alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Selain Sudah Bengkak dan Membusuk, Jasad Arsitek juga Dipenuhi Lalat

TEWASNYA Nyoman Mastra, seorang arsitek asal Banjar Dinas Serason, Desa Pitra, Penebel, Tabanan, Bali langsung bikin geger warga.

Jasad korban ditemukan warga dengan kondisi mengambang di aliran Tukad Yeh Panan, Selasa (16/11).

Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan. Selain sudah membengkak dan kulit ari mengelepas, jasad korban juga dikerubungi lalat.

JULIADI, Tabanan

SUASANA gaduh dan ramai mendadak terjadi di lingkungan Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Selasa pagi (16/11) sekitar pukul 09.30 WITA.

Warga dan pengendara jalan yang kebetulan melintas di atas jembatan Tukad (sungai) Yeh Panan mendadak berhenti dan berkerumun.

Kerumunan warga dan penggguna jalan itu, yakni untuk menyaksikan temuan sesosok mayat pria yang mengambang di aliran Sungai Yeh Panan.

Baca Juga:  Bertemu Warga, Korban Percobaan Bunuh Diri Mengaku Dikejar Orang
- Advertisement -

I Made Parwana, 42, salah seorang warga yang juga saksi mata yang menemukan jasad korban pertama kali mengatakan, saat ditemukan pertama kali, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Menurut dia, selain ditemukan sudah dalam kondisi membengkak dengan kulit luar (kulit ari) mengelupas hingga berwarna putih, jasad korban juga sudah dipenuhi lalat. “Kondisinya memprihatinkan, saat ditemukan jasad sudah membengkak dan dikerubungi lalat,”ungkap Saksi Parwana saat ditemui di lokasi penemuan.

Ditambahkan, kronologi hingga saksi menemukan jasad korban, yakni berawal saat Parwana sedang berburu di sekitar aliran sungai. Saat berburu itulah, ia mendadak mencium aroma atau bau busuk.

Penasaran dengan bau tak sedak yang menyengat, saksi kemudian mencari sumber bau.

Baca Juga:  Belok Tanpa Hidupkan Sein, Pemotor Akibatkan Tabrakan di Tabanan

Setelah dicek, barulah saksi melihat mayat dalam posisi telungkup mengambang di pinggiran aliran sungai yang tersangkut bersama pohon bambu.

“Saya kemudian melaporkan ke Bendesa Adat Sanggulan. Barulah dilaporkan kembali ke polisi,” aku Parwana kepada polisi yang datang melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Selanjutnya sebelum jasad dievakuasi, polisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pada jenazah dan melakukan  olah TKP. 

- Advertisement -

TEWASNYA Nyoman Mastra, seorang arsitek asal Banjar Dinas Serason, Desa Pitra, Penebel, Tabanan, Bali langsung bikin geger warga.

Jasad korban ditemukan warga dengan kondisi mengambang di aliran Tukad Yeh Panan, Selasa (16/11).

Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan. Selain sudah membengkak dan kulit ari mengelepas, jasad korban juga dikerubungi lalat.

JULIADI, Tabanan

SUASANA gaduh dan ramai mendadak terjadi di lingkungan Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Selasa pagi (16/11) sekitar pukul 09.30 WITA.

Warga dan pengendara jalan yang kebetulan melintas di atas jembatan Tukad (sungai) Yeh Panan mendadak berhenti dan berkerumun.

Kerumunan warga dan penggguna jalan itu, yakni untuk menyaksikan temuan sesosok mayat pria yang mengambang di aliran Sungai Yeh Panan.

Baca Juga:  Sebelum Ditemukan Tewas, Korban Menghilang dari Rumah Sejak Sabtu Lalu

I Made Parwana, 42, salah seorang warga yang juga saksi mata yang menemukan jasad korban pertama kali mengatakan, saat ditemukan pertama kali, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Menurut dia, selain ditemukan sudah dalam kondisi membengkak dengan kulit luar (kulit ari) mengelupas hingga berwarna putih, jasad korban juga sudah dipenuhi lalat. “Kondisinya memprihatinkan, saat ditemukan jasad sudah membengkak dan dikerubungi lalat,”ungkap Saksi Parwana saat ditemui di lokasi penemuan.

Ditambahkan, kronologi hingga saksi menemukan jasad korban, yakni berawal saat Parwana sedang berburu di sekitar aliran sungai. Saat berburu itulah, ia mendadak mencium aroma atau bau busuk.

Penasaran dengan bau tak sedak yang menyengat, saksi kemudian mencari sumber bau.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Bali Pastikan Remisi Susrama Belum Bisa Dijalankan

Setelah dicek, barulah saksi melihat mayat dalam posisi telungkup mengambang di pinggiran aliran sungai yang tersangkut bersama pohon bambu.

“Saya kemudian melaporkan ke Bendesa Adat Sanggulan. Barulah dilaporkan kembali ke polisi,” aku Parwana kepada polisi yang datang melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Selanjutnya sebelum jasad dievakuasi, polisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pada jenazah dan melakukan  olah TKP. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/