alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Ngaku Dapat Kesaktian dari Blambangan, Uang Hasil Tipu Dibelikan Mobil

KASUS penipuan dengan modus melipatgandakan uang seperti yang dilakukan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata juga terjadi di Bali.

Pelakunya adalah Doni Syafi’I alias Raden Sasongko, 39. Meski wajahnya tak meyakinkan, namun melalui tipu muslihatnya, ia berhasil menipu tiga ibu-ibu hingga puluhan juga. Kok bisa?

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

MESKI mengaku menyesali perbuatannya, senyum Raden Sasongko terus mengembang saat majelis hakim Gde Novyartha meminta dirinya menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum.

Bahkan usai dituntut jaksa Putu Windari Suli selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) dan diminta mengembalikan barang mewah seperti mobil, sepeda motor dan handphone dari hasil kejahatannya oleh jaksa karena dinilai terbukti melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, pria asal Jember, Jawa Timur ini terus cengar-cengir.

Baca Juga:  Bule Amrik Ngotot Ganja Legal, Hakim Sebut di Indonesia Barang Ilegal
- Advertisement -

Yang menarik, dari aksi penipuan yang dilakukan Doni Syafi’I, ternyata ia mengaku kepada para korban sebagai ‘dukun sakti’ yang memiliki ilmu spiritual dan bisa menggandakan uang.

Kepada para korban, kemampuan atau kesaktiannya menggandakan uang itu ia peroleh dari daerah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selanjutnya, atas pengakuan terdakwa yang ngaku mendapat ilmu dari Blambangan itu, menyebabkan para korban mempercayai dan meyakini ucapan terdakwa.

Singkat cerita, para korban pun kemudian menyerahkan uang kepada terdakwa dengan besaran, masing-masing, korban Ni Ketut Sudiarsini sebesar 15 juta, Ni Made Sutarmi sebesar 31 juta, dan Nyoman Sukanasih sebesar 12,5 juta. Uang jutaan itu diberikan korban kepada terdakwa sebanyak dua kali.

Baca Juga:  Tersengat Listrik, Bule Aussie Tewas Menggenaskan

Sempat diberikan sekali, namun uang itu bukanlah uang hasil penggandaan yang dilakukan terdakwa. Melainkan uang itu adalah uang korban yang dikembalikan sebagian.

Sebaliknya, dari aksi tipu-tipu itu, Terdakwa Dony membeli mobil Honda CIVIC warna putih seharga Rp26 juta, membeli sepeda motor  Honda Vario 125 seharga Rp12 juta, membeli HP Samsung  warna hitam seharga Rp2 juta, dan membayar kontrakan rumah sebesar Rp10 juta.

Sisanya sudah terdakwa habiskan untuk kepentingan sehari-hari.

- Advertisement -

KASUS penipuan dengan modus melipatgandakan uang seperti yang dilakukan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata juga terjadi di Bali.

Pelakunya adalah Doni Syafi’I alias Raden Sasongko, 39. Meski wajahnya tak meyakinkan, namun melalui tipu muslihatnya, ia berhasil menipu tiga ibu-ibu hingga puluhan juga. Kok bisa?

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

MESKI mengaku menyesali perbuatannya, senyum Raden Sasongko terus mengembang saat majelis hakim Gde Novyartha meminta dirinya menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum.

Bahkan usai dituntut jaksa Putu Windari Suli selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) dan diminta mengembalikan barang mewah seperti mobil, sepeda motor dan handphone dari hasil kejahatannya oleh jaksa karena dinilai terbukti melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, pria asal Jember, Jawa Timur ini terus cengar-cengir.

Baca Juga:  Divonis Tiga Tahun Penjara, Penjual Ribuan Pil Koplo Hanya Melongo

Yang menarik, dari aksi penipuan yang dilakukan Doni Syafi’I, ternyata ia mengaku kepada para korban sebagai ‘dukun sakti’ yang memiliki ilmu spiritual dan bisa menggandakan uang.

Kepada para korban, kemampuan atau kesaktiannya menggandakan uang itu ia peroleh dari daerah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selanjutnya, atas pengakuan terdakwa yang ngaku mendapat ilmu dari Blambangan itu, menyebabkan para korban mempercayai dan meyakini ucapan terdakwa.

Singkat cerita, para korban pun kemudian menyerahkan uang kepada terdakwa dengan besaran, masing-masing, korban Ni Ketut Sudiarsini sebesar 15 juta, Ni Made Sutarmi sebesar 31 juta, dan Nyoman Sukanasih sebesar 12,5 juta. Uang jutaan itu diberikan korban kepada terdakwa sebanyak dua kali.

Baca Juga:  Setubuhi 2 Siswi 19 Kali di Kelas, Kaki dan Tangan Oknum Guru Dirantai

Sempat diberikan sekali, namun uang itu bukanlah uang hasil penggandaan yang dilakukan terdakwa. Melainkan uang itu adalah uang korban yang dikembalikan sebagian.

Sebaliknya, dari aksi tipu-tipu itu, Terdakwa Dony membeli mobil Honda CIVIC warna putih seharga Rp26 juta, membeli sepeda motor  Honda Vario 125 seharga Rp12 juta, membeli HP Samsung  warna hitam seharga Rp2 juta, dan membayar kontrakan rumah sebesar Rp10 juta.

Sisanya sudah terdakwa habiskan untuk kepentingan sehari-hari.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/