alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Diimingi Kaya Raya Berkat Merah Delima, Emak-Emak Jadi Korban Hipnotis

RadarBali.com – Berbagai cara dilakukan untuk melakukan penipuan. Kali ini empat orang spesialis penipuan dengan modus jual barang antik jenis batu merah delima dijebloskan ke sel tahanan Polsek Kuta Senin (07/8) sekitar pukul 08.00 Wita.

Menariknya lagi, aksi itu disertakan dengan hipnotis sehingga korban menyerahkan hartanya dengan mudah.

Menurut Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara, kasus dengan 4 tersangka Muhammad Irfan, 45, asal Semarang Jawa Tengah; Sodi Iskandar, 48, asal Tangerang Banten; Zamzami, 43, asal Cengkareng Jakarta Barat; dan Suganda Bangun, 46, asal Tangerang Banten ini terungkap berdasar laporan korban bernama Nisa, 38, Jumat (2/8) sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat itu, ibu rumah tangga asal Ciamis, Jawa Tengah yang tinggal di Pondok Anyar Inn kamar nomor F8, Jalan Kingkong Kubu Anyar, Badung, sedang berbelanja di Carefour Jalan Sunset Road Kuta, Jumat itu.

Dua pelaku menghampiri korban dan mengajak mengobrol dan memperkenalkan dua batu antik yang serba guna.

Baca Juga:  [Update] Begini Kronologi Pria Yang Diamuk Massa Hingga Tewas di Kuta

Yakni bisa membuat si pemilik jadi kaya raya dan membuat awet muda. Karena penasaran, korban pun mau diajak makan di restoran di dalam Carefour.

Kedua pelaku berpura-pura promosikan kelebihan dua batu warna merah dan bisa mengeluarkan cahaya saat dipegang itu.

Dengan melancarkan aksi, keduanya mengaku  bahwa itu adalah benda pusaka penunggalan leluhur dan disimpan dalam guci dan batunya pun di bungkus kapas dari dalam.  

“Lihat guci kecil terbuat dari kuningan dan di dalamnya terdapat batu giok merah masih menyala. Katanya, guci itu bisa membawa rejeki dan awet mudah juga bisa memperkaya diri,” ujarnya.

Selain itu, kedua pelaku juga menawarkan kepada korban untuk membelinya. Termakan bujuk rayu, korban tiba-tiba saja seperti hilang ingatan.

Anehnya, ibu rumah tangga ini langsung menyerahkan kartu ATM beserta nomor Pin-nya. Korban sadar baru diketahui bahwa ia ditipu setelah tiba di penginapan dan mengecek ATM ternyata saldo miliknya sebesar Rp 4.650.000, raib.

Baca Juga:  Pintu Tak Dikunci, Begini Kronologis TSK Perkosa Menantu Versi Polisi

“Saat korban tak sadar, dua temannya datang lalu membawa ATM yang sama dan menyimpan di kantongnya itu. Jadi mereka mempunyai peran masing-masing,” cetusnya.

Berdasar laporan korban akhirnya, keempat pelaku terlacak menginap di Hotel Pulau Bali di Jalan Gunung Sumeru, Denpasar Barat. Senin (7/8) sekitar pukul 08.00.

Di dalam kamar hotel pelaku, di temukan berbagai barang bukti. Yakni ATM, kapas, tisu, dan batu giok itu.

“Mereka mengaku bahwa sudah mekan 3 korban di Bali denganjumlah uang mencapai puluhan juta,”  bebernya.

Dirincinya, ada 3 TKP, pertama di ANW Restoran Carefoure di Jalan Sunset Road Kuta, Mall Bali Galeria di Jalan By Pass Ngurah Rai, terakhir di Hardys Swalayan di Jalan Raya Kuta.

“Kami masih dalami keterangan mereka karena diduga mereka ini spesialis penipuan seperti ini. Ya mereka juga residivis. Sasaran mereka selama ini adalah emak-eman (ibu-ibu),” tuturnya.



