alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Gegara Kabur dari Tahanan Polres, Gilang Andrianto Dituntut 3 Tahun

NEGARA- Gilang Andrianto, terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan (curat) akhirnya dituntut pidana 3 tahun penjara, Selasa (15/2).

Gilang dituntut hukuman tinggi karena selain menyandang status residivis dan pernah dihukum atas kasus pencurian, juga karena terdakwa  sempat kabur dari rumah tahanan (Rutan) Polres Jembrana.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, tuntutan tinggi jaksa penuntut umum terhadap Gilang, karena JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5, KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. “Terdakwa Gilang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana,” tegas Delfi.

Namun sebelum menyampaikan surat tuntutan hukuman pidana, JPU  terlebih dahulu menyampaikan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan hukuman terdakwa.

Adapun pertimbangan yang meringankan, terdakwa berterus terang mengakui perbuatanya. Sedangkan yang memberatkan hukuman, terdakwa merupakan residivis perkara pencurian dengan pemberatan pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga:  Angkut 40 Kendaraan, KMP Yunicee Karam di Gilimanuk, 6 Orang Meninggal

Selain itu, Gilang merupakan salah satu dari tahanan yang kabur dari rutan Polres Jembrana bersama dua tahanan lagi dalam perkara berbeda.

Lebih lanjut, imbuh Delfi, kaburnya Gilang menjadi perhatian publik hingga membuat aparat kepolisian memburunya hingga seminggu.

Sedangkan dua tahanan lagi ditangkap kurang dari enam jam setelah kabur. “Terdakwa ini menjadi atensi khusus karena sempat kabur dari rutan,” terangnya.

Ditambahkannya, selain kasus curat, Terdakwa Gilang juga dengan kembali akan disidang atas aksi pencurian sepeda motor.

 Kasus pencurian motor dilakukan saat terdakwa kabur dari rutan Polres Jembrana dan digunakan untuk kabur ke wilayah Denpasar hingga Klungkung.

Mengenai berkas kasus pencurian motor di TKP Kelurahan Pendem tersebut, jaksa sudah menyatakan lengkap sehingga tinggal menunggu pelimpahan tahap kedua dari penyidik ke jaksa.

Baca Juga:  Ngelus Dada!! 4 Bulan Bebas, Residivis Anak Ditangkap Lagi Curi Motor

Seperti diketahui, Gilang melakukan pencurian di tiga TKP berbeda hingga membuatnya kembali ke jeruji besi.

Adapun dari tiga TKP, itu salah satu diantaranya di SMKN 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat Kwarcab Pramuka Jembrana. Saat melakukan aksi pencurian di sekretariat Kwarcab Pramuka Jembrana, Gilang berhasil membawa satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak, dan satu buah pisau. 



NEGARA- Gilang Andrianto, terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan (curat) akhirnya dituntut pidana 3 tahun penjara, Selasa (15/2).

Gilang dituntut hukuman tinggi karena selain menyandang status residivis dan pernah dihukum atas kasus pencurian, juga karena terdakwa  sempat kabur dari rumah tahanan (Rutan) Polres Jembrana.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, tuntutan tinggi jaksa penuntut umum terhadap Gilang, karena JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5, KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. “Terdakwa Gilang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana,” tegas Delfi.

Namun sebelum menyampaikan surat tuntutan hukuman pidana, JPU  terlebih dahulu menyampaikan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan hukuman terdakwa.

Adapun pertimbangan yang meringankan, terdakwa berterus terang mengakui perbuatanya. Sedangkan yang memberatkan hukuman, terdakwa merupakan residivis perkara pencurian dengan pemberatan pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga:  Mayat Membusuk di Pantai Mahasiswa STD, Ini Fakta Lain yang Terungkap

Selain itu, Gilang merupakan salah satu dari tahanan yang kabur dari rutan Polres Jembrana bersama dua tahanan lagi dalam perkara berbeda.

Lebih lanjut, imbuh Delfi, kaburnya Gilang menjadi perhatian publik hingga membuat aparat kepolisian memburunya hingga seminggu.

Sedangkan dua tahanan lagi ditangkap kurang dari enam jam setelah kabur. “Terdakwa ini menjadi atensi khusus karena sempat kabur dari rutan,” terangnya.

Ditambahkannya, selain kasus curat, Terdakwa Gilang juga dengan kembali akan disidang atas aksi pencurian sepeda motor.

 Kasus pencurian motor dilakukan saat terdakwa kabur dari rutan Polres Jembrana dan digunakan untuk kabur ke wilayah Denpasar hingga Klungkung.

Mengenai berkas kasus pencurian motor di TKP Kelurahan Pendem tersebut, jaksa sudah menyatakan lengkap sehingga tinggal menunggu pelimpahan tahap kedua dari penyidik ke jaksa.

Baca Juga:  Awas! Polda Bali akan Pasang Kamera Pengintai untuk Tilang Elektronik

Seperti diketahui, Gilang melakukan pencurian di tiga TKP berbeda hingga membuatnya kembali ke jeruji besi.

Adapun dari tiga TKP, itu salah satu diantaranya di SMKN 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat Kwarcab Pramuka Jembrana. Saat melakukan aksi pencurian di sekretariat Kwarcab Pramuka Jembrana, Gilang berhasil membawa satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak, dan satu buah pisau. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/