alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

LBH WCC Apresiasi Keberanian Jennifer Coppen Lawan Tindak Kekerasan Seksual

DENPASAR – Tindakan artis Jennifer Rochelle Coppen atau akrab dipanggil Jeje yang dianiaya karena membela seorang bule perempuan yang diduga mendapat kekerasan seksual oleh sejumlah laki-laki mendapatkan apresiasi.

Apresiasi itu disampaikan oleh Direktur LBH Bali Women’s Cycling Community (WCC) Ni Nengah Budawati saat menanggapi pemberitaan terkait Jennifer Coppen.

“Apresiasi banget melihat kepedulian beliau ketika melihat adanya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan lain. Ini sebuah keberanian yang luar biasa,” ujarnya pada Senin (16/5/2022).

Menurut Budawati, tindakan Jennifer Coppen sudah menjadi contoh yang benar. Ketika ia melihat dugaan tindak kekerasan seksual tersebut, maka reaksi untuk membela adalah pilihan yang tepat.

“Keberanian seseorang untuk mengungkap peristiwa itu kan luar biasa. Dia (Jennifer Coppen) sudah menjadi contoh nyata untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan,” lanjutnya.

Meski ada risiko seperti diancam, dianiaya dan lainnya didapati, kata Budawati, keberanian Jeje, patut ditiru. Untuk itu, pihak kepolisian harus segera menyelesaikan kasus ini, terlebih sudah menjadi perhatian publik secara luas.

“Jika saya melihat, ada dua kasus yang harus ditangani polisi. Pertama Jennifer menjadi korban dan kedua menjadi saksi untuk kasus dugaan pelecehan seksual. Ini harus diusut tuntas, apalagi melakukan pelecehan di tempat umum,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Jeje menjadi perbincangan publik. Ia menjadi korban penganiayaan di diskotek Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Badung, Bali, Kamis (12/5).

Penyebabnya, saat itu Jennifer Coppen melihat seorang bule perempuan yang diganggu beberapa orang pria. Bule perempuan yang dalam kondisi mabuk itu dikelilingi beberapa orang pria. Beberapa pria mencolek dan menggerayangi bule perempuan tersebut. Namun tak ada satu pun pengunjung yang mau menolong wanita tersebut.

Jeje pun mencoba menolongnya. Ia memberanikan diri untuk memberi tahu kepada para kelompok lelaki ini agar tidak berbuat senonoh terhadap perempuan.

Namun nahas, Jeje justru dianiaya dengan ditampar pipi kanannya oleh salah satu lelaki dari kelompok laki-laki tersebut. Kini kasusnya pun sudah masuk ranah kepolisian. Jeje melapor ke Polsek Kuta Utara. (ara)



DENPASAR – Tindakan artis Jennifer Rochelle Coppen atau akrab dipanggil Jeje yang dianiaya karena membela seorang bule perempuan yang diduga mendapat kekerasan seksual oleh sejumlah laki-laki mendapatkan apresiasi.

Apresiasi itu disampaikan oleh Direktur LBH Bali Women’s Cycling Community (WCC) Ni Nengah Budawati saat menanggapi pemberitaan terkait Jennifer Coppen.

“Apresiasi banget melihat kepedulian beliau ketika melihat adanya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan lain. Ini sebuah keberanian yang luar biasa,” ujarnya pada Senin (16/5/2022).

Menurut Budawati, tindakan Jennifer Coppen sudah menjadi contoh yang benar. Ketika ia melihat dugaan tindak kekerasan seksual tersebut, maka reaksi untuk membela adalah pilihan yang tepat.

“Keberanian seseorang untuk mengungkap peristiwa itu kan luar biasa. Dia (Jennifer Coppen) sudah menjadi contoh nyata untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan,” lanjutnya.

Meski ada risiko seperti diancam, dianiaya dan lainnya didapati, kata Budawati, keberanian Jeje, patut ditiru. Untuk itu, pihak kepolisian harus segera menyelesaikan kasus ini, terlebih sudah menjadi perhatian publik secara luas.

“Jika saya melihat, ada dua kasus yang harus ditangani polisi. Pertama Jennifer menjadi korban dan kedua menjadi saksi untuk kasus dugaan pelecehan seksual. Ini harus diusut tuntas, apalagi melakukan pelecehan di tempat umum,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Jeje menjadi perbincangan publik. Ia menjadi korban penganiayaan di diskotek Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Badung, Bali, Kamis (12/5).

Penyebabnya, saat itu Jennifer Coppen melihat seorang bule perempuan yang diganggu beberapa orang pria. Bule perempuan yang dalam kondisi mabuk itu dikelilingi beberapa orang pria. Beberapa pria mencolek dan menggerayangi bule perempuan tersebut. Namun tak ada satu pun pengunjung yang mau menolong wanita tersebut.

Jeje pun mencoba menolongnya. Ia memberanikan diri untuk memberi tahu kepada para kelompok lelaki ini agar tidak berbuat senonoh terhadap perempuan.

Namun nahas, Jeje justru dianiaya dengan ditampar pipi kanannya oleh salah satu lelaki dari kelompok laki-laki tersebut. Kini kasusnya pun sudah masuk ranah kepolisian. Jeje melapor ke Polsek Kuta Utara. (ara)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/