RadarBali.com – Berbagai cara dilakukan untuk melakukan penipuan. Kali ini empat orang spesialis penipuan dengan modus jual barang antik jenis batu merah delima dijebloskan ke sel tahanan Polsek Kuta Senin (07/8) sekitar pukul 08.00 Wita.

Menariknya lagi, aksi itu disertakan dengan hipnotis sehingga korban menyerahkan hartanya dengan mudah.

Menurut Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara, kasus dengan 4 tersangka Muhammad Irfan, 45, asal Semarang Jawa Tengah; Sodi Iskandar, 48, asal Tangerang Banten; Zamzami, 43, asal Cengkareng Jakarta Barat; dan Suganda Bangun, 46, asal Tangerang Banten ini terungkap berdasar laporan korban bernama Nisa, 38, Jumat (2/8) sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat itu, ibu rumah tangga asal Ciamis, Jawa Tengah yang tinggal di Pondok Anyar Inn kamar nomor F8, Jalan Kingkong Kubu Anyar, Badung, sedang berbelanja di Carefour Jalan Sunset Road Kuta, Jumat itu.

Dua pelaku menghampiri korban dan mengajak mengobrol dan memperkenalkan dua batu antik yang serba guna.

Baca Juga:  Mr X Terduga Curi Helm Tewas Diamuk Massa, Polisi Dalami Kasus Baru

Yakni bisa membuat si pemilik jadi kaya raya dan membuat awet muda. Karena penasaran, korban pun mau diajak makan di restoran di dalam Carefour.

Kedua pelaku berpura-pura promosikan kelebihan dua batu warna merah dan bisa mengeluarkan cahaya saat dipegang itu.

Dengan melancarkan aksi, keduanya mengaku  bahwa itu adalah benda pusaka penunggalan leluhur dan disimpan dalam guci dan batunya pun di bungkus kapas dari dalam.  

“Lihat guci kecil terbuat dari kuningan dan di dalamnya terdapat batu giok merah masih menyala. Katanya, guci itu bisa membawa rejeki dan awet mudah juga bisa memperkaya diri,” ujarnya.

Selain itu, kedua pelaku juga menawarkan kepada korban untuk membelinya. Termakan bujuk rayu, korban tiba-tiba saja seperti hilang ingatan.

Anehnya, ibu rumah tangga ini langsung menyerahkan kartu ATM beserta nomor Pin-nya. Korban sadar baru diketahui bahwa ia ditipu setelah tiba di penginapan dan mengecek ATM ternyata saldo miliknya sebesar Rp 4.650.000, raib.

Baca Juga:  Miris, Besarkan Anak di Penjara, Kurir Sabu Syok Dituntut 13 Tahun

“Saat korban tak sadar, dua temannya datang lalu membawa ATM yang sama dan menyimpan di kantongnya itu. Jadi mereka mempunyai peran masing-masing,” cetusnya.

Berdasar laporan korban akhirnya, keempat pelaku terlacak menginap di Hotel Pulau Bali di Jalan Gunung Sumeru, Denpasar Barat. Senin (7/8) sekitar pukul 08.00.

Di dalam kamar hotel pelaku, di temukan berbagai barang bukti. Yakni ATM, kapas, tisu, dan batu giok itu.

“Mereka mengaku bahwa sudah mekan 3 korban di Bali denganjumlah uang mencapai puluhan juta,”  bebernya.

Dirincinya, ada 3 TKP, pertama di ANW Restoran Carefoure di Jalan Sunset Road Kuta, Mall Bali Galeria di Jalan By Pass Ngurah Rai, terakhir di Hardys Swalayan di Jalan Raya Kuta.

“Kami masih dalami keterangan mereka karena diduga mereka ini spesialis penipuan seperti ini. Ya mereka juga residivis. Sasaran mereka selama ini adalah emak-eman (ibu-ibu),” tuturnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/