Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mahasiswa dan Instruktur Surfing Berduet Jualan Ganja 1 Kg

15 Oktober 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Mahasiswa dan Instruktur Surfing Berduet Jualan Ganja 1 Kg

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Vitus Panjaitan menunjukkan para tersangka kasus narkoba di Mapolresta Denpasar, Kamis (14/10). (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Dua pemuda bernama Ruliff, 18, dan Faris, 23, ditangkap Satreskrim Polresta Denpasar. Keduanya berduet menjadi pengedar narkoba jenis ganja.

Rulif merupakan instruktur surfing di wilayah Kuta Selatan, Badung, Bali. Sedangkan Faris seorang mahasiswa semester akhir asal Jakarta.

"Dari tangan kedua pria ini, kami amankan satu kilogram ganja," jelas Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo dan Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi.

Baca juga: Terlapor Pengancaman Disebut Pati Bintang Satu dan Dinas di Bakamla RI



Kedua tersangka ini diamankan di wilayah Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Senin 27 September 2021 sekitar pukul 20.00.

"Modus dua pemuda ini menyimpan narkotika jenis ganja di jok sepeda motor dan perannya sebagai pengedar," terangnya.

Ruliff dan Faris mengatakan barang haram dengan berat totalnya 1.181 gram itu didapatkan dari seorang yang biasa dipanggil Fahri. Mereka mengaku diberi upah sebesar Rp500 ribu jika BB sebanyak itu habis terjual.

"Para pelaku mengaku diupah oleh orang bernama Fahri sebesar Rp500 ribu," tandasnya. 



Jansen menyebut, para tersangka telah melakukan aksinya sejak tiga bulan terakhir pada tahun 2021  ini. 

Kedua pelaku kini ditahan di Polresta Denpasar dan dikenai pasal pasal 111 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Mengenai peredaran narkoba yang di wilayah hukum Polresta Denpasar, Kapolresta Denpasar memastikan modus tersangka menjualbelikan melalui online.

Para tersangka dan pembeli melakukan transaksi melalui telepon, jika transaksi sudah dibayarkan, bandar atau kurir kemudian akan menentukan lokasi (tempat menempel) barang haram tersebut.

(rb/mar/dre/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia