alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Diadili Sendiri, Riza Tanyakan Empat Pelaku Lain yang Masih Buron

DENPASAR – Kasus dugaan korupsi dana kredit usaha rakyat (KUR) sebuah bank BUMN di Denpasar makin menarik saja. Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara, 33, pegawai bagian pemasaran yang menjalani sidang perdana mencokot peran empat pelaku lain yang sampai saat ini masih buron.

 

Diketahui, Riza Kerta Yudha Negara diadili sendiri di PN Denpasar, Selasa (15/2). Dalam sidang perdana, jaksa membeberkan modus terdakwa dalam memanipulasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga merugikan bank BUMN tersebut sebesar Rp3,1 miliar.

 

Usai menjalani sidang, terdakwa mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU I Made Agus Mahendra Iswara dari Kejari Denpasar.

 

“Yang Mulia, kami mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan penuntut umum,” ujar Putu Angga Pratama, pengacara yang mendampingi terdakwa dalam sidang daring Selasa (15/2).

Baca Juga:  Operasi Pasar Jamin Harga Bahan Pangan bagi Masyarakat

 

Hakim I Gde Novyartha yang memimpin persidangan memberikan waktu sepekan kepada terdakwa dan pengacaranya untuk mengajukan eksepsi dari terdakwa yang saat ini ditahan di Rutan Polresta Denpasar.

 

Putu Angga Pratama diwawancarai usai sidang mengatakan, pihaknya mengajukan eksepsi karena ada beberapa hal yang belum terungkap dalam dakwaan. 

 

Terutama terkait dengan nama-nama yang masih buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Empat orang yang ditetapkan sebagai DPO, yaitu Sukemi, Udin alias Safiudin, Yudha Aryoko alias Yudi. Diduga terdakwa Riza bersama keempat DPO tersebut memanipulasi proses kredit KUR di Bank BUMN itu. 

 

“Dalam dakwaan jaksa, terdakwa tidak menikmati uang sendiri. Ada empat orang yang statusnya DPO. Harusnya dan semestinya diungkap dengan fakta yang terbuka di persidangan,” sindir Angga.

Baca Juga:  Gerebek Kos-kosan, BNNK Badung Temukan 10 Penghuni Kos Positif Narkoba


DENPASAR – Kasus dugaan korupsi dana kredit usaha rakyat (KUR) sebuah bank BUMN di Denpasar makin menarik saja. Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara, 33, pegawai bagian pemasaran yang menjalani sidang perdana mencokot peran empat pelaku lain yang sampai saat ini masih buron.

 

Diketahui, Riza Kerta Yudha Negara diadili sendiri di PN Denpasar, Selasa (15/2). Dalam sidang perdana, jaksa membeberkan modus terdakwa dalam memanipulasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga merugikan bank BUMN tersebut sebesar Rp3,1 miliar.

 

Usai menjalani sidang, terdakwa mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU I Made Agus Mahendra Iswara dari Kejari Denpasar.

 

“Yang Mulia, kami mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan penuntut umum,” ujar Putu Angga Pratama, pengacara yang mendampingi terdakwa dalam sidang daring Selasa (15/2).

Baca Juga:  Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 11,9 T Subsidi KUR Tahun 2022

 

Hakim I Gde Novyartha yang memimpin persidangan memberikan waktu sepekan kepada terdakwa dan pengacaranya untuk mengajukan eksepsi dari terdakwa yang saat ini ditahan di Rutan Polresta Denpasar.

 

Putu Angga Pratama diwawancarai usai sidang mengatakan, pihaknya mengajukan eksepsi karena ada beberapa hal yang belum terungkap dalam dakwaan. 

 

Terutama terkait dengan nama-nama yang masih buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Empat orang yang ditetapkan sebagai DPO, yaitu Sukemi, Udin alias Safiudin, Yudha Aryoko alias Yudi. Diduga terdakwa Riza bersama keempat DPO tersebut memanipulasi proses kredit KUR di Bank BUMN itu. 

 

“Dalam dakwaan jaksa, terdakwa tidak menikmati uang sendiri. Ada empat orang yang statusnya DPO. Harusnya dan semestinya diungkap dengan fakta yang terbuka di persidangan,” sindir Angga.

Baca Juga:  KUR Goes to Campus Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/