alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Nahas, Warga Kerambitan yang Hilang Misterius Ditemukan Jadi Jasad

TABANAN–I Made Toko, 70, lansia yang sempat dikabarkan hilang misterius, Senin (14/2) akhirnya berhasil ditemukan.

Sayangnya, saat ditemukan, warga Banjar Dinas Penarukan Bantas, Desa Penarukan Kecamatan Kerambitan Tabanan sudah dalam kondisi tidak bernyata di muara sungai (Tukad) Yeh Lating masuk wilayah perbatasan antar desa Kelating dengan Desa Tibubiu.

Korban ditemukan Rabu, (16/2) sekitar pukul 09.00 WITA oleh seorang warga Desa I Gusti Nyoman Sudirka yang hendak berangkat ke sawah.

Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gde Artha mengatakan posisi korban ditemukan persis tempat muara sungai perbatasan dua desa yakni Kelating dengan Desa Tibubiu.

Dengan ciri korban saat ditemukan pertama kali oleh saksi seorang petani I Gusti Nyoman Sudirka, menggunakan pakaian baju kaos hitam, celana pendek biru dongker. Kemudian menggunakan topi anyaman bambu (capil tiying) dan membawa penampad/parang panjang menyerupai pedang.

“Penemuan ini sesuai laporan ciri korban saat hilang. Jadi korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa,” kata Kompol Bambang, Rabu kemarin.

Dari keterangan saksi yang menemukan korban, bahwa dia tak menyangka akan menemukan korban di aliran muara sungai.

Karena kala itu saksi akan berangkat ke sawah. Saat melintas sungai saksi terbelalak melihat sesosok mayat pria tergeletak dengan kondisi tubuh mengembang.

“Sehingga saksi melapor kepada keluarga korban dan bhabinkamtibmas desa setempat,” ungkap Kompol Bambang.

Disisi lain dijelaskan Kompol Bambang, dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Tabanan. Kondisi tubuh korban sudah mengembang dan membusuk. Kemungkinan korban sudah terendam air lebih dari 1 hari.

Selain itu pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka yang diduga disebabkan karena terlalu lama terendam air dan kemungkinan terbentur pada bebatuan di sungai.



TABANAN–I Made Toko, 70, lansia yang sempat dikabarkan hilang misterius, Senin (14/2) akhirnya berhasil ditemukan.

Sayangnya, saat ditemukan, warga Banjar Dinas Penarukan Bantas, Desa Penarukan Kecamatan Kerambitan Tabanan sudah dalam kondisi tidak bernyata di muara sungai (Tukad) Yeh Lating masuk wilayah perbatasan antar desa Kelating dengan Desa Tibubiu.

Korban ditemukan Rabu, (16/2) sekitar pukul 09.00 WITA oleh seorang warga Desa I Gusti Nyoman Sudirka yang hendak berangkat ke sawah.

Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gde Artha mengatakan posisi korban ditemukan persis tempat muara sungai perbatasan dua desa yakni Kelating dengan Desa Tibubiu.

Dengan ciri korban saat ditemukan pertama kali oleh saksi seorang petani I Gusti Nyoman Sudirka, menggunakan pakaian baju kaos hitam, celana pendek biru dongker. Kemudian menggunakan topi anyaman bambu (capil tiying) dan membawa penampad/parang panjang menyerupai pedang.

“Penemuan ini sesuai laporan ciri korban saat hilang. Jadi korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa,” kata Kompol Bambang, Rabu kemarin.

Dari keterangan saksi yang menemukan korban, bahwa dia tak menyangka akan menemukan korban di aliran muara sungai.

Karena kala itu saksi akan berangkat ke sawah. Saat melintas sungai saksi terbelalak melihat sesosok mayat pria tergeletak dengan kondisi tubuh mengembang.

“Sehingga saksi melapor kepada keluarga korban dan bhabinkamtibmas desa setempat,” ungkap Kompol Bambang.

Disisi lain dijelaskan Kompol Bambang, dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Tabanan. Kondisi tubuh korban sudah mengembang dan membusuk. Kemungkinan korban sudah terendam air lebih dari 1 hari.

Selain itu pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka yang diduga disebabkan karena terlalu lama terendam air dan kemungkinan terbentur pada bebatuan di sungai.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/