alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Jaksa Penuntut Umum Sakit, Sidang Tuntutan JRX SID Ditunda

DENPASAR – Sidang lanjutan Drummer Superman Is Dead (SID), JRX atau bernama asli I Gde Aryastina terpaksa ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta pada Rabu (16/2/2022).

 

Padahal, kali ini JRX bersiap diri akan mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umun (JPU). Penundaan dikarenakan kondisi JPU sedang sakit.

 

Usai sidang, salah satu tim kuasa hukum JRX, Wayan “Gendo” Suardana saat dikonfirmasi radarbali.id mengatakan, pihaknya menghormati keputusan dari majelis hakim atas jadwal persidangan, dan memaklumi penundaan pembacaan tuntutan JPU karena alasan kesehatan JPU sebelumnya.  

 

“Kami memaklumi ketidaksiapan JPU karena alasan kesehatan dan menghormati jadwal yang ditetapkan majelis Hakim. Kami berharap bahwa penundaan tuntutan ini bukan karena ada hal-hal yang negatif untuk Terdakwa tetapi justru karena JPU melakukan analisis yang mendalam atas fakta-fakta persidangan yang menunjukan bahwa perkara ini sumir untuk menuntut JRX bersalah,” kata Gendo.

Baca Juga:  Kritisi IDI Agent of Change, Banyak Kejanggalan, Sebut Dr Suteja Polos

 

Lanjut Gendo, kendati nature Jaksa Penuntut umum adalah membuktikan dan menuntut terdakwa bersalah, namun tidak menutup ruang secara hukum JPU juga bisa menuntut terdakwa dibebaskan karena fakta-fakta persidangan yang memang membuktikan terdakwa tidak bersalah.

 

“Kami berharap itu dapat terjadi terlebih lagi pelapor atau saksi korban terbukti di depan persidangan sebagai pelapor yang tercela,” ujar Gendo.

 

Hal inilah yang membuat Gendo berkeyakinan dan berharap JPU dengan bijak dalam melakukan penuntutan nanti dengan melihat semua hal dalam persidangan ini.

 

“Ini ibarat pertarungan dua karater manusia. JRX tampil sebagai karakter ksatria dan pelapor sebagai karater yang tercela karena fakta persidangan menunjukan kebohongan dia atas beberapa fakta seperti mengenai HP perekam dan juga dugaan motif mengambil keuntungan dari pelaporan terhadap JRX,” pungkas Gendo.

Baca Juga:  Kuasa Hukum JRX Datangi Kejari Jakarta Pusat Lagi, Ini Yang Diminta

 

Seperti diketahui, JRX dilaporkan Adam Deni atas dugaan pelanggaran Pasal 29 juncto 45B atau Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU ITE. 



DENPASAR – Sidang lanjutan Drummer Superman Is Dead (SID), JRX atau bernama asli I Gde Aryastina terpaksa ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta pada Rabu (16/2/2022).

 

Padahal, kali ini JRX bersiap diri akan mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umun (JPU). Penundaan dikarenakan kondisi JPU sedang sakit.

 

Usai sidang, salah satu tim kuasa hukum JRX, Wayan “Gendo” Suardana saat dikonfirmasi radarbali.id mengatakan, pihaknya menghormati keputusan dari majelis hakim atas jadwal persidangan, dan memaklumi penundaan pembacaan tuntutan JPU karena alasan kesehatan JPU sebelumnya.  

 

“Kami memaklumi ketidaksiapan JPU karena alasan kesehatan dan menghormati jadwal yang ditetapkan majelis Hakim. Kami berharap bahwa penundaan tuntutan ini bukan karena ada hal-hal yang negatif untuk Terdakwa tetapi justru karena JPU melakukan analisis yang mendalam atas fakta-fakta persidangan yang menunjukan bahwa perkara ini sumir untuk menuntut JRX bersalah,” kata Gendo.

Baca Juga:  Breaking News! JRX Resmi Ditahan di Jakarta terkait Kasus Adam Deni

 

Lanjut Gendo, kendati nature Jaksa Penuntut umum adalah membuktikan dan menuntut terdakwa bersalah, namun tidak menutup ruang secara hukum JPU juga bisa menuntut terdakwa dibebaskan karena fakta-fakta persidangan yang memang membuktikan terdakwa tidak bersalah.

 

“Kami berharap itu dapat terjadi terlebih lagi pelapor atau saksi korban terbukti di depan persidangan sebagai pelapor yang tercela,” ujar Gendo.

 

Hal inilah yang membuat Gendo berkeyakinan dan berharap JPU dengan bijak dalam melakukan penuntutan nanti dengan melihat semua hal dalam persidangan ini.

 

“Ini ibarat pertarungan dua karater manusia. JRX tampil sebagai karakter ksatria dan pelapor sebagai karater yang tercela karena fakta persidangan menunjukan kebohongan dia atas beberapa fakta seperti mengenai HP perekam dan juga dugaan motif mengambil keuntungan dari pelaporan terhadap JRX,” pungkas Gendo.

Baca Juga:  Dipindah ke Kerobokan, Kalapas Pastikan Tak Ada Perlakuan Istimewa

 

Seperti diketahui, JRX dilaporkan Adam Deni atas dugaan pelanggaran Pasal 29 juncto 45B atau Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU ITE. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/