alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Sebelum Rampok Pacar Jarak Jauhnya, Rudi dan Maria Sekamar di Hotel

Rudi, pria asal Medan yang tinggal di Papua Barat ini keterlaluan. Bagaimana tidak? Sudah diongkosi untuk terbang ke Bali, dia justru merampok barang berharga Maria. Perbuatan Rudi mudah saja dilakukan. Sebab, mereka tidur sekamar.

 

ANDRE SULLA, Kuta

 

Kisah Maria Rape dengan Rudi, bak sebuah sinetron saja. Mereka tinggal di tempat yang terpaut cukup jauh. Maria di Sumba, NTT, sedangkan Rudi di Papua.

 

Maria Rape, perempuan 46 tahun itu memang berasal dari Dusun Etakua, Desa Rada Mata, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. Sedangkan sang lelaki, Rudi, 38, kelahiran Medan namun berdomisili di Desa Bintuni Timur, Kecamatan Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

 

Mereka telah menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Perkenalan keduanya pun melalui media sosial Facebook. Pertemuan di facebook selama setahun itu membuat mereka akrab hingga memutuskan untuk bertemu.

 

Tempat yang dijadikan lokasi pertemuan mereka adalah Bali. Pulau Dewata yang menjadi jujukan turis.

 

Untuk sampai pertemuan ini, Maria harus membiayai ini semua. Dari tiket pesawat, penginapan hingga segala kebutuhan selama di Bali. Maria rela melakukan itu. Maka, 6 Januari 2022, mereka terbang dari tempatnya masing-masing menuju Bali.

Baca Juga:  Terdakwa Pembantai dan Penganiaya di Pemogan Terancam Seumur Hidup

 

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta mereka akhirnya bertemu. Keduanya lalu menuju tempat penginapan di Hotel Solaris, Jalan Wana Segara, Kuta.

 

Meski tak ada hubungan perkawinan, keduanya segera akrab ketika bertemu secara fisik untuk pertama kalinya. Bahkan, mereka cukup memesan satu kamar di Hotel Solaris.

 

Mereka pun tidur bersama di kamar 206. Memadu kasih setelah setahun terpisah jarak.

 

Cukup lama Maria dan Rudi menginap di hotel tersebut. Dari tanggal 6 sampai 13 Januari 2022. Sampai pada akhirya, Rabu (12/1) sekitar pukul 22.00 Maria tidur lebih dulu karena merasa kelelahan. Sedangkan Rudi masih terjaga sambil bermain HP.

 

Pada Kamis (13/1) sekitar pukul 03.00, Maria akhirnya bangun tidur dan tak melihat Rudi di dalam kamar mereka. Barang berharga milik Maria juga hilang.

 

Maria pun melaporkan peristiwa ini ke pihak Polsek Kuta. Dalam laporan di kepolisian, Maria mengaku kehilangan beberapa perhiasan. Antara lain sebuah gelang emas berat 6 gram, sebuah kalung emas berat 8 gram, sebuah cincin bermatakan diamond berat 4 gram, sebuah liontin diamond 8 gram, dan sebuah gelang kaki pernak pernik lumba-lumba 4 gram.

Baca Juga:  Ira Yuanita Kweani, Bos Arisan Online Diadili

 

Berikutnya yang hilang adalah sebuah HP Vivo 1919 warna putih, dan uang tunai sebesar Rp9.500.000. Ttotal kerugian Maria mencapai Rp47.900.000.

Kanit Reskrim AKP I Nyoman Sudarsana dan Panit 1 Reskrim Ipda Adhi Waluya yang memimpin penyelidikan akhirnya mendapat informasi bahwa Rudi sudah kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (13/1) sekitar pukul 05.00.

 

Tak butuh waktu lama, Rudi berhasil ditangkap di Banyuwangi sekitar Pukul 08.00 WIB dan digiring ke Mapolsek Kuta berikut sejumlah barang bukti yang belum berhasil dijual pelaku.

 

Kapolsek Kuta, Kompol Orpa SM Takalapeta sudah membenarkan kejadian ini. Kompol Orpa mengaakan, saat ini pelaku masih diperiksa petugas untuk melengkapi berkas perkara.

 

“Pelaku sudah diamankan dan masih dilakukan pengembangan. BB juga sudah kami amankan,” kata Kompol Orpa.

