alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Buru Pelaku, Ini Sejumlah Fakta Dari Tewasnya Wanita Muda Asal Subang

DENPASAR-Warga Metro Denpasar digegerkan dengan tewasnya wanita muda dalam kondisi bersimbah darah di salah satu kamar Kos Elite Home Stay di Jalan Tukad Batanghari Gang X No.12, Panjer, Denpasar Selatan.

 

Dwi Farica Lestari, wanita muda berusia 24 tahun asal Subang, Jawa Barat ini, Sabtu (16/1) sekitar pukul 02.30 WITA ditemukan tewas mengenaskan.

 

Yang mengejutkan lagi, wanita muda kelahiran 24 April 1997 ini ditemukan tewas dalam kondisi telanjang bulat tanpa sehelai benang di kamarnya.

 

Saat ditemukan pertama kali, korban tewas dalam posisi tengkurap setengah menungging.

 

Korban ditemukan pertama kali oleh tiga saksi. Diduga kuat, korban tewas akibat dibunuh.

 

Dugaan korban tewas dibunuh ini sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Anom Danujaya.

 

“Dari olah TKP sementara yang dilakukan pihak kepolisian, memang ditemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, dan ditemukan darah di seputaran TKP. Kita menduga memang dugaan awal telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” tegas Kompol Anom Danunjaya

 

 

Selanjutnya, imbuh Kompol Danunjaya, saat proses olah TKP, polisi memerlukan waktu kurang lebih 3 (tiga) jam.

 

“(Olah TKP) Itu termasuk memeriksa sejumlah rekaman kamera CCTV yang ada di lokasi,”tegasnya.

 

Selain memeriksa CCTV, polisi juga mengaku telah meminta keterangan sejumlah saksi.

 

Adapun para saksi yang diminta keterangan polisi itu, yakni mulai dari penjaga homestay hingga tetangga kamar korban.

 

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti. Mudah-mudahan segera terungkap seperti apa peristiwa sebenarnya. Saat ini sudah ada 4 (empat) sampai 5 (lima) saksi yang diperiksa,”imbuhnya.

 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan CCTV, polisi mendapatkan adanya petunjuk terduga pelaku.

 

Dari rekaman kamera 5 yang berada di bagian tangga, tampak terduga pelaku dengan ciri-ciri mengenakan helm Go-Jek warna hijau, kaos atau sweater polos warna merah dan celana pendek warna hitam datang sendirian. Sedangkan di tangan kanannya, terduga pelaku memegang sebuah hp.

 

Selain itu, masih dari hasil rekaman CCTV, dari anak tangga pertama menuju lantai dua menuju arah kamar korban, terduga pelaku terlihat tidak mengenakan sandal dan  melangkah menuju kamar korban yang berada persis di sisi kiri ujung tangga atas.

 

Sisi lain, sebelum ditemukan tewas, dari keterangan salah seorang saksi yang juga teman kos korban bernama Dianty, 22 menuturkan, bahwa sekitar pukul 01.20 korban sempat makan di kamar saksi.

 

Setelah selesai makan, korban lalu kembali ke kamarnya yang berada persis di samping kamar saksi.

 

Kemudian, sekitar pukul 01.40 WITA, saksi Dianty terbangun dari tidur karena mendengar suara teriakan dan berisik dari kamar korban.

 

Kata Saksi Dianty, ia mendengar suara seperti orang berkelahi dari kamar korban.

 

Sempat khawatir terjadi sesuatu terhadap korban, saksi Dianty kemudian berinisatif mengirim pesan ke korban via chat whatsapp.

 

Namun korban tidak membalas. Lantaran tidak direspon, saksi kemudian mencoba menghubungi korban dengan menelpon berulang kali namun juga tidak ada jawaban.

 

Makin curiga telah terjadi apa-apa pada korban, saksi kemudian menelpon penjaga rumah kos elit untuk menemaninya mengetuk pintuk dan mengecek korban ke kamarnya.

 

Kemudian, usai menelepon, penjaga kos datang. Setelah datang, saksi bersama petugas jaga menuju ke kamar korban dan mengetuk pintu kamar korban. Namun lagi-lagi tidak ada jawaban.

 

Bahkan saat hendak membuka pintu, pintu kamar korban juga dalam kondisi terkunci.

 

Hingga akhirnya, penjaga kos mengecek dengan mengintip lewat belakang dengan masuk melalui kamar No 3 dan dia melihat banyak darah di lantai korban.

 

Atas temuan itu, saksi lalu memberitahukan ke penghuni kamar lainnya.

 

Beberapa penghuni kamar yang mendapati info itu langsung mengecek dan benar saja mereka melihat korban dalam kondisi tewas berlumuran darah dalam kondisi telanjang bulat.

 

Setelah temuan itu, penghuni kos lain menghubungi pihak kepolisian. Tidak berselang lama, polisi tiba di TKP dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban ke RSUP Sanglah Denpasar. 

