Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Laporan Peradah terhadap Gayatri

Peradah: Kalau Gayatri Akui Salah, Selesai dengan Meterai 10 Ribu

15 Oktober 2021, 17: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Peradah: Kalau Gayatri Akui Salah, Selesai dengan Meterai 10 Ribu

Pengurus Peradah Indonesia memberi keterangan soal laporan ke Polda Bali. Foto kanan, Ida Ayu Made Gayatri. (I WAYAN WIDYANTARA/ RADAR BALI/ ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR – Komunikasi antara Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia dengan Ida Ayu Made Gayatri memang sudah buntu sehingga berujung Polda Bali. Namun, pihak Peradah masih membuka ruang bagi Gayatri bila mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf.  

Bahkan, Peradah Indonesia menyatakan bahwa masalah ini bisa selesai hanya dengan meterai 10 ribu. Maksudnya, Gayatri membuat pernyataan atas kesalahannya dan meminta maaf yang disertai meteri 10 ribu.

Hal itu ditegaskan Peradah di Denpasar, Jumat (15/10) usai melaporkan Gayatri ke Polda Bali pada hari itu juga.

Baca juga: Jaksa Tegaskan Tersangka Kasus LPD Ped Bisa Bertambah

Sebelumnya Ketua Umum Peradah Pusat Gede Ariawan di Denpasar sudah menjelaskan bahwa Peradah Indonesia telah melaporkan Gayatri ke Polda Bali karena ujaran kebencian. Katanya, ini dilakukan karena komunikasi dengan Gayatri sudah buntu. Surat permintaan klarifikasi juga tidak direspons Gayatri.

“Kami tidak main-main merespons kata-kata teroris itu. Kami berkomunikasi via Whatsapp. Responnya biasa saja. Ia hanya bilang ini hak saya (Gayatri) untuk berpendapat,” ujar Ariawan.

Meski kini masuk ke ranah kepolisian, Peradah Indonesia ternyata masih membuka pintu maaf kepada Gayatri yang diketahui adalah seorang akademisi di Universitas Ngurah Rai, Denpasar ini.

“Kalau beliau mengakui kesalahannya, kita buka selebar-lebarnya pintu maaf. Kalau selesai di atas materai 10 ribu silakan. Kalau besok minta maaf, besok selesai,” tegasnya.

Meski demikian, dia menyebutkan, hal itu disertai syarat Gayatri harus menghapus semua jejak digital terkait statemen yang mengatakan Peradah, PHDI dan juga KMHDI berafiliasi dengan teroris.

“Serta juga meminta maaf ke publik. Bila tidak, proses hukum terus berlanjut,” tegas Ariawan.

Dalam kesempatan itu, pihak Peradah Indonesia juga sudah menyangkal tuduhan Gayatri. Sebelumnya, Gayatri menyebut Peradah sebagai salah satu organisasi yang berafiliasi dengan dengan Visvha Hindu Parishad (VHP) yang menurut Gayatri sebagai organisasi sayap kanan dan dikenal radikal atau teroris.  

Ariawan pun menegaskan bahwa tudingan Gayatri tentang Peradah itu tidak benar. Ditegaskan asas Peradah adalah Pancasila dan juga terdaftar dalam Kementerian Hukum dan HAM.

“38 tahun kami berkiprah di masyarakat dan tidak sama sekali ada tindakan teror. Harus disadari oleh yang bersangkutan (Gayatri), karena statemennya ini bisa membuat kegaduhan di seluruh Indonesia,” sambung Ketua Peradah Bali IK Widiantara yang juga ikut melapor ke Polda Bali.

(rb/ara/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia