alexametrics
23.7 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ternyata, Empat Buron Paling Banyak Menikmati Hasil Korupsi KUR

DENPASAR – Pantas saja Riza Kerta Yudha Negara, 33, enggan dijadikan tumbal sendiri dalam kasus dugaan korupsi dana kredit usaha rakyat (KUR) sebuah bank BUMN di Denpasar. Apalagi, Riza Kerta Yudha Negara tidak menikmati sendiri. Ada empat pelaku lain yang masih buron. Bahkan, empat pelaku itu paling banyak menikmati hasil korupsi.

 

Kepastian adanya empat pelaku lain dalam korupsi KUR di salah satu bank BUMN di Denpasar itu justru diungkap jaksa penuntut umum dalam dakwaan terhadap terdakwa Riza Kerta Yudha Negara.

 

Seperti diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Putu Angga Pratama usai mendampingi sidang perdana secara daring dari PN Denpasar, Selasa (15/2).

 

Putu Angga Pratama menjelaskan, ada nama-nama yang masih buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Empat orang yang ditetapkan sebagai DPO yakni Sukemi, Udin alias Safiudin, Yudha Aryoko alias Yudi dan Ni Luh Budi.

Baca Juga:  Diadili Sendiri, Riza Tanyakan Empat Pelaku Lain yang Masih Buron

 

Diketahui, terdakwa Riza tidak sendiri dalam memanipulasi KUR sehingga merugikan Rp3,1 miliar. Dia bersama-sama pelaku lain melakukan manipulasi proses kredit KUR di salah satu Bank BUMN yang berlokasi di Denpasar Timur itu. 

 

Angga pun menyebutkan, dalam perkara ini, kliennya justru bukan pihak yang paling banyak diduga menikmati uang hasil korupsi KUR. Angga mengungkap, terdakwa Riza diduga hanya memperkaya diri sendiri sebesar Rp 126 juta.

 

Sedangkan terduga pelaku lain yang saat ini dinyatakan masuk DPO buron justru menikmati paling banyak. Setidaknya ada lima terduga pelaku lain. Ia membeberkan, pelaku bernama Sukemi (DPO) diduga menikmati Rp 2,7 miliar, kemudian Udin alias Safiudin (DPO) Rp19,2 juta, Yudha Aryoko alias Yudi (DPO) Rp52,5 juta, dan Ni Luh Budi Rp165,6 juta, dan Ayu Risma Damayanti sebesar Rp 41,4 juta.

Baca Juga:  Divonis 2 Tahun Penjara, Petugas Kredit KUR Bersyukur

 

“Dalam dakwaan jaksa, terdakwa tidak menikmati uang sendiri. Ada empat orang yang statusnya DPO. Harusnya dan semestinya diungkap dengan fakta yang terbuka di persidangan,” kata Angga.

 

Untuk itu lah, Angga menyatakan bahwa terdakwa mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU. Sidang selanjutkan akan digelar pekan depan.



DENPASAR – Pantas saja Riza Kerta Yudha Negara, 33, enggan dijadikan tumbal sendiri dalam kasus dugaan korupsi dana kredit usaha rakyat (KUR) sebuah bank BUMN di Denpasar. Apalagi, Riza Kerta Yudha Negara tidak menikmati sendiri. Ada empat pelaku lain yang masih buron. Bahkan, empat pelaku itu paling banyak menikmati hasil korupsi.

 

Kepastian adanya empat pelaku lain dalam korupsi KUR di salah satu bank BUMN di Denpasar itu justru diungkap jaksa penuntut umum dalam dakwaan terhadap terdakwa Riza Kerta Yudha Negara.

 

Seperti diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Putu Angga Pratama usai mendampingi sidang perdana secara daring dari PN Denpasar, Selasa (15/2).

 

Putu Angga Pratama menjelaskan, ada nama-nama yang masih buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Empat orang yang ditetapkan sebagai DPO yakni Sukemi, Udin alias Safiudin, Yudha Aryoko alias Yudi dan Ni Luh Budi.

Baca Juga:  Kesulitan Tangkap Tersangka Pembunuh Janda, Polisi Kerahkan Paranormal

 

Diketahui, terdakwa Riza tidak sendiri dalam memanipulasi KUR sehingga merugikan Rp3,1 miliar. Dia bersama-sama pelaku lain melakukan manipulasi proses kredit KUR di salah satu Bank BUMN yang berlokasi di Denpasar Timur itu. 

 

Angga pun menyebutkan, dalam perkara ini, kliennya justru bukan pihak yang paling banyak diduga menikmati uang hasil korupsi KUR. Angga mengungkap, terdakwa Riza diduga hanya memperkaya diri sendiri sebesar Rp 126 juta.

 

Sedangkan terduga pelaku lain yang saat ini dinyatakan masuk DPO buron justru menikmati paling banyak. Setidaknya ada lima terduga pelaku lain. Ia membeberkan, pelaku bernama Sukemi (DPO) diduga menikmati Rp 2,7 miliar, kemudian Udin alias Safiudin (DPO) Rp19,2 juta, Yudha Aryoko alias Yudi (DPO) Rp52,5 juta, dan Ni Luh Budi Rp165,6 juta, dan Ayu Risma Damayanti sebesar Rp 41,4 juta.

Baca Juga:  Menjelang Kedatangan Jokowi di IMF, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

 

“Dalam dakwaan jaksa, terdakwa tidak menikmati uang sendiri. Ada empat orang yang statusnya DPO. Harusnya dan semestinya diungkap dengan fakta yang terbuka di persidangan,” kata Angga.

 

Untuk itu lah, Angga menyatakan bahwa terdakwa mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU. Sidang selanjutkan akan digelar pekan depan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/