 

 



DENPASAR-Warga Metro Denpasar digegerkan dengan tewasnya wanita muda dalam kondisi bersimbah darah di salah satu kamar Kos Elite Home Stay di Jalan Tukad Batanghari Gang X No.12, Panjer, Denpasar Selatan.

 

Dwi Farica Lestari, wanita muda berusia 24 tahun asal Subang, Jawa Barat ini, Sabtu (16/1) sekitar pukul 02.30 WITA ditemukan tewas mengenaskan.

 

Yang mengejutkan lagi, wanita muda kelahiran 24 April 1997 ini ditemukan tewas dalam kondisi telanjang bulat tanpa sehelai benang di kamarnya.

 

Saat ditemukan pertama kali, korban tewas dalam posisi tengkurap setengah menungging.

 

Korban ditemukan pertama kali oleh tiga saksi. Diduga kuat, korban tewas akibat dibunuh.

 

Dugaan korban tewas dibunuh ini sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Anom Danujaya.

 

“Dari olah TKP sementara yang dilakukan pihak kepolisian, memang ditemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, dan ditemukan darah di seputaran TKP. Kita menduga memang dugaan awal telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” tegas Kompol Anom Danunjaya

 

 

Selanjutnya, imbuh Kompol Danunjaya, saat proses olah TKP, polisi memerlukan waktu kurang lebih 3 (tiga) jam.

 

“(Olah TKP) Itu termasuk memeriksa sejumlah rekaman kamera CCTV yang ada di lokasi,”tegasnya.

 

Selain memeriksa CCTV, polisi juga mengaku telah meminta keterangan sejumlah saksi.

 

Adapun para saksi yang diminta keterangan polisi itu, yakni mulai dari penjaga homestay hingga tetangga kamar korban.

 

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti. Mudah-mudahan segera terungkap seperti apa peristiwa sebenarnya. Saat ini sudah ada 4 (empat) sampai 5 (lima) saksi yang diperiksa,”imbuhnya.

 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan CCTV, polisi mendapatkan adanya petunjuk terduga pelaku.

 

Dari rekaman kamera 5 yang berada di bagian tangga, tampak terduga pelaku dengan ciri-ciri mengenakan helm Go-Jek warna hijau, kaos atau sweater polos warna merah dan celana pendek warna hitam datang sendirian. Sedangkan di tangan kanannya, terduga pelaku memegang sebuah hp.

 

Selain itu, masih dari hasil rekaman CCTV, dari anak tangga pertama menuju lantai dua menuju arah kamar korban, terduga pelaku terlihat tidak mengenakan sandal dan  melangkah menuju kamar korban yang berada persis di sisi kiri ujung tangga atas.

 

Sisi lain, sebelum ditemukan tewas, dari keterangan salah seorang saksi yang juga teman kos korban bernama Dianty, 22 menuturkan, bahwa sekitar pukul 01.20 korban sempat makan di kamar saksi.

 

Setelah selesai makan, korban lalu kembali ke kamarnya yang berada persis di samping kamar saksi.

 

Kemudian, sekitar pukul 01.40 WITA, saksi Dianty terbangun dari tidur karena mendengar suara teriakan dan berisik dari kamar korban.

 

Kata Saksi Dianty, ia mendengar suara seperti orang berkelahi dari kamar korban.

 

Sempat khawatir terjadi sesuatu terhadap korban, saksi Dianty kemudian berinisatif mengirim pesan ke korban via chat whatsapp.

 

Namun korban tidak membalas. Lantaran tidak direspon, saksi kemudian mencoba menghubungi korban dengan menelpon berulang kali namun juga tidak ada jawaban.

 

Makin curiga telah terjadi apa-apa pada korban, saksi kemudian menelpon penjaga rumah kos elit untuk menemaninya mengetuk pintuk dan mengecek korban ke kamarnya.

 

Kemudian, usai menelepon, penjaga kos datang. Setelah datang, saksi bersama petugas jaga menuju ke kamar korban dan mengetuk pintu kamar korban. Namun lagi-lagi tidak ada jawaban.

 

Bahkan saat hendak membuka pintu, pintu kamar korban juga dalam kondisi terkunci.

 

Hingga akhirnya, penjaga kos mengecek dengan mengintip lewat belakang dengan masuk melalui kamar No 3 dan dia melihat banyak darah di lantai korban.

 

Atas temuan itu, saksi lalu memberitahukan ke penghuni kamar lainnya.

 

Beberapa penghuni kamar yang mendapati info itu langsung mengecek dan benar saja mereka melihat korban dalam kondisi tewas berlumuran darah dalam kondisi telanjang bulat.

 

Setelah temuan itu, penghuni kos lain menghubungi pihak kepolisian. Tidak berselang lama, polisi tiba di TKP dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban ke RSUP Sanglah Denpasar. 

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/