alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Gelapkan Uang Toko Rp3,3 Miliar, Kasir Toko Diganjar 3 Tahun 9 Bulan Penjara

DENPASAR– Ni Luh Nikawati, kasir yang melakukan penggelapan uang toko sebesar Rp 3,3 miliar dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 374 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Terdakwa 33 tahun itu diganjar pidana penjara selama 3 tahun dan 9 bulan.

Vonis hakim tersebut hanya turun tiga bulan dari tuntutan JPU Kejari Denpasar. Sebelumnya JPU menuntut Nikawati empat tahun penjara. Dengan putusan tersebut, Ni Luh Nikawati harus menjalani sisa hukuman di Lapas Perempuan Kerobokan.

“Terdakwa menerima putusan hakim, kami juga menerima, sehingga perkara penggelapan ini sudah in kracht,” ujar JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra, kemarin (16/5).

Ni Luh Nikawati bekerja sebagai kasir di CV Ayu Wira yang menjual alat-alat elektronik. Dijelaskan JPU, terdakwa selaku kasir mulai menggelapkan uang pada Juni 2018 – Oktober 2020. Sebagai kasir, terdakwa mestinya mencatat dan menyetorkan uang konsumen ke rekening perusahaan.

Namun, tidak semua uang perusahaan disetorkan. Saiful Anwar selaku Direktur Perusahaan meminta laporan keuangan kepada terdakwa, tetapi tidak pernah diberikan dengan berbagai macam alasan. Puncaknya…. (Berlangsung halaman berikutnya)



DENPASAR– Ni Luh Nikawati, kasir yang melakukan penggelapan uang toko sebesar Rp 3,3 miliar dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 374 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Terdakwa 33 tahun itu diganjar pidana penjara selama 3 tahun dan 9 bulan.

Vonis hakim tersebut hanya turun tiga bulan dari tuntutan JPU Kejari Denpasar. Sebelumnya JPU menuntut Nikawati empat tahun penjara. Dengan putusan tersebut, Ni Luh Nikawati harus menjalani sisa hukuman di Lapas Perempuan Kerobokan.

“Terdakwa menerima putusan hakim, kami juga menerima, sehingga perkara penggelapan ini sudah in kracht,” ujar JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra, kemarin (16/5).

Ni Luh Nikawati bekerja sebagai kasir di CV Ayu Wira yang menjual alat-alat elektronik. Dijelaskan JPU, terdakwa selaku kasir mulai menggelapkan uang pada Juni 2018 – Oktober 2020. Sebagai kasir, terdakwa mestinya mencatat dan menyetorkan uang konsumen ke rekening perusahaan.

Namun, tidak semua uang perusahaan disetorkan. Saiful Anwar selaku Direktur Perusahaan meminta laporan keuangan kepada terdakwa, tetapi tidak pernah diberikan dengan berbagai macam alasan. Puncaknya…. (Berlangsung halaman berikutnya)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/