alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Jik Giri Tegaskan Bandar Narkoba Gung Panji Bukan Anggota Laskar Bali

DENPASAR – Wakil Sekretaris Umum Laskar Bali Shanti (LBS) I Nyoman Giriawan menyatakan bahwa Anak Agung Gede Oka Panji alias Gung Panji, 49, tersangka bandar narkoba 38 kg yang juga bos diskotek Warehouse bukan anggota Laskar Bali.

Diketahui, Gung Panji sebelumnya ditangkap bersama dua anak buahnya, Komang Suwana, 49, dan Ketut Subagiastra, 36, dengan barang bukti narkoba 38 kg dalam berbagai jenis.

 

“AAP (Gung Panji) bukan anggota kami,” kata Jik Giri, sapaan I Nyoman Giriawan, Jumat (15/4).

 

Bahkan, Jik Giri menjelaskan, bahwa Laskar Bali Shanti, dulu dikenal dengan Laskar Bali, saat ini, secara organisasi tegas menyatakan diri sebagai organisasi yang bebas dari  narkoba.

 

- Advertisement -

“Sehingga seluruh anggota lama maupun dalam perekrutan anggota baru, kami memiliki AD/ART ketat yang melarang keras anggota kami terlibat narkoba,” papar Jik Giri.

 

Jik Giri pun dengan tegas menyatakan, Laskar Bali Shanti mendukung penuh pihak kepolisian dan penegak hukum dalam pengungkapan kasus narkoba 38 kg ini.

 

“Karena ini jumlah barang buktinya sangat besar, kami dari LBS menyatakan mendukung pihak penegak hukum dalam penanganannya hingga tuntas,” tegas Jik Giri.

Baca Juga:  Ngaku Kenal Anak, Uang Persiapan Tumpek Landep Dibawa Kabur Penipu

 

Sebelumnya Jik Giri menyatakan bahwa terkait pelaku lain, hanya Ketut Subagiastra atau KS yang memang pernah menjadi anggota Laskar Bali Shanti. Namun, kata Jik Giri, Ketut Subagiastra sudah dipecat dengan tidak hormat tanggal 12 Januari 2019 karena tidak aktif dalam pertemuan-pertemuan Korlap. Bahkan, imbuhnya, Kartu Tanda Anggota (KTA) Ketut Subagiastra juga sudah dicabut.

 

“Kami tegaskan Organisasi kami sudah memecat KS dan KTA-nya sudah ditarik oleh Korlapnya,” kata dia.

 

Mengenai tato trisula LBS di tangan Ketut Subagiastra, Jik Giri menyatakan seharusnya sudah diblok oleh Korlapnya.

 

“Mungkin belum sempat diblok oleh Korlap. Jadi, sekali lagi kami luruskan, LBS sebagai salah satu Ormas besar di Bali, tidak ada sangkut pautnya lagi dengan pelaku dan kasus tersebut,” jelas Jik Giri.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra sebelumnya menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka, yakni Komang Suwana dan Ketut Subagiastra, di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

Baca Juga:  Jero Jayen Sediakan Tempat Isap Plus Transaksi Per Paket Rp 500 Ribu

Dari penggeledahan di vila itu, ditemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di diskotek The Warehouse, Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta, Sabtu (9/4) pagi.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2, Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Tentunya diberikan ancaman hukuman setimpal. Sebab BB-nya fantastik. Terancam hukuman mati,” kata Kapolda Irjenpol Putu Jayan Danu Putra saat rilis di Mapolda Bali, Selasa (12/4).

- Advertisement -

DENPASAR – Wakil Sekretaris Umum Laskar Bali Shanti (LBS) I Nyoman Giriawan menyatakan bahwa Anak Agung Gede Oka Panji alias Gung Panji, 49, tersangka bandar narkoba 38 kg yang juga bos diskotek Warehouse bukan anggota Laskar Bali.

Diketahui, Gung Panji sebelumnya ditangkap bersama dua anak buahnya, Komang Suwana, 49, dan Ketut Subagiastra, 36, dengan barang bukti narkoba 38 kg dalam berbagai jenis.

 

“AAP (Gung Panji) bukan anggota kami,” kata Jik Giri, sapaan I Nyoman Giriawan, Jumat (15/4).

 

Bahkan, Jik Giri menjelaskan, bahwa Laskar Bali Shanti, dulu dikenal dengan Laskar Bali, saat ini, secara organisasi tegas menyatakan diri sebagai organisasi yang bebas dari  narkoba.

 

“Sehingga seluruh anggota lama maupun dalam perekrutan anggota baru, kami memiliki AD/ART ketat yang melarang keras anggota kami terlibat narkoba,” papar Jik Giri.

 

Jik Giri pun dengan tegas menyatakan, Laskar Bali Shanti mendukung penuh pihak kepolisian dan penegak hukum dalam pengungkapan kasus narkoba 38 kg ini.

 

“Karena ini jumlah barang buktinya sangat besar, kami dari LBS menyatakan mendukung pihak penegak hukum dalam penanganannya hingga tuntas,” tegas Jik Giri.

Baca Juga:  Awal Tahun 2022, Polres Badung Amankan Narkoba Senilai Rp1 Miliar

 

Sebelumnya Jik Giri menyatakan bahwa terkait pelaku lain, hanya Ketut Subagiastra atau KS yang memang pernah menjadi anggota Laskar Bali Shanti. Namun, kata Jik Giri, Ketut Subagiastra sudah dipecat dengan tidak hormat tanggal 12 Januari 2019 karena tidak aktif dalam pertemuan-pertemuan Korlap. Bahkan, imbuhnya, Kartu Tanda Anggota (KTA) Ketut Subagiastra juga sudah dicabut.

 

“Kami tegaskan Organisasi kami sudah memecat KS dan KTA-nya sudah ditarik oleh Korlapnya,” kata dia.

 

Mengenai tato trisula LBS di tangan Ketut Subagiastra, Jik Giri menyatakan seharusnya sudah diblok oleh Korlapnya.

 

“Mungkin belum sempat diblok oleh Korlap. Jadi, sekali lagi kami luruskan, LBS sebagai salah satu Ormas besar di Bali, tidak ada sangkut pautnya lagi dengan pelaku dan kasus tersebut,” jelas Jik Giri.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra sebelumnya menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka, yakni Komang Suwana dan Ketut Subagiastra, di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

Baca Juga:  Pulang Sekolah, Jatuh dari Mobil, Pelajar MTS Patas Tewas Mengenaskan

Dari penggeledahan di vila itu, ditemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di diskotek The Warehouse, Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta, Sabtu (9/4) pagi.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2, Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Tentunya diberikan ancaman hukuman setimpal. Sebab BB-nya fantastik. Terancam hukuman mati,” kata Kapolda Irjenpol Putu Jayan Danu Putra saat rilis di Mapolda Bali, Selasa (12/4).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/