alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Selain VER, Polisi Periksa Kejiwaan Korban Sebelum dan Sesudah Digilir

PENYIDIK dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buleleng langsung bergerak cepat usai menerima laporan dan video aksi persetubuhan empat siswa gilir satu siswi di Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Selain memeriksa secara marathon empat terduga pelaku dan korban, kini penyidik juga tengah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap korban.

 

EKA PRASETYA, Buleleng   

 

SETELAH menjadi atensi, kasus video wik-wik satu siswi lawan empat siswa secara bergilirian langsung ditindaklanjuti.

Usai memeriksa satu per satu siswa terduga pelaku persetubuhan di dalam video, dari perkembangan terbaru, tim penyidik dari Polres Buleleng juga langsung melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap korban.

Seperti ditegaskan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

Saat dikonfirmasi, mantan waka Polres Bojonegoro ini menyatakan jika saat ini, usai melakukan pemeriksaan terhadap korban, penyidik juga langsung memintakan untuk visum et repertum (VER) terhadap korban.

Baca Juga:  Duh, Curi Kayu di Taman Nasional Bali Barat, Pasutri Ini Bilang…

“Tindakan penyidik setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban langsung dimintakan Visum et Revertum ke RSUD Buleleng,”tegas AKBP Andrian, Selasa (14/12).

Hanya saja, untuk hasil visum, perwira polisi dengan melati dua di pundak ini menyatakan belum diketahui.

“Hasilnya belum diketahui dan masih menunggu dari dokter forensic di RSUD (Buleleng),”ungkapnya.

Selain VER, kata AKBP Andrian, penyidik juga langsung melakukan pemeriksaan psikologi terhadap korban.

Pemeriksaan psikologi, itu lanjutnya untuk mengetahui keadaan kejiwaan korban baik sebelum dan sesudah kejadian.

“Intinya pemeriksaan psikologi itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan korban. Baik kondisi sebelum dan sesudah kejadian,”tegas Andrian.

Seperti diketahui, video aksi asusila pelajar hebohkan warga Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca Juga:  Fix! Laporan Kandas, Polisi Hentikan Kasus Anggota DPRD Bali Somvir

Kali ini, aksi video asusila melibatkan seorang siswi dan empat siswa di salah satu sekolah di Tejakula, Buleleng.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, video adegan wikwik yang dilakukan empat siswa terhadap seorang siswi mencuat dan heboh pada Minggu (12/12) lalu.

Mirisnya lagi, selain disetubuhi secara bergiliran oleh empat siswa, aksi persetubuhan anak di bawah umur ini juga direkam dan disebar luaskan.

Rekaman video wikwik disebar di grup whatsapp (WA).

Dalam video berdurasi pendek itu, terlihat ada seorang siswi disetubuhi empat orang siswa di sebuah kamar.

Sesuai informasi, baik pelaku maupun korban masih sama-sama satu sekolah dan berasal dari Tejakula.


PENYIDIK dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buleleng langsung bergerak cepat usai menerima laporan dan video aksi persetubuhan empat siswa gilir satu siswi di Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Selain memeriksa secara marathon empat terduga pelaku dan korban, kini penyidik juga tengah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap korban.

 

EKA PRASETYA, Buleleng   

 

SETELAH menjadi atensi, kasus video wik-wik satu siswi lawan empat siswa secara bergilirian langsung ditindaklanjuti.

Usai memeriksa satu per satu siswa terduga pelaku persetubuhan di dalam video, dari perkembangan terbaru, tim penyidik dari Polres Buleleng juga langsung melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap korban.

Seperti ditegaskan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

Saat dikonfirmasi, mantan waka Polres Bojonegoro ini menyatakan jika saat ini, usai melakukan pemeriksaan terhadap korban, penyidik juga langsung memintakan untuk visum et repertum (VER) terhadap korban.

Baca Juga:  Fix! Laporan Kandas, Polisi Hentikan Kasus Anggota DPRD Bali Somvir

“Tindakan penyidik setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban langsung dimintakan Visum et Revertum ke RSUD Buleleng,”tegas AKBP Andrian, Selasa (14/12).

Hanya saja, untuk hasil visum, perwira polisi dengan melati dua di pundak ini menyatakan belum diketahui.

“Hasilnya belum diketahui dan masih menunggu dari dokter forensic di RSUD (Buleleng),”ungkapnya.

Selain VER, kata AKBP Andrian, penyidik juga langsung melakukan pemeriksaan psikologi terhadap korban.

Pemeriksaan psikologi, itu lanjutnya untuk mengetahui keadaan kejiwaan korban baik sebelum dan sesudah kejadian.

“Intinya pemeriksaan psikologi itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan korban. Baik kondisi sebelum dan sesudah kejadian,”tegas Andrian.

Seperti diketahui, video aksi asusila pelajar hebohkan warga Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Sebelum Dibekuk Warga, Pelaku Rampok Pura-pura Cek Listrik

Kali ini, aksi video asusila melibatkan seorang siswi dan empat siswa di salah satu sekolah di Tejakula, Buleleng.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, video adegan wikwik yang dilakukan empat siswa terhadap seorang siswi mencuat dan heboh pada Minggu (12/12) lalu.

Mirisnya lagi, selain disetubuhi secara bergiliran oleh empat siswa, aksi persetubuhan anak di bawah umur ini juga direkam dan disebar luaskan.

Rekaman video wikwik disebar di grup whatsapp (WA).

Dalam video berdurasi pendek itu, terlihat ada seorang siswi disetubuhi empat orang siswa di sebuah kamar.

Sesuai informasi, baik pelaku maupun korban masih sama-sama satu sekolah dan berasal dari Tejakula.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/