Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kematian Sepi yang Diduga Dianiaya Ayah

Ada Kejanggalan, Polisi Diingatkan Periksa Ibu Kandung Mendiang Sepi

16 Oktober 2021, 06: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Ada Kejanggalan, Polisi Diingatkan Periksa Ibu Kandung Mendiang Sepi

Aktivis Perempuan dan Anak Siti Sapurah (Marcell Pampurs)

Share this      

DENPASAR-Kasus penganiayaan berat yang menewaskan Korban I Kadek Sepi, 13, terus menuai sorotan.

Bahkan meski telah menetapkan I Nengah Kicen, 33, (ayah kandung korban) sebagai tersangka dalam kasus ini, namun hal ini tak membuat sejumlah pihak puas.

Sebaliknya, selain mendesak agar penyidik menjerat Kicen dengan pasal pembunuhan dan pembunuhan berencana, belakangan desakan terhadap institusi Polri mencuat terkait keberadaan ibu kandung korban (Saksi Ni Nyoman Sutini).

Baca juga: Peradah: Kalau Gayatri Akui Salah, Selesai dengan Meterai 10 Ribu

Seperti disampaikan Aktivis Perempuan dan Anak Siti Sapurah.

Saat dikonfirmasi, Jumat (15/10), perempuan yang juga berprofesi sebagai lawyer ini mengingkatkan agar penyidik juga lebih memeriksa mendalam peran Sutini dalam kasus ini.

Hal ini karena menurut Ipung_sapaan Siti Sapura, kada ketidakwajaran dan kejanggalan dari pernyataan Ni Nyoman Sutini terkait kronologi meninggalnya Kadek Sepi.

Kejanggalan itu, selain soal bantahan tidak adanya penganiayaan yang dilakukan suaminya (Tersangka Nengah Kicen) terhadap putra kandungnya. Juga pernyataan yang berubah-ubah yang disampaikan Sutini kepada penyidik.

Padahal, dari kronologi kejadian, Sutini dikatakan berada di lokasi. Selain itu, korban juga ikut mengangkat Kadek Sepi saat jatuh dan kejang-kejang usai dipukul tersangka dengan tongkat bambu ke kamar.

Belum lagi, kejanggalan lainnya, Sutini juga mengaku jika korban tewas akibat terpeleset.

 "Padahal kalau dari pemberitaan, ibunya lah yang mengangkat korban saat bapaknya membekap mulut dan menutup hidungnya saat masuk kedalam kamar. Berarti dia (Sutini) tahu peristiwa itu terjadi.

Saya hanya ingatkan kepada polisi, saya tidak bermaksud menggurui. Paling tidak unsur-unsurnya itu sesuai nggak dengan pasal yang diterapka oleh polisi dengan hasil otopsi yang ada?," tukasnya dengan nada tanya. 

(rb/mar/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia