Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Sidang Kacab Cantik Bank Mega Denpasar

Ngaku hanya Nikmati Rp 300 Juta, Syok Dituntut Bui dan Denda Rp 15 M

16 Oktober 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Ngaku hanya Nikmati Rp 300 Juta, Syok Dituntut Bui dan Denda Rp 15 M

Terdakwa Maidina Rizky Prasentari Putri (kanan) didampingi penasehat hukumnya Charlie Yustus Usfunan saat sidang daring. (Istimewa)

Share this      

MANTAN Kepala Cabang (Kacab) Pembantu Bank Mega Denpasar, Jalan Gatot Subroto, Maidina Rizky Prasentari Putri alias Kiky, 35, syok saat menjalani sidang pledoi secara virtual dari Lapas Perempuan Kerobokan belum lama ini.

Terdakwa syok karena tuntutan jaksa sembilan tahun penjara dan denda Rp 15 miliar subsider enam bulan kurungan. Terdakwa melalui pengacaranya Charlie Yustus Usfunan mengatakan, tuntutan jaksa sangatlah berlebihan.

Apalagi, uang yang dinikmati terdakwa sekitar Rp 300 juta. "Lalu, dari mana dasar JPU mendapat kerugian Rp 15 miliar yang harus ditanggung terdakwa? Apakah potensi kerugian juga dihitung sebagai kerugian? Jelas ini tidak masuk akal," kata Charlie Usfunan.

Baca juga: Bikin Resah, Polda Bali Terima Belasan Laporan Praktik Pinjol Ilegal

Terdakwa meminta keringanan hukuman lantaran sudah mengakui perbuatannya dan menyesalinya. Terdakwa juga merupakan tulang punggung keluarga. "Saat ini terdakwa memiliki anak berusia tujuh tahun yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu," tukas Charlie.

Sementara itu, JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra dalam tuntutannya menilai Kiky terbukti bersalah membobol dana deposito milik nasabah sebesar Rp 62 miliar. 

Kiky tidak sendiri. Selain Kiky, ada terdakwa lain yang menjalani sidang terpisah. Mereka, yakni Putu Eka Priyana, 31, dan I Gede Surya Pratama Putra, 30. 

Terdakwa Eka Priyana selaku staf bagian deposito di Bank Mega dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 15 miliar subsider enam bulan kurungan.

Terdakwa Surya Pratama dituntut pidana serupa dengan Eka Priyana.

JPU menjerat tiga terdakwa dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan junct Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, terdakwa juga dikenakan Pasal 3 juncto Pasal 10 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, ketiga terdakwa melakukan perbuatannya sejak 2014 sampai 2020.

Ketiganya didakwa memanipulasi data otentik berupa data nomor telepon milik nasabah di dalam sistem database Bank Mega.

Mereka juga memindahkan saldo rekening milik nasabah ke rekening penampung uang hasil kejahatan.

Selanjutnya, para terdakwa melakukan pemindahbukuan dana deposito nasabah.

Kasus ini terungkap ketika beberapa nasabah deposito Bank Mega akan mengambil deposito yang sudah jatuh tempo tapi tidak bisa. 

(rb/don/san/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia