alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Pentolan Ormas Nusa Penida Ancam Lapor Pencemaran Nama Baik

DENPASAR – Kasus Diamond Beach akan semakin ruwet saja. Saat ini, I Gede Buana P, pentolan ormas Nusa Penida yang dilaporkan ke Polda Bali dalam kasus dugaan pengancaman dan perusakan di kawasan wisata Diamond Beach mengancam akan melapor ke polisi terkait pencemaran nama baik.

 

Saat ini, kasus Diamond Beach sudah ada dua laporan ke polisi dan satu laporan perdata. Dua laporan ke polisi adalah yang pertama laporan ke Polsek Nusa Penida dari pihak I Gede BP terkait penyerobotan lahan milik buyut dan kakeknya. I Gede Buana P mengklaim tanah milik ayah dan kakeknya diserobot pihak lain yang kini menjadi kawasan wisata Diamond Beach.

 

Laporan kedua adalah dari pihak pengelola Diamond Beach, Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali dalam kasus dugaan pengancaman dan perusakan properti Diamond Beach. Sebagai terlapor I Gede Buana P.

Baca Juga:  Pentolan Ormas di Nusa Penida Ancam Pengusaha dan Rusak Tempat Wisata

 

Satu lagi adalah berupa gugatan perdata ke PN Klungkung terkait persertifikatan tanah yang diklaim milik Nang Tagel, buyut dari I Gede Buana P. Dalam perkara perdata ini, sebagai tergugat I Nyoman Sudarnana, si pemilik lahan yang menjual kepada Sariasih. Turut tergugat adalah Sariasih, ibu dari Tjandra Jaya Kesuma, pengelola Diamond Beach. Juga turut tergugat BPN dan notaris.

 

Nah, terkait laporan dugaan pengancaman dan perusakan yang dilayangkan Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali, I Gede BP pun akan melakukan laporan balik. I Gede Buana mengaku tidak melakukan perusakan maupun pengancaman di Diamond Beach.

 

“Saya berencana melaporkan Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali, terkait pencemaran nama baik. Saya koordinasi dengan pengacara dulu,” kata Buana, Senin (14/2).

 

Buana mengakui telah datang ke tempat wisata Diamond Beach di Desa Pejukutan pada Minggu (13/2). Namun, dia mengaku kedatangannya ke Diamond Beach untuk menegur pengelola agar tidak melakukan pungutan lantaran tanah Diamond Beach sebagian masih sengketa.

Baca Juga:  Usai Viral, Polda Bali Atensi dan Lidik Oknum Pentolan Ormas di Nuspen

 

“Saya tidak pernah melakukan pengancaman dan perusakan. Saya ke sana hanya sebatas menegur agar tidak boleh melakukan pungutan,” tegas I Gede Buana.

 

Sebelumnya Tjandra Jaya Kesuma, 42, warga Denpasar yang juga pengelola kawasan wisata Diamond Beach melaporkan I Gede BP ke Polda Bali, Minggu (13/2). Dalam laporan nomor LP/B/75/II/2022/SPKT/Polda Bali, Tjandra menyebut I Gede Buana melakukan perusakan dan pengancaman.

 

“Bukan hanya mengintimidasi karyawan dengan menyuruh meninggalkan tempat kerja melainkan melakukan perusakan,” ungkap kuasa hukum Tjandra, yakni AA Made Eka Darmika dari kantor pengacara Wihartono dan partner, Denpasar.



DENPASAR – Kasus Diamond Beach akan semakin ruwet saja. Saat ini, I Gede Buana P, pentolan ormas Nusa Penida yang dilaporkan ke Polda Bali dalam kasus dugaan pengancaman dan perusakan di kawasan wisata Diamond Beach mengancam akan melapor ke polisi terkait pencemaran nama baik.

 

Saat ini, kasus Diamond Beach sudah ada dua laporan ke polisi dan satu laporan perdata. Dua laporan ke polisi adalah yang pertama laporan ke Polsek Nusa Penida dari pihak I Gede BP terkait penyerobotan lahan milik buyut dan kakeknya. I Gede Buana P mengklaim tanah milik ayah dan kakeknya diserobot pihak lain yang kini menjadi kawasan wisata Diamond Beach.

 

Laporan kedua adalah dari pihak pengelola Diamond Beach, Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali dalam kasus dugaan pengancaman dan perusakan properti Diamond Beach. Sebagai terlapor I Gede Buana P.

Baca Juga:  Tujuh Tersangka Korupsi Masker Scuba Pilih Bungkam

 

Satu lagi adalah berupa gugatan perdata ke PN Klungkung terkait persertifikatan tanah yang diklaim milik Nang Tagel, buyut dari I Gede Buana P. Dalam perkara perdata ini, sebagai tergugat I Nyoman Sudarnana, si pemilik lahan yang menjual kepada Sariasih. Turut tergugat adalah Sariasih, ibu dari Tjandra Jaya Kesuma, pengelola Diamond Beach. Juga turut tergugat BPN dan notaris.

 

Nah, terkait laporan dugaan pengancaman dan perusakan yang dilayangkan Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali, I Gede BP pun akan melakukan laporan balik. I Gede Buana mengaku tidak melakukan perusakan maupun pengancaman di Diamond Beach.

 

“Saya berencana melaporkan Tjandra Jaya Kesuma ke Polda Bali, terkait pencemaran nama baik. Saya koordinasi dengan pengacara dulu,” kata Buana, Senin (14/2).

 

Buana mengakui telah datang ke tempat wisata Diamond Beach di Desa Pejukutan pada Minggu (13/2). Namun, dia mengaku kedatangannya ke Diamond Beach untuk menegur pengelola agar tidak melakukan pungutan lantaran tanah Diamond Beach sebagian masih sengketa.

Baca Juga:  Penyerobotan di Diamond Beach Dilaporkan ke Polsek dan Gugatan ke PN

 

“Saya tidak pernah melakukan pengancaman dan perusakan. Saya ke sana hanya sebatas menegur agar tidak boleh melakukan pungutan,” tegas I Gede Buana.

 

Sebelumnya Tjandra Jaya Kesuma, 42, warga Denpasar yang juga pengelola kawasan wisata Diamond Beach melaporkan I Gede BP ke Polda Bali, Minggu (13/2). Dalam laporan nomor LP/B/75/II/2022/SPKT/Polda Bali, Tjandra menyebut I Gede Buana melakukan perusakan dan pengancaman.

 

“Bukan hanya mengintimidasi karyawan dengan menyuruh meninggalkan tempat kerja melainkan melakukan perusakan,” ungkap kuasa hukum Tjandra, yakni AA Made Eka Darmika dari kantor pengacara Wihartono dan partner, Denpasar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/