alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Jaksa Beberkan Modus Pegawai Bank BUMN Korupsi KUR Senilai Rp3,1 M

DENPASAR – Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara, 33, pegawai salah satu bank BUMN akhirnya diadili di PN Denpasar, Selasa (15/2). Dalam sidang perdana, jaksa membeberkan modus kejahatan yang dilakukan terdakwa dalam kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) hingga merugikan Rp3,1 miliar tersebut.

 

JPU I Made Agus Mahendra Iswara dalam dakwaannya mendakwa terdakwa diduga melakukan penyimpangan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3,1 miliar.

 

Pada tahun 2016 sampai 2018, lanjut JPU I Made Agus Mahendra Iswara, terdakwa selaku pegawai di bagian pemasaran salah satu bank BUMN di Jalan Trenggana, Denpasar, bersama dengan calon nasabah telah melakukan atau turut serta melakukan manipulasi proses KUR.

Baca Juga:  Ngaku Sering Dapat Tawaran Kencan Langsung, Tapi Tolak Layani Open BO

 

Terdakwa diduga sengaja tidak memastikan pemohon kredit telah melakukan usaha aktif minimal enam bulan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan yang dituangkan dalam KKN KUR Mikro. 

 

Selain itu, terdakwa diduga dengan sengaja melaksanakan prakarsa dan analisa usulan pinjaman mengajukan syarat-syarat administrasi kredit berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Usaha tidak sesuai dengan prosedur. 

 

“Terdakwa dengan sengaja memfasilitasi 148 pengajuan kredit KUR dengan perjanjian yang tidak dilengkapi dengan pemenuhan persyaratan,” beber JPU.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, JPU pun memasang dakwaan subsideritas. Dalam dakwaan primer, JPU memasang Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca Juga:  Aussie Tewas Usai Mandi di Clif Jumping Nusa Lembongan

 

Sedangkan dalam dakwaan subsider JPU memasang Pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU yang sama.



DENPASAR – Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara, 33, pegawai salah satu bank BUMN akhirnya diadili di PN Denpasar, Selasa (15/2). Dalam sidang perdana, jaksa membeberkan modus kejahatan yang dilakukan terdakwa dalam kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) hingga merugikan Rp3,1 miliar tersebut.

 

JPU I Made Agus Mahendra Iswara dalam dakwaannya mendakwa terdakwa diduga melakukan penyimpangan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3,1 miliar.

 

Pada tahun 2016 sampai 2018, lanjut JPU I Made Agus Mahendra Iswara, terdakwa selaku pegawai di bagian pemasaran salah satu bank BUMN di Jalan Trenggana, Denpasar, bersama dengan calon nasabah telah melakukan atau turut serta melakukan manipulasi proses KUR.

Baca Juga:  Ini Surat KPK yang Sebut Tersangka Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja

 

Terdakwa diduga sengaja tidak memastikan pemohon kredit telah melakukan usaha aktif minimal enam bulan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan yang dituangkan dalam KKN KUR Mikro. 

 

Selain itu, terdakwa diduga dengan sengaja melaksanakan prakarsa dan analisa usulan pinjaman mengajukan syarat-syarat administrasi kredit berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Usaha tidak sesuai dengan prosedur. 

 

“Terdakwa dengan sengaja memfasilitasi 148 pengajuan kredit KUR dengan perjanjian yang tidak dilengkapi dengan pemenuhan persyaratan,” beber JPU.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, JPU pun memasang dakwaan subsideritas. Dalam dakwaan primer, JPU memasang Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca Juga:  Hakim Bebaskan Tujuh Terdakwa Kasus Korupsi, Jaksa Pilih Kasasi

 

Sedangkan dalam dakwaan subsider JPU memasang Pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU yang sama.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/