alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

TRAGIS! Sopir Ngantuk Berat, Rombongan Asal Pemogan Tabrak Pohon Asem

NEGARA – Rombongan keluarga Sofyan Hadi, 44, batal berangkat ke Surabaya. Gara-garanya mereka semua mengalami sejumlah luka setelah mobil yang dikendarai menghantam pohon perindang, Minggu (14/10) kemarin.

Saat ini para korban yang diketahui berasal dari Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar Selatan, tengah menjalani perawatan di RSUD Negara.

Menurut informasi, kecelakaan bermula ketika mobil Kijang Grand Extra DK 977 IA yang dikemudian Sofyan Hadid an mengangkut empat orang anggota keluarga melaju dari arah selatan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Setiba di jalur menuju pelabuhan kilometer 127 Lingkungan Penginuman, Gilimanuk, Sofyan gagal menguasai laju kendaraan.

Laju kendaraan tiba-tiba liar dan tak terkendali. Tanpa ampun, mobil kemudian pindah ke jalur kanan dan menghantam pohon asam keranji di sisi timur jalan depan SDN 3 Gilimanuk.

Baca Juga:  Sudah Izin dan Bayar Iuran Ke Banjar, Tapi Tetap Ditangkap dan Ditahan

Ada indikasi pada saat mengendarai mobil Sofyan Hadi dalam kondisi ngantuk berat. Menurut saksi mata, insiden terjadi sekitar pukul 04.20 Wita.

Benturan keras yang terjadi membuat bagian depan mobil buatan tahun 1995 itu ringsek berat dan kaca depannya pecah.

Akibatnya sang sopir mengalami luka lecet diatas mata kirinya. Sementara itu empat penumpangnya yakni Siti Hafsah, 35, mengalami bengkak pada dahi kanan dan luka robek;

Wasi’ah, 36, mengalami bengkak pada kedua mata, serta luka robek diatas bibir; Alimun Hakim, 35, mengalami bengkak dan luka robek diatas mata kanan serta  Nurul Aisyiyah, 42, mengalami luka robek di antara dahi kiri dan kanan.

Baca Juga:  NGERI! Adu Jangkrik di Jalur Provinsi, Dua ABG Tewas Bergelimpangan

“Bagian depan mobil itu rusak berat. Beruntung sopir dan penumpangya selamat. Mereka hanya mengalami luka ringan dan yang luka robet sudah dijarit di Puskesmas Gilimanuk,” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko.

Menurut AKP Widiatmoko. Kecelakaan tunggal atau out of control itu terjadi diduga karena sopir mengantuk sehingga kendaraan yang dikemudikan kehilangan kendali lalu melaju kekanan dan menabrak pohon perindang jalan. 



NEGARA – Rombongan keluarga Sofyan Hadi, 44, batal berangkat ke Surabaya. Gara-garanya mereka semua mengalami sejumlah luka setelah mobil yang dikendarai menghantam pohon perindang, Minggu (14/10) kemarin.

Saat ini para korban yang diketahui berasal dari Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar Selatan, tengah menjalani perawatan di RSUD Negara.

Menurut informasi, kecelakaan bermula ketika mobil Kijang Grand Extra DK 977 IA yang dikemudian Sofyan Hadid an mengangkut empat orang anggota keluarga melaju dari arah selatan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Setiba di jalur menuju pelabuhan kilometer 127 Lingkungan Penginuman, Gilimanuk, Sofyan gagal menguasai laju kendaraan.

Laju kendaraan tiba-tiba liar dan tak terkendali. Tanpa ampun, mobil kemudian pindah ke jalur kanan dan menghantam pohon asam keranji di sisi timur jalan depan SDN 3 Gilimanuk.

Baca Juga:  Penggugat Wafat, Hakim Ngotot Lanjutkan Sidang Gugatan Hotel Mulia

Ada indikasi pada saat mengendarai mobil Sofyan Hadi dalam kondisi ngantuk berat. Menurut saksi mata, insiden terjadi sekitar pukul 04.20 Wita.

Benturan keras yang terjadi membuat bagian depan mobil buatan tahun 1995 itu ringsek berat dan kaca depannya pecah.

Akibatnya sang sopir mengalami luka lecet diatas mata kirinya. Sementara itu empat penumpangnya yakni Siti Hafsah, 35, mengalami bengkak pada dahi kanan dan luka robek;

Wasi’ah, 36, mengalami bengkak pada kedua mata, serta luka robek diatas bibir; Alimun Hakim, 35, mengalami bengkak dan luka robek diatas mata kanan serta  Nurul Aisyiyah, 42, mengalami luka robek di antara dahi kiri dan kanan.

Baca Juga:  Serempetan, Tabrak Trotoar, Sales LPG Asal Madura Tewas di Penebel

“Bagian depan mobil itu rusak berat. Beruntung sopir dan penumpangya selamat. Mereka hanya mengalami luka ringan dan yang luka robet sudah dijarit di Puskesmas Gilimanuk,” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko.

Menurut AKP Widiatmoko. Kecelakaan tunggal atau out of control itu terjadi diduga karena sopir mengantuk sehingga kendaraan yang dikemudikan kehilangan kendali lalu melaju kekanan dan menabrak pohon perindang jalan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/