alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Memanas, JPU Minta Pengacara Mata Elang Belajar Lagi KUHAP

DENPASAR– Sepekan menjelang sidang putusan kasus pengeroyokan dan penebasan di Perumnas Monang-Maning yang menewaskan korban Gede Budiarsana semakin menarik.

 

Pasalnya, JPU dari Kejari Denpasar dalam repliknya bersikeras mementahkan pledoi atau nota pembelaan tim penasihat hukum terdakwa I Wayan Sadia, 39, serta Benny Bakarbessy, 41, dkk.

 

JPU menilai tujuh terdakwa yang merupakan anggota debt collector Mata Elang harus mendapat hukuman dari hakim.  

 

Sebelumnya, dalam pledoinya kuasa hukum terdakwa meminta hakim memberikan keringanan lantaran JPU tidak mampu menghadirkan saksi yang melihat kejadian langsung. Menanggapi hal itu, JPU dalam repliknya langsung melancarkan sanggahan.  

 

“Penasihat hukum terdakwa harus belajar kembali tentang hukum pidana, karena alat bukti dalam hukum pidana terdiri sebagaimana dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP,” sindir Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha, kemarin (16/2).

 

Menurut Suyantha, dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP disebutkan, bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Baca Juga:  Memprihatinkan! Kasus Narkoba Meningkat, BB Rp 2 Miliar Dimusnahkan

 

Jadi tidak hanya alat bukti keterangan saksi saja yang menjadi titik pembuktian. Dalam sidang JPU menuunjukkan alat bukti surat, keterangan ahli, dan keterangan terdakwa.

 

Petunjuk yang ada saling berkesesuaian dengan alat bukti dan barang bukti serta pengakuan terdakwa sendiri.

 

 “Tidak benar kalau tuntutan batal, karena alasan tidak ada saksi yang melihat perbuatan terdakwa secara langsung,” tandas mantan Kasi Pidum Kejari Jambi itu.

 

JPU meyakini secara sah dan meyakinkan terdakwa Sadia melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan. “Berdasar hal tersebut, kami mohon hakim mengambulkan seluruh tuntutan, dan menolak seluruh pledoi penasihat hukum terdakwa,” tukasnya.

 

Tidak hanya untuk Sadia, JPU juga menangksi pembelaan yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa Benny Bakar Bessy, Jos Bus Likumahwa, Fendy Kainama, Gerson Pattiwaelapia, I Gusti Bagus Christian Alevanto, dan Dominggus Bakar Bessy.

Baca Juga:  Tewaskan Wayan Budiarsana, 7 Terdakwa Kompak Minta Keringanan Hukuman

 

Dakwa bersikukuh keterangan para terdakwa berdiri sendiri. Bahkan, saksi meringankan yang diajukan pengacara terdakwa secara tegas mengatakan tidak melihat ada perkelahian di TKP.

 

“Saksi meringankan tidak melihat karena jarak yang jauh,” beber Suyantha.

 

Selain itu, JPU juga tak sepakat dengan pembelaan pengacara terdakwa yang mengklaim saksi ahli menyatakan bekas luka pada paha korban Budiarsana adalah bekas terjatuh.

 

Menurut JPU, saksi ahli mengatakan secara tegas luka tersebut merupakan kekerasan benda tumpul. Saksi ahli menegaskan luka tersebut akibat benturan benda tumpul.

 

“Fakta hukum yang disajikan oleh penasihat hukum terdakwa tidak berdasar atas hukum dan harus dikesampingkan,” pungkasnya.

 

Persidangan akan dilanjutkan Selasa depan, 22 Februari 2022 dengan agenda putusan.



DENPASAR– Sepekan menjelang sidang putusan kasus pengeroyokan dan penebasan di Perumnas Monang-Maning yang menewaskan korban Gede Budiarsana semakin menarik.

 

Pasalnya, JPU dari Kejari Denpasar dalam repliknya bersikeras mementahkan pledoi atau nota pembelaan tim penasihat hukum terdakwa I Wayan Sadia, 39, serta Benny Bakarbessy, 41, dkk.

 

JPU menilai tujuh terdakwa yang merupakan anggota debt collector Mata Elang harus mendapat hukuman dari hakim.  

 

Sebelumnya, dalam pledoinya kuasa hukum terdakwa meminta hakim memberikan keringanan lantaran JPU tidak mampu menghadirkan saksi yang melihat kejadian langsung. Menanggapi hal itu, JPU dalam repliknya langsung melancarkan sanggahan.  

 

“Penasihat hukum terdakwa harus belajar kembali tentang hukum pidana, karena alat bukti dalam hukum pidana terdiri sebagaimana dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP,” sindir Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha, kemarin (16/2).

 

Menurut Suyantha, dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP disebutkan, bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Baca Juga:  Pasang Keramik, Kesetrum Listrik, Pekerja Bangunan Tewas Mengenaskan

 

Jadi tidak hanya alat bukti keterangan saksi saja yang menjadi titik pembuktian. Dalam sidang JPU menuunjukkan alat bukti surat, keterangan ahli, dan keterangan terdakwa.

 

Petunjuk yang ada saling berkesesuaian dengan alat bukti dan barang bukti serta pengakuan terdakwa sendiri.

 

 “Tidak benar kalau tuntutan batal, karena alasan tidak ada saksi yang melihat perbuatan terdakwa secara langsung,” tandas mantan Kasi Pidum Kejari Jambi itu.

 

JPU meyakini secara sah dan meyakinkan terdakwa Sadia melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan. “Berdasar hal tersebut, kami mohon hakim mengambulkan seluruh tuntutan, dan menolak seluruh pledoi penasihat hukum terdakwa,” tukasnya.

 

Tidak hanya untuk Sadia, JPU juga menangksi pembelaan yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa Benny Bakar Bessy, Jos Bus Likumahwa, Fendy Kainama, Gerson Pattiwaelapia, I Gusti Bagus Christian Alevanto, dan Dominggus Bakar Bessy.

Baca Juga:  Membaik, 14 Napi Korban Disinfektan Oplosan Dipulangkan dari RS

 

Dakwa bersikukuh keterangan para terdakwa berdiri sendiri. Bahkan, saksi meringankan yang diajukan pengacara terdakwa secara tegas mengatakan tidak melihat ada perkelahian di TKP.

 

“Saksi meringankan tidak melihat karena jarak yang jauh,” beber Suyantha.

 

Selain itu, JPU juga tak sepakat dengan pembelaan pengacara terdakwa yang mengklaim saksi ahli menyatakan bekas luka pada paha korban Budiarsana adalah bekas terjatuh.

 

Menurut JPU, saksi ahli mengatakan secara tegas luka tersebut merupakan kekerasan benda tumpul. Saksi ahli menegaskan luka tersebut akibat benturan benda tumpul.

 

“Fakta hukum yang disajikan oleh penasihat hukum terdakwa tidak berdasar atas hukum dan harus dikesampingkan,” pungkasnya.

 

Persidangan akan dilanjutkan Selasa depan, 22 Februari 2022 dengan agenda putusan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/