alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Selain HP Tertinggal, Pelaku Ditangkap karena Istrinya Telepon Korban

TERTANGKAPNYA Moch. Budi Setiawan, 41, pelaku perampokan di Alfamart di Jalan Uluwatu, Banjar Bakungsari, atau tepatnya di samping Koramil 1611-08/Kutsel, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung benar-benar mengundang tawa.

 

Bak seperti perampok amatiran, aksi buruh bangunan asal Jember, Jawa Timur merampok toko modern di samping koramil ini bisa dengan mudah diungkap polisi.

 

 

MARCELL PAMPURS, Kuta Selatan

 

- Advertisement -

 

NIAT mendapat untung dari hasil merampok kasir Alfamart, Budi malah ‘buntung’ dan masuk bui.

 

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan di salah satu proyek di Ungasan itu kini hanya bisa menyesal sambil merasakan dinginnya ruang tahanan Polsek Kuta Selatan usai ditangkap polisi.

 

Usai ditangkap, Budi juga tak menyangka, jika aksi perampokan yang dilakukannya akan terbongkar gara-gara handphone miliknya tertinggal di dekat meja kasir saat merampok.

Baca Juga:  Terlibat Saling Pandang, ABG 20 Tahun Ditusuk, Tumbang Bersimbah Darah

 

Lebih-lebih, gegara handphone miliknya tertinggal, polisi bisa mengendus persembunyiannya.

 

Bahkan, bak seperti lagi apes alias sial dua kali, siapa menyangka jika penangkapan dirinya karena ada peran sang istri. Kok bisa?

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Yusak Agustinus Sooai. Saat dikonfirmasi, Selasa (17/3), Kompol Yusak menjelaskan usai HP dirampas pelaku, korban sempat kebingungan.

 

Namun, kebingungan itu sedikit terobati setelah korban menemukan HP yang diduga milik pelaku tertinggal di lokasi dekat meja kasir.

 

“Setelah menemukan HP pelaku, oleh korban, HP tersebut langsung disimpan dan melaporkan kasus perampokan yang menimpanya ke kantor polisi,”terang Kompol Yusak.

 

Selanjutnya, beberapa saat setelah korban melapor, tiba-tiba HP milik pelaku yang masih dalam kondisi aktif dan disimpannya bordering. Saat HP berdering, korban awalnya tak menyangka jika yang menelepon ke nomor HP pelaku adalah istri pelaku.

Baca Juga:  Ternyata, Mayat Pria Mengapung di Tanjung Benoa itu Asal Banyuwangi

 

Seolah mendapat angin segar dan petunjuk, korban akhirnya menginformasikan kepada polisi, dan kemudian polisi membuat jebakan.

 

“Saat menelepon, tanpa disadari oleh istri pelaku, istri pelaku memberitahukan keberadaan suaminya (pelaku), bahwa suaminya bekerja di salah satu proyek di Ungasan, Kuta Selatan.

 

Selanjutnya, atas informasi dari istri pelaku, polisi langsung menuju lokasi dan melakukan penangkapan.

 

- Advertisement -

TERTANGKAPNYA Moch. Budi Setiawan, 41, pelaku perampokan di Alfamart di Jalan Uluwatu, Banjar Bakungsari, atau tepatnya di samping Koramil 1611-08/Kutsel, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung benar-benar mengundang tawa.

 

Bak seperti perampok amatiran, aksi buruh bangunan asal Jember, Jawa Timur merampok toko modern di samping koramil ini bisa dengan mudah diungkap polisi.

 

 

MARCELL PAMPURS, Kuta Selatan

 

 

NIAT mendapat untung dari hasil merampok kasir Alfamart, Budi malah ‘buntung’ dan masuk bui.

 

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan di salah satu proyek di Ungasan itu kini hanya bisa menyesal sambil merasakan dinginnya ruang tahanan Polsek Kuta Selatan usai ditangkap polisi.

 

Usai ditangkap, Budi juga tak menyangka, jika aksi perampokan yang dilakukannya akan terbongkar gara-gara handphone miliknya tertinggal di dekat meja kasir saat merampok.

Baca Juga:  Ternyata, Mayat Pria Mengapung di Tanjung Benoa itu Asal Banyuwangi

 

Lebih-lebih, gegara handphone miliknya tertinggal, polisi bisa mengendus persembunyiannya.

 

Bahkan, bak seperti lagi apes alias sial dua kali, siapa menyangka jika penangkapan dirinya karena ada peran sang istri. Kok bisa?

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Yusak Agustinus Sooai. Saat dikonfirmasi, Selasa (17/3), Kompol Yusak menjelaskan usai HP dirampas pelaku, korban sempat kebingungan.

 

Namun, kebingungan itu sedikit terobati setelah korban menemukan HP yang diduga milik pelaku tertinggal di lokasi dekat meja kasir.

 

“Setelah menemukan HP pelaku, oleh korban, HP tersebut langsung disimpan dan melaporkan kasus perampokan yang menimpanya ke kantor polisi,”terang Kompol Yusak.

 

Selanjutnya, beberapa saat setelah korban melapor, tiba-tiba HP milik pelaku yang masih dalam kondisi aktif dan disimpannya bordering. Saat HP berdering, korban awalnya tak menyangka jika yang menelepon ke nomor HP pelaku adalah istri pelaku.

Baca Juga:  Kejari Denpasar Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana LPD Serangan

 

Seolah mendapat angin segar dan petunjuk, korban akhirnya menginformasikan kepada polisi, dan kemudian polisi membuat jebakan.

 

“Saat menelepon, tanpa disadari oleh istri pelaku, istri pelaku memberitahukan keberadaan suaminya (pelaku), bahwa suaminya bekerja di salah satu proyek di Ungasan, Kuta Selatan.

 

Selanjutnya, atas informasi dari istri pelaku, polisi langsung menuju lokasi dan melakukan penangkapan.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/