alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Barang Bukti Disucikan di Pura Kahyangan Tiga lalu Dibawa ke PN

GIANYAR- Agenda sidang kasus tanah antara perorangan melawan Desa Adat, Desa Dinas Guwang dan Dinas Pendidikan berlanjut, Senin (15/11) kemarin. Dari desa adat Guwang menyucikan barang bukti tanah. Kemudian setumpuk bukti dimasukkan keranjang dan diusung ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

 

Seperti biasa, dari Desa Guwang membawa massa yang diamankan pihak kepolisian. Bendesa Guwang, Ketut Karben Wardana mengaku menyerahkan bukti surat beserta foto.

 

“Barang bukti yang kami serahkan sebanyak 52. Penuh dengan keyakinan kita, kemarin bukti tersebut sudah kami sembahyangkan (sucikan, Red). Dengan mapekeling (mohon tuntutan) di Pura Kahyangan Tiga,” jelasnya.

 

Kata dia, barang bukti disucikan karena sebagai bukti. “Bahwa sesuhunan kami pernah berstana atau melinggih di tempat yang digugat sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Oknum Staf Disdukcapil Gianyar Pembuat Akta Cerai Palsu Terbongkar

 

Lanjut dia, barang bukti yang dibawa ke pengadilan tergolong disakralkan. “Karena di antara barang bukti ini juga ada awig-awig. Dalam awig disebutkan bahwa tanah ini sudah menjadi pedruwen desa. Awig itu dari tahun 1992,” ujarnya.

 

Di dalam awig-awig, bahwa tanah SD 1, 2 dan 3 sebagai pedruwen (milik, Red) desa adat. “Luasnya dulu sampai 1 hektare, karena ada sekolah SMIK. Tapi sedikit yang masuk, jadi sekarang dijadikan pasar seni,” terangnya.

 

Pihaknya juga meminta anugerah untuk menyelesaikan kasus tersebut. “Semoga perjuangan kami masyarakat Guwang, tanah warisan kami bisa kembali seperti sedia kala. Tidak ada yang mengganggu tanah tersebut,” pintanya.

 

Sementara itu, sidang kemarin dipimpin hakim Erwin Harlond dengan dua anggota, Anak Agung Putu Putra Ariyana dan Astrid Anugrah. Erwin yang juga Humas PN menyatakan agenda sidang bukti surat dari Kuasa Penggugat dan Kuasa Para Tergugat. “Tadi sekalian dicocokkan foto copy sama aslinya. Jadi cuma menyerahkan bukti surat saja,” ujarnya.

Baca Juga:  AJI Denpasar Sesalkan Pemberian Grasi Bagi Otak Pembunuh AA Prabangsa

 

Usai mencocokkan berkas, kemudian sidang dilanjutkan pekan depan, Senin, 22 November. “Dengan agenda saksi dari Kuasa Penggugat,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR- Agenda sidang kasus tanah antara perorangan melawan Desa Adat, Desa Dinas Guwang dan Dinas Pendidikan berlanjut, Senin (15/11) kemarin. Dari desa adat Guwang menyucikan barang bukti tanah. Kemudian setumpuk bukti dimasukkan keranjang dan diusung ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

 

Seperti biasa, dari Desa Guwang membawa massa yang diamankan pihak kepolisian. Bendesa Guwang, Ketut Karben Wardana mengaku menyerahkan bukti surat beserta foto.


 

“Barang bukti yang kami serahkan sebanyak 52. Penuh dengan keyakinan kita, kemarin bukti tersebut sudah kami sembahyangkan (sucikan, Red). Dengan mapekeling (mohon tuntutan) di Pura Kahyangan Tiga,” jelasnya.

 

Kata dia, barang bukti disucikan karena sebagai bukti. “Bahwa sesuhunan kami pernah berstana atau melinggih di tempat yang digugat sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Mimih… Bule Norwegia Aniaya Tante Seksi Gara-gara.....

 

Lanjut dia, barang bukti yang dibawa ke pengadilan tergolong disakralkan. “Karena di antara barang bukti ini juga ada awig-awig. Dalam awig disebutkan bahwa tanah ini sudah menjadi pedruwen desa. Awig itu dari tahun 1992,” ujarnya.

 

Di dalam awig-awig, bahwa tanah SD 1, 2 dan 3 sebagai pedruwen (milik, Red) desa adat. “Luasnya dulu sampai 1 hektare, karena ada sekolah SMIK. Tapi sedikit yang masuk, jadi sekarang dijadikan pasar seni,” terangnya.

 

Pihaknya juga meminta anugerah untuk menyelesaikan kasus tersebut. “Semoga perjuangan kami masyarakat Guwang, tanah warisan kami bisa kembali seperti sedia kala. Tidak ada yang mengganggu tanah tersebut,” pintanya.

 

Sementara itu, sidang kemarin dipimpin hakim Erwin Harlond dengan dua anggota, Anak Agung Putu Putra Ariyana dan Astrid Anugrah. Erwin yang juga Humas PN menyatakan agenda sidang bukti surat dari Kuasa Penggugat dan Kuasa Para Tergugat. “Tadi sekalian dicocokkan foto copy sama aslinya. Jadi cuma menyerahkan bukti surat saja,” ujarnya.

Baca Juga:  7 Fakta Menarik Dibalik Penangkapan Anak Ketua DPRD Klungkung

 

Usai mencocokkan berkas, kemudian sidang dilanjutkan pekan depan, Senin, 22 November. “Dengan agenda saksi dari Kuasa Penggugat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/