alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Sebelum Nahas, Korban Sempat Ajak Muridnya Berenang karena Ombak Bagus

KEPERGIAN Fajar, 23, pria asal Surabaya, Jawa Timur yang tewas terseret ombak saat mandi di Pantai Dreamland, di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Mingu (12/9) lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Datang ke pantai dengan niat bersenang-senang bersama temannya dalam kondisi sehat, namun nahas harus menimpa korban.

Fajar terseret arus dan hilang. Setelah tiga hari, jasad Fajar, Selasa (14/9) akrinya ditemukan.

 

ANDRE SULLA, Badung

 

PERASAAN haru dan sedih campur aduk dirasakan rekan, murid dan keluarga korban tenggelam di Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, kemarin.

Haru karena akhirnya, jenazah pria 23 tahun asal Surabaya itu ditemukan petugas di hari ketiga sejak dinyatakan hilang.

Sementara perasaan sedih karena Fajar harus pergi untuk selama-lamanya.

Baca Juga:  Gelar Tajen saat Covid-19, Digerebek Polisi, Bebotoh Lari Kocar-kacir

Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada saat dikonfirmasi menerangkan, sebelum ditemukan, sekitar pukul 08.30 WITA, korban yang semasa hidup berprofesi sebagai guru home shooling Anak Pintar Bali tersebut sempat terlihat sekitar 500 meter di sebelah barat Pantai Dreamland.

“Saat ditemukan, korban hanya menggunakan celana pendek. Selanjutnya jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa menuju kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar menggunakan ambulance Balawista Badung,” tutupnya.

Sementara itu, dari informasi sebelumnya, sebelum ditemukan meninggal karena terseret arus dan hanyut. Awalnya, ketiga murid menyewa papan boogie board atau papan surfing.

Rencananya mereka menyewa papan untuk belajar surfing.

Namun saat para murid belajar surfing, korban tidak ikut dan hanya duduk saja di tepi pantai.

Baca Juga:  Resmi Dihentikan, Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan KMP Yunicee

Kemudian usai muridnya bermain surfing, sekitar pukul 11.00, pemuda yang tinggal di mess Home Schooling Anak Pintar, di Jalan Prof Dr. Supardjata, Jimbaran itu mengajak untuk berenang di pantai.

 

Ia mengatakan pada muridnya jika ombaknya lagi bagus.

Fajar langsung berenang dan selang beberapa saat  diikutimurid-muridnya.

Hanya saja, saat itu, murid korban hanya berada di pinggiran tidak sampai ke tengah.

Namun ketika sedang asik berenang, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menggulung mereka.

Beruntung ketiga murid korban bisa menyelamatkan diri. Namun nahas, menimpa Fajar. Dirinya terseret ke tengah laut dan hilang tenggelam, hingga ditemukan tewas tiga hari kemudian.

KEPERGIAN Fajar, 23, pria asal Surabaya, Jawa Timur yang tewas terseret ombak saat mandi di Pantai Dreamland, di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Mingu (12/9) lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Datang ke pantai dengan niat bersenang-senang bersama temannya dalam kondisi sehat, namun nahas harus menimpa korban.

Fajar terseret arus dan hilang. Setelah tiga hari, jasad Fajar, Selasa (14/9) akrinya ditemukan.

 

ANDRE SULLA, Badung

 

PERASAAN haru dan sedih campur aduk dirasakan rekan, murid dan keluarga korban tenggelam di Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, kemarin.

Haru karena akhirnya, jenazah pria 23 tahun asal Surabaya itu ditemukan petugas di hari ketiga sejak dinyatakan hilang.

Sementara perasaan sedih karena Fajar harus pergi untuk selama-lamanya.

Baca Juga:  Berjuang Hidup Mati, Begini Kisah Nelayan Bunutan Selamat dari Maut

Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada saat dikonfirmasi menerangkan, sebelum ditemukan, sekitar pukul 08.30 WITA, korban yang semasa hidup berprofesi sebagai guru home shooling Anak Pintar Bali tersebut sempat terlihat sekitar 500 meter di sebelah barat Pantai Dreamland.

“Saat ditemukan, korban hanya menggunakan celana pendek. Selanjutnya jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa menuju kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar menggunakan ambulance Balawista Badung,” tutupnya.

Sementara itu, dari informasi sebelumnya, sebelum ditemukan meninggal karena terseret arus dan hanyut. Awalnya, ketiga murid menyewa papan boogie board atau papan surfing.

Rencananya mereka menyewa papan untuk belajar surfing.

Namun saat para murid belajar surfing, korban tidak ikut dan hanya duduk saja di tepi pantai.

Baca Juga:  Vila Toraja Bambu di Pecatu Terbakar, Pemilik Rugi Miliaran Rupiah

Kemudian usai muridnya bermain surfing, sekitar pukul 11.00, pemuda yang tinggal di mess Home Schooling Anak Pintar, di Jalan Prof Dr. Supardjata, Jimbaran itu mengajak untuk berenang di pantai.

 

Ia mengatakan pada muridnya jika ombaknya lagi bagus.

Fajar langsung berenang dan selang beberapa saat  diikutimurid-muridnya.

Hanya saja, saat itu, murid korban hanya berada di pinggiran tidak sampai ke tengah.

Namun ketika sedang asik berenang, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menggulung mereka.

Beruntung ketiga murid korban bisa menyelamatkan diri. Namun nahas, menimpa Fajar. Dirinya terseret ke tengah laut dan hilang tenggelam, hingga ditemukan tewas tiga hari kemudian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/