alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Banyak Residivis Keluar Masuk, Rutan Kelas IIB Gianyar Overload

GIANYAR – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar, Bali sudah melebihi kapasitas hunian alias overload.

Akibatnya, pihak Rutan pun harus mengantisipasi dengan memindah sejumlah narapidana (napi) dan tahanan ke tempat lain.

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, M. Bahrun, menyatakan Rutan Gianyar yang berlokasi di belakang gedung DPRD Gianyar rencananya diratakan untuk pembangunan Pusat Pemerintah (Puspem) Gianyar.

Kondisi rutan yang diakui sudah over kapasitas dijanjikan akan pindah ke tempat yang lebih luas. “Namun karena situasi pandemi Covid-19, untuk rencana Gianyar membuat Puspem belum bisa dilakukan karena Pemda terkendala keuangan,” ujar Bahrun.

Lebih lanjut, selaku kepala Rutan, Bahrun menyambut baik rencana bupati membangun Puspem sekaligus membangun Rutan baru yang lebih luas.

“Mudah-mudahan bisa segera terwujud, covid reda, PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat atau normal. Sehingga bisa terwujud, tempat baru lebih luas dan representatif,” ujarnya.

Meski ada rencana pindah, namun pihaknya belum tahu kemana akan pindah dan dimana lahan yang disediakan pemerintah daerah.

Untuk mengantisipasi overload, sementara narapidana di Rutan Gianyar dibantarkan ke sejumlah Rutan dan Lapas di Bali.

“Untuk napi narkoba, kami pindahkan ke Lapastik Bangli, namun Lapastik juga padat hunian,” imbuh Bahrun.

Disebutkan, berdasarkan data, kapasitas narapidana di Rutan hanya 44 orang. Namun jumlah hunian mencapai 151 orang yang terdiri dari narapidana sebanyak 113 orang dan tahanan 38 orang.

“Over kapasitas mencapai 300 persen. Kasus terbanyak menonjol dan narkotika dan pencurian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Kanwil Hukum dan HAM Bali, Made Mudana, menambahkan situasi di Rutan Gianyar juga dialami Rutan dan Lapas di seluruh Bali. “Kecuali Lapas Anak,” jelas Made Mudiana.

Saat ini, tugas dari petugas Kemasyarakatan menurunkan angka residivis.

Sebab, banyak residivis keluar masuk dan menjadi salah satu faktor penyebab penuhnya hunian.

“Makanya mereka harus dilatih supaya bisa terampil. Sehingga tidak lagi melakukan kejahatan. dengan kerjasama dengan kelompok bisa menciptakan lapangan kerja, serta mendidik tenaga di Rutan yang handal. Angka residivis tidak terulang lagi,” jelasnya.

Kata dia, petugas Lapas dikatakan berhasil jika jumlah residivis menurun. “Kalau sama seperti tahun lalu, dimana letak kesuksesan. Bisa jaga keamanan, kesehatan, disisi lain, pulang lalu kembali lagi, maka gagal,” pungkas mantan Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar itu. 



GIANYAR – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar, Bali sudah melebihi kapasitas hunian alias overload.

Akibatnya, pihak Rutan pun harus mengantisipasi dengan memindah sejumlah narapidana (napi) dan tahanan ke tempat lain.

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, M. Bahrun, menyatakan Rutan Gianyar yang berlokasi di belakang gedung DPRD Gianyar rencananya diratakan untuk pembangunan Pusat Pemerintah (Puspem) Gianyar.

Kondisi rutan yang diakui sudah over kapasitas dijanjikan akan pindah ke tempat yang lebih luas. “Namun karena situasi pandemi Covid-19, untuk rencana Gianyar membuat Puspem belum bisa dilakukan karena Pemda terkendala keuangan,” ujar Bahrun.

Lebih lanjut, selaku kepala Rutan, Bahrun menyambut baik rencana bupati membangun Puspem sekaligus membangun Rutan baru yang lebih luas.

“Mudah-mudahan bisa segera terwujud, covid reda, PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat atau normal. Sehingga bisa terwujud, tempat baru lebih luas dan representatif,” ujarnya.

Meski ada rencana pindah, namun pihaknya belum tahu kemana akan pindah dan dimana lahan yang disediakan pemerintah daerah.

Untuk mengantisipasi overload, sementara narapidana di Rutan Gianyar dibantarkan ke sejumlah Rutan dan Lapas di Bali.

“Untuk napi narkoba, kami pindahkan ke Lapastik Bangli, namun Lapastik juga padat hunian,” imbuh Bahrun.

Disebutkan, berdasarkan data, kapasitas narapidana di Rutan hanya 44 orang. Namun jumlah hunian mencapai 151 orang yang terdiri dari narapidana sebanyak 113 orang dan tahanan 38 orang.

“Over kapasitas mencapai 300 persen. Kasus terbanyak menonjol dan narkotika dan pencurian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Kanwil Hukum dan HAM Bali, Made Mudana, menambahkan situasi di Rutan Gianyar juga dialami Rutan dan Lapas di seluruh Bali. “Kecuali Lapas Anak,” jelas Made Mudiana.

Saat ini, tugas dari petugas Kemasyarakatan menurunkan angka residivis.

Sebab, banyak residivis keluar masuk dan menjadi salah satu faktor penyebab penuhnya hunian.

“Makanya mereka harus dilatih supaya bisa terampil. Sehingga tidak lagi melakukan kejahatan. dengan kerjasama dengan kelompok bisa menciptakan lapangan kerja, serta mendidik tenaga di Rutan yang handal. Angka residivis tidak terulang lagi,” jelasnya.

Kata dia, petugas Lapas dikatakan berhasil jika jumlah residivis menurun. “Kalau sama seperti tahun lalu, dimana letak kesuksesan. Bisa jaga keamanan, kesehatan, disisi lain, pulang lalu kembali lagi, maka gagal,” pungkas mantan Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar itu. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/