Rudi, pria asal Medan yang tinggal di Papua Barat ini keterlaluan. Bagaimana tidak? Sudah diongkosi untuk terbang ke Bali, dia justru merampok barang berharga Maria. Perbuatan Rudi mudah saja dilakukan. Sebab, mereka tidur sekamar.

 

ANDRE SULLA, Kuta

 

Kisah Maria Rape dengan Rudi, bak sebuah sinetron saja. Mereka tinggal di tempat yang terpaut cukup jauh. Maria di Sumba, NTT, sedangkan Rudi di Papua.

 

Maria Rape, perempuan 46 tahun itu memang berasal dari Dusun Etakua, Desa Rada Mata, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. Sedangkan sang lelaki, Rudi, 38, kelahiran Medan namun berdomisili di Desa Bintuni Timur, Kecamatan Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

 

Mereka telah menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Perkenalan keduanya pun melalui media sosial Facebook. Pertemuan di facebook selama setahun itu membuat mereka akrab hingga memutuskan untuk bertemu.

 

Tempat yang dijadikan lokasi pertemuan mereka adalah Bali. Pulau Dewata yang menjadi jujukan turis.

 

Untuk sampai pertemuan ini, Maria harus membiayai ini semua. Dari tiket pesawat, penginapan hingga segala kebutuhan selama di Bali. Maria rela melakukan itu. Maka, 6 Januari 2022, mereka terbang dari tempatnya masing-masing menuju Bali.

Baca Juga:  Tak Punya Kerjaan tapi Ngekos di Kosan Elit, 6 Penipu Online Diciduk

 

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta mereka akhirnya bertemu. Keduanya lalu menuju tempat penginapan di Hotel Solaris, Jalan Wana Segara, Kuta.

 

Meski tak ada hubungan perkawinan, keduanya segera akrab ketika bertemu secara fisik untuk pertama kalinya. Bahkan, mereka cukup memesan satu kamar di Hotel Solaris.

 

Mereka pun tidur bersama di kamar 206. Memadu kasih setelah setahun terpisah jarak.

 

Cukup lama Maria dan Rudi menginap di hotel tersebut. Dari tanggal 6 sampai 13 Januari 2022. Sampai pada akhirya, Rabu (12/1) sekitar pukul 22.00 Maria tidur lebih dulu karena merasa kelelahan. Sedangkan Rudi masih terjaga sambil bermain HP.

 

Pada Kamis (13/1) sekitar pukul 03.00, Maria akhirnya bangun tidur dan tak melihat Rudi di dalam kamar mereka. Barang berharga milik Maria juga hilang.

 

Maria pun melaporkan peristiwa ini ke pihak Polsek Kuta. Dalam laporan di kepolisian, Maria mengaku kehilangan beberapa perhiasan. Antara lain sebuah gelang emas berat 6 gram, sebuah kalung emas berat 8 gram, sebuah cincin bermatakan diamond berat 4 gram, sebuah liontin diamond 8 gram, dan sebuah gelang kaki pernak pernik lumba-lumba 4 gram.

Baca Juga:  Pelaku juga Dituduh Korban Dukun dan Beri Pengaruh Buruk

 

Berikutnya yang hilang adalah sebuah HP Vivo 1919 warna putih, dan uang tunai sebesar Rp9.500.000. Ttotal kerugian Maria mencapai Rp47.900.000.

Kanit Reskrim AKP I Nyoman Sudarsana dan Panit 1 Reskrim Ipda Adhi Waluya yang memimpin penyelidikan akhirnya mendapat informasi bahwa Rudi sudah kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (13/1) sekitar pukul 05.00.

 

Tak butuh waktu lama, Rudi berhasil ditangkap di Banyuwangi sekitar Pukul 08.00 WIB dan digiring ke Mapolsek Kuta berikut sejumlah barang bukti yang belum berhasil dijual pelaku.

 

Kapolsek Kuta, Kompol Orpa SM Takalapeta sudah membenarkan kejadian ini. Kompol Orpa mengaakan, saat ini pelaku masih diperiksa petugas untuk melengkapi berkas perkara.

 

“Pelaku sudah diamankan dan masih dilakukan pengembangan. BB juga sudah kami amankan,” kata Kompol Orpa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/