itu pertama kali ditemukan saksi Ketut Suastika, warga Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh.

 

“Saksi sedang berjalan menyisir pantai dan kemudian dilihatnya tulang yang berserakan di atas pasir,” ujar Yoga, Selasa (14/9) kemarin.

 

Usai menemukan tulang, selanjutnya saksi langsung memungut potongan tulang tersebut dan menaruh dalam sebuah tas plastik.

 

Setelah itu, saksi melaporkan ke anggota Polair yang kebetulan sedang berpatroli di TKP

 

Kemudian, usai menerima laporan, anggota Polsek Blahbatuh langsung datang ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Aneh Bin Ajaib, Sempat Hilang, Printer Milik SDN 5 Bedulu Ditemukan

 

“Kami sudah langsung kirim anggota untuk mengecek ke lokasi penemuan potongan tulang. Setelah dicek, ada delapan buah potongan tulang,”jelas AKP Yoga Widyatmoko.

 

Lebih lanjut Yoga menanbahkan, selain mengecek tulang, polisi juga meminta keterangan dan identitas saksi.

 

“Saat itu juga, kami langsung menghubungi Instalasi Kamar Jenasah di RSU Sanjiwani untuk penitipan sementara tulang dan dilakukan pemeriksaan,” tambah AKP Yoga

 

 

Sementara itu, terkait temuan potongan tulang, Kasat Polair Polres Gianyar, AKP Wayan Antariksawan, mengaku jika pihak keluarga korban hanyut Wayan Sadra, 65, (warga Banjar Sema, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar) sempat menduga jika potongan tulang itu adalah kerabat mereka.

Baca Juga:  OMG! Lupa Matikan Dupa Usai Sembahyang, Rumah Kawi Ludes Terbakar

 

Mereka menduga jika potongan tulang itu adalah tulang milik mendiang Sadra yang hanyut saat mandi di Pantai Seseh, pada 9 Agustus 2021 lalu dan belum ditemukan.

 

“Saat mengetahui ada tulang, keluarga korban sempat datang,” ujar Antariksawan di lobi Polres Gianyar.

 

Antariksawan mengaku, tulang itu terlihat berserakan di tepi pantai berpasir hitam.

“Dilihat dari kasat mata, sulit diketahui. Apalagi kami lihat sudah berwarna hijau berlumut,” ungkapnya.

 

Namun untuk memastikan asal usul tulang tersebut, masih dicek oleh pihak terkait.

 

“Sekarang dicek, kalau tulang hewan dibuang. Kalau mengarah tulang manusia, dilakukan tes DNA terhadap keluarganya,” pungkasnya.


GIANYAR- Potongan tulang belulang ditemukan di tepi Pantai Seseh, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali pada Senin (6/9) sekitar pukul 15.00 WITA.

 

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko saat dikonfirmasi menjelaskan, temuan tulang itu pertama kali ditemukan saksi Ketut Suastika, warga Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh.

 

“Saksi sedang berjalan menyisir pantai dan kemudian dilihatnya tulang yang berserakan di atas pasir,” ujar Yoga, Selasa (14/9) kemarin.

 

Usai menemukan tulang, selanjutnya saksi langsung memungut potongan tulang tersebut dan menaruh dalam sebuah tas plastik.

 

Setelah itu, saksi melaporkan ke anggota Polair yang kebetulan sedang berpatroli di TKP

 

Kemudian, usai menerima laporan, anggota Polsek Blahbatuh langsung datang ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Lupa Matikan Dupa, Toko Wati di Pasar Baru Ludes Terbakar

 

“Kami sudah langsung kirim anggota untuk mengecek ke lokasi penemuan potongan tulang. Setelah dicek, ada delapan buah potongan tulang,”jelas AKP Yoga Widyatmoko.

 

Lebih lanjut Yoga menanbahkan, selain mengecek tulang, polisi juga meminta keterangan dan identitas saksi.

 

“Saat itu juga, kami langsung menghubungi Instalasi Kamar Jenasah di RSU Sanjiwani untuk penitipan sementara tulang dan dilakukan pemeriksaan,” tambah AKP Yoga

 

 

Sementara itu, terkait temuan potongan tulang, Kasat Polair Polres Gianyar, AKP Wayan Antariksawan, mengaku jika pihak keluarga korban hanyut Wayan Sadra, 65, (warga Banjar Sema, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar) sempat menduga jika potongan tulang itu adalah kerabat mereka.

Baca Juga:  Wacana Pelegalan Arak, Kapolresta: Selama Belum Sah Kami Tetap Razia

 

Mereka menduga jika potongan tulang itu adalah tulang milik mendiang Sadra yang hanyut saat mandi di Pantai Seseh, pada 9 Agustus 2021 lalu dan belum ditemukan.

 

“Saat mengetahui ada tulang, keluarga korban sempat datang,” ujar Antariksawan di lobi Polres Gianyar.

 

Antariksawan mengaku, tulang itu terlihat berserakan di tepi pantai berpasir hitam.

“Dilihat dari kasat mata, sulit diketahui. Apalagi kami lihat sudah berwarna hijau berlumut,” ungkapnya.

 

Namun untuk memastikan asal usul tulang tersebut, masih dicek oleh pihak terkait.

 

“Sekarang dicek, kalau tulang hewan dibuang. Kalau mengarah tulang manusia, dilakukan tes DNA terhadap keluarganya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/