alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Jahat, Begini Modus Duo Emak-emak Tipu Pemilik Motor, Ternyata…

DENPASAR – Polisi terus berusaha mengungkap kasus penggelapan puluhan sepeda motor yang diotaki dua orang ibu rumah tangga (IRT) Ni Made Dwi Partimawati alias Ayik, 30, dan Ni Made Arnasih alias Ibu Celeng, 45.

Berdasar penyelidikan, kasus terungkap setelah salah satu korban bernama I Ketut Darsa, 46, mengaku, jika tersangka

Ayik menyewa sepeda motor Vario dengan uang sewa sebesar Rp 50 ribu perhari dan sepeda motor Yamaha Lexi dengan sewa Rp 100 ribu perhari.

Saat waktu sewa sudah habis, tersangka tidak mengembalikan sepeda motor tersebut. Saat berulang kali dihubungi via telepon namun tidak digubris sama sekali.

“Berdasar laporan korban, tim bergerak dan menangkap kedua tersangka,” ujar Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaya.

Baca Juga:  Terlibat Penipuan Online Antarnegara, WNA Tiongkok dan Taiwan Dibekuk

Dari hasil interogasi, tersangka Ayik mengaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura menyewa sepeda motor untuk dipakai para wisatawan yang menginap di vila di kawasan Ubud.

Agar para korban tidak curiga, tersangka Ayik membayar lunas uang sewa untuk beberapa hari. Setelah sepeda motor didapat, kemudian diberikan kepada Ibu Celeng.

” Mereka berperan masjng-masing, satu menyewa dan satunya lagi menjual atau gadai. Tempat mereka jual atau gade itu di wilayah Klungkung dan Karangasem,” tuturnya.

Dilanjutkanya, tersangka Ayik berperan sebagai pemetik dibeberapa rental penyewaaan sepeda motor di wilayah Ubud, Gianyar.

Sementara Ibu Celeng sebagai penadah atau penerima sepeda motor untuk dijual atau digadaikan kepada masyarakat di daerah Karangasem dan Klungkung. 

Baca Juga:  Pria asal Surabaya Dikeroyok hingga Babak Belur di Denpasar

Uang hasil kejahatan itu, tersangka gunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Polisi juga terus dalami keterangan ke dua wanita itu terkait kemungkinan adanya TKP lain.

“Kedua pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP, sedangkan tindak pidana penggelapan diatur Pasal 372 KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutupnya.



DENPASAR – Polisi terus berusaha mengungkap kasus penggelapan puluhan sepeda motor yang diotaki dua orang ibu rumah tangga (IRT) Ni Made Dwi Partimawati alias Ayik, 30, dan Ni Made Arnasih alias Ibu Celeng, 45.

Berdasar penyelidikan, kasus terungkap setelah salah satu korban bernama I Ketut Darsa, 46, mengaku, jika tersangka

Ayik menyewa sepeda motor Vario dengan uang sewa sebesar Rp 50 ribu perhari dan sepeda motor Yamaha Lexi dengan sewa Rp 100 ribu perhari.

Saat waktu sewa sudah habis, tersangka tidak mengembalikan sepeda motor tersebut. Saat berulang kali dihubungi via telepon namun tidak digubris sama sekali.

“Berdasar laporan korban, tim bergerak dan menangkap kedua tersangka,” ujar Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaya.

Baca Juga:  Tak Perlu Tunggu Visum, Polisi Harus Tangkap Paman Cabul

Dari hasil interogasi, tersangka Ayik mengaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura menyewa sepeda motor untuk dipakai para wisatawan yang menginap di vila di kawasan Ubud.

Agar para korban tidak curiga, tersangka Ayik membayar lunas uang sewa untuk beberapa hari. Setelah sepeda motor didapat, kemudian diberikan kepada Ibu Celeng.

” Mereka berperan masjng-masing, satu menyewa dan satunya lagi menjual atau gadai. Tempat mereka jual atau gade itu di wilayah Klungkung dan Karangasem,” tuturnya.

Dilanjutkanya, tersangka Ayik berperan sebagai pemetik dibeberapa rental penyewaaan sepeda motor di wilayah Ubud, Gianyar.

Sementara Ibu Celeng sebagai penadah atau penerima sepeda motor untuk dijual atau digadaikan kepada masyarakat di daerah Karangasem dan Klungkung. 

Baca Juga:  Korban Diundang Hadiri Live Musik lalu Dikeroyok

Uang hasil kejahatan itu, tersangka gunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Polisi juga terus dalami keterangan ke dua wanita itu terkait kemungkinan adanya TKP lain.

“Kedua pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP, sedangkan tindak pidana penggelapan diatur Pasal 372 